Mewujudkan Kuala Tanjung Menjadi Hub Port Internasional (2019)

Sudah saatnya Indonesia memiliki Pelabuhan berskala Internasional yang bisa bersaing dengan Pelabuhan besar seperti Singapura. Hal ini penting karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan nilai ekonomi terbesar di dunia.

Dengan berbagai pertimbangan, Pemerintah Indonesia telah memutuskan  Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara untuk dikembangkan menjadi Hub-Internasional. Kuala Tanjung ditargetkan mampu disandari kapal dengan ukuran capesize yang sangat besar. Sarana penunjang seperti lapangan penumpukan kontainer terus diperluas dan dilengkapi peralatan berstandar Internasional.

Pemerintah melakukan segala upaya untuk mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung secara bertahap. Pada tahun 2023, total permintaan kontainer akan mencapai  7,2 juta TEUs sehingga dibutuhkan  panjang dermaga 4.000 m, lapangan kontainer seluas 168 ha, peralatan Quay Container Crane (QCC) sebanyak 32 unit, Rubber Tyred Gantry (RTG) 112 unit, dan head truck 160 unit.

Tahun 2028, permintaan kontainer mencapai 9,8 juta TEUs, sehingga dibutuhkan panjang dermaga 4.000 m, lapangan kontainer seluas 202 ha, peralatan QCC sebanyak 43 unit, RTG 147 unit, dan head truck 210 unit.

Tahun 2032, permintaan kontainer mencapai 11,9 juta TEUs, dibutuhkan panjang dermaga 4.000 M, penambahan lapangan kontainer seluas 53 ha, peralatan QCC sebanyak 52 unit, RTG 182 unit dan head truck 260 unit.

Sedangkan pada 2042, total permintaan kontainer mencapai 13,0 juta TEUs sehingga membutuhkan panjang dermaga 4.000 m, penambahan lapangan kontainer seluas 33 ha, peralatan QCC sebanyak 57 unit, RTG 199 unit dan head truck 340 unit.  

Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung akan berjalan sesuai rencana. Cita-cita untuk menjadikan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub-Internasional akan tercapai.


Komentar