UPAYA TRANSPORTASI CEGAH COVID-19

Penyebaran Covid-19 terbilang cepat dan masif. Dalam beberapa bulan negara-negara di belahan dunia lainnya mengumumkan adanya kasus Covid-19 di wilayah mereka setelah kasus pertama Covid-19 di dunia ditemukan. Sebuah bencana yang kemudian ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi. Indonesia juga menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional non alam karena terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19.

Sejak kasus pertama muncul, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bermunculan mengikuti tren penularan Covid-19 secara global. Hal ini menjadi perhatian pemerintah pusat agar penyebaran tidak semakin meluas. Sektor transportasi turut berperan penting dalam memutus penyebaran virus Covid-19 yang menjelma menjadi pandemi dan bencana nasional non alam.

Banyak negara mengeluarkan kebijakan pembatasan perjalanan untuk menekan meluasnya penyebaran virus. Kebijakan travel warning juga dikeluarkan untuk warga negara dari dan ke negara-negara lain yang dinilai berisiko dalam penyebaran Covid-19. Tidak hanya pembatasan perjalanan, pembatasan kegiatan sosial juga diperlukan, karena penularan bisa terjadi melalui interaksi antar manusia.

Sejumlah aturan pembatasan interaksi antar manusia diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19 tidak meluas. Salah satu hal terpenting adalah mengedukasi masyarakat tentang bagaimana mencegah penularan Covid-19 dengan menggencarkan penerapan protokol kesehatan melalui gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan adalah langkah proteksi dasar untuk mencegah dirinya tertular virus sekaligus menghalangi penularan virus dari dirinya kepada orang lain.


Peran Transportasi memutus penyebaran Covid-19

Transportasi sebagai sarana pergerakan manusia dan penghubung antar wilayah mempengaruhi tingginya penyebaran virus Covid-19. Untuk itu pemerintah pusat mengeluarkan, menambah maupun memperbarui serta merevisi regulasi untuk membatasi dan mengendalikan pergerakan manusia di dalam dan antar wilayah guna merespons dinamika perkembangan Covid-19.

Protokol kesehatan yang berupa gerakan 3M berlangsung di semua sektor termasuk transportasi terutama angkutan umum dan kendaraan pribadi. Terkait penerapan protokol kesehatan pada angkutan umum, tingkat kepatuhan operator dalam hal penerapan protokol kesehatan semakin meningkat.

Khusus protokol kesehatan sektor transportasi, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan aturan penerapan protokol kesehatan pada transportasi umum antara lain:

  1. Memastikan seluruh area transportasi umum bersih menggunakan disinfektan minimal 3 kali sehari
  2. Mendeteksi suhu tubuh calon penumpang
  3. Mempromosikan cuci tangan secara teratur dan menyeluruh
  4. Mensosialsiasikan etika batuk/bersin
  5. Memperbarui informasi tentang Covid-19 secara berkala

Selain itu item protokol kesehatan juga harus diwajibkan di simpul-simpul transportasi berupa penyediaan papan protokol kesehatan, sistem pembelian tiket elekronik, menyediakan hand sanitizer, tanda menjaga jarak aman, dan pemeriksaan suhu tubuh penumpang.

Selain transportasi umum, protokol kesehatan juga wajib diterapkan bagi pengguna mobil dan motor pribadi, untuk pengguna mobil pribadi hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Mobil Pribadi

  • Menyemprotkan disinfektan di bagian dalam dan luar kendaraan sebelum dan sesudah berkendara.
  • Tidak melakukan perjalanan jika dalam kondisi tidak sehat.
  • Mencuci tangan dengan hand sanitizer/sabun sebelum dan sesudah berkendara.
  • Penumpang yang diangkut 50% dari kapasitas tempat duduk.
  • Boleh mengangkut 100% penumpang jika satu alamat dengan pengemudi.
  • Memakai masker saat berkendara.
  • Menerapkan physical distancing bagi mobil yang penumpangnya tidak berasal dari rumah yang sama.

Motor Pribadi

  • Menyemprot disinfektan ke sepeda motor sebelum dan sesudah berkendara.
  • Tidak melakukan perjalanan jika dalam keadaan sakit.
  • Mencuci tangan dengan hand sanitizer/sabun sebelum dan sesudah berkendara.
  • Sepeda motor dapat membawa penumpang bila satu alamat dengan pengemudi.
  • Hanya boleh digunakan untuk 1 orang dan tidak boleh membawa penumpang dari luar rumah.
  • Motor bisa membawa penumpang yang berbeda rumah dengan pengemudi pada zona hijau (wilayah dengan tidak ada kasus penyebaran Covid-19) dan zona kuning (wilayah dengan tingkat risiko penyebaran Covid-19).
  • Pengguna motor wajib memakai masker dan sarung tangan saat berkendara.

Tingginya kesadaran pengguna transportasi umum maupun kendaraan pribadi dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19 menandakan adanya keinginan yang kuat untuk tidak tertular Covid-19. Namun upaya sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan harus selalu dilakukan agar kasus positif Covid-19 tidak semakin bertambah. Dan juga peran dari masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan akan sangat membantu mengurangi dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.



Komentar