TINGKATKAN PEMANFAATAN PENELITIAN, BADAN LITBANG PERHUBUNGAN MELAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI KERETA API MINANGKABAU EKSPRES

Badan Litbang Perhubungan mengadakan kunjungan ke Stasiun KA BIM dalam rangka monitoring pemanfaatan hasil penelitian Puslitbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian yang berjudul “Evaluasi KA Bandara Minangkabau Ekspres” pada Selasa, 28 September 2021. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kemanfaatan penelitian yang dihasilkan oleh Badan Litbang Perhubungan.

Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi dan klarifikasi pemanfaatan hasil penelitian Puslitbang Transportasi Jalan dan Keretaapian, yang dihadiri oleh Kepala BTP Sumbar, Kepala Stasiun BIM, ITJEN, Bapenas, Biro Perencanaan, serta Kasi LSK. Dalam sambutannya, Nurul Azizah selaku Koordinator Bidang PTPP Puslitbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian menegaskan bahwa tujuan monitoring ini adalah untuk melihat perkembangan dan tindak lanjut dari rekomendasi yang telah disampaikan sebelumnya dari tim peneliti Puslitbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian pada tahun 2019.

Senada dengan Nurul, Roy Joeniarso selaku Auditor Madya Inspektorat Jenderal Kemenhub mengatakan bahwa APIP menilai evaluasi pemanfaatan hasil studi dengan melihat bagaimana penelitian dilakukan dan dengan melihat di lapangan apakah rekomendasi dapat dipahami oleh stakeholder dan juga apakah dapat diimplementasikan.

Dalam kegiatan ini, Heriyadi, selaku Auditor Madya Direktorat Sisdurmonevdal Bappenas menegaskan bahwa evaluasi perlu mempertimbangkan tahun dilakukannya studi, karena pada tahun 2019 sebelum pandemi yang kondisinya berbeda dengan sekarang.

“Angka selama pandemi covid-19 yang ditemukan lebih tinggi dari okupansi 22%. Untuk itu, perlu ditentukan target okupansi penumpang, karena jika okupansi eksisting adalah 22% dan target 20% maka sudah terpenuhi.” ucap Heriyadi.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil monitoring yang telah dilakukan, saat ini telah dilakukan penambahan frekuensi KA dari 10 perjalanan KA per hari menjadi 12 perjalanan KA per hari. Namun, selama pandemi Covid-19 ini, frekuensi KA dikurangi menjadi 6 perjalanan KA per hari sehubungan dengan berkurangnya frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang. Okupansi penumpang KA Bandara Minangkabau Ekspres sempat mengalami kenaikan dari rata-rata 22% di tahun 2019 menjadi sekitar 30%-40% setelah dilakukan berbagai upaya peningkatan layanan.

Menurut Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Barat, Suranto, berdasarkan arahan Dirjen Perkeretaapian, saat ini dari 12 perjalanan KA dikurangi menjadi 6 perjalanan dengan menyesuaikan kondisi penerbangan yang berkurang frekuensinya.

“Saat ini Padang masih pada PPKM level 4 dan mempengaruhi terhadap jumlah penumpang yang menggunakan KA di Padang. Diharapkan evaluasi ini memperhitungkan faktor dari PPKM level 4 ini sehingga tidak berujung pada penghapusan jalur”, jelas Suranto.

Sementara itu dalam paparannya, Yogi Arisandi selaku Subkoordinator Evalap Puslitbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian mengatakan bahwa dari hasil evaluasi, terdapat beberapa rekomendasi yang dihasilkan, seperti perlunya perbaikan sarana dan prasarana terkait pelayanan ruang tunggu dengan menyediakan penyejuk udara, toilet stasiun yang selalu terjaga kebersihan dan aliran airnya, menyediakan tempat ibadah di setiap stasiun, menyediakan CCTV, menambah informasi perjalanan, serta petunjuk khusus di setiap stasiun. Lalu, diperlukan adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait layanan KA Minangkabau Ekspres serta penambahan frekuensi KA dengan mengakomodir jadwal penerbangan pagi dan malam, juga penambahan armada guna mempersingkat headway. Selain itu, diperlukan juga kajian guna reaktivasi jalur rel ke Bukittinggi dan Payakumbuh guna meningkatkan layanan KA selain di Kota Padang dan sekitarnya.

Terkait dengan rekomendasi yang telah dipaparkan, Kepala Stasiun BIM menyampaikan hingga saat ini masih terus dilakukan peningkatan pelayanan kepada para pelanggan dan akan berkoordinasi dengan BTP Sumbar untuk mewujudkannya. Beliau pun menyambut baik rekomendasi untuk reaktivasi jalur ke Bukittinggi dan Payakumbuh, terutama jalur yang ke Bukittinggi melewati Lembah Anai dan Danau Singkarak, sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal.

Kegiatan ditutup dengan melaksanakan kunjungan lapangan menggunakan KA Bandara Minangkabau Ekpres yang telah mendapatkan izin terlebih dahulu dari Kepala Divre II Sumatera Barat, dengan rute Stasiun KA Bandara Internaional Minangkabau ke Stasiun Pulau Aie. (RY)

Komentar

Tulis Komentar