Dukungan Wisata Air bagi Wakatobi (2020)

Wakatobi memiliki cakupan wilayah seluas 1,4 juta hektare. Sekitar 900.000 hektare di antaranya terdiri dari batuan koral tropis beraneka warna, tempat hidup jutaan spesies laut. Di dunia, Wakatobi terkenal karena disebut sebagai ekosistem beragam karang laut dan spesies ikan terbanyak di dunia. 

Keterbatasan transportasi menuju Wakatobi, membuat para wisatawan lokal dan mancanegara mengalami kesulitan untuk menuju lokasi wisata, karena masih menggunakan alat transportasi tradisional seperti kapal rakyat. Dengan adanya transportasi air yang lebih modern seperti bus tanah air, pesawat wing in ground (WIG) dapat meningkatkan jumlah wisatawan di Wakatobi. 

Taman nasional yang memiliki kekayaan bahari melimpah ruah untuk dinikmati para pelancong. Wakatobi sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari gugusan pulau yang mengitarinya, yaitu Wangi-Wangi (Wa), Kaledupa (Ka), Tomia (To), dan Binongko (Bi). Seluruh pulau layak untuk dijamah dan dinikmati keindahannya. 

Sebagai daerah kepulauan, ketersediaan akses dan sarana transportasi menjadi perhatian utama. Pemilihan transportasi yang sesuai dan cepat harus sesegera mungkin dilakukan, untuk memudahkan para wisatawan mencapai destinasi wisata. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang menguntungkan dengan negara pembuat alat transportasi air, untuk penyerapan teknologi transportasi air terkini dan melakukan program alih teknologi. 

Kabupaten Wakatobi merupakan salah satu dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggaran (Sultra). Kabupaten ini terletak di ujung paling tenggara Provinsi Sultra, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 5,000-6,250 LS dan 123,340-124,640 BT. Kabupaten Wakatobi merupakan gugusan pulau-pulau kecil dengan luas wilayah 823 km2 , terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Taman Nasional Wakatobi (TNW) adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi. Pada tahun 2017 Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 20.419 jiwa. Kemudian pada tahun 2018 wisatawan mancanegara mengalami penurunan dengan jumlah 19.035 jiwa. Penurunan tersebut, karena terbatasnya transportasi menuju Kabupaten Wakatobi.


Komentar