TINGKATKAN INTEGRASI TRANSPORTASI DI PALEMBANG, BALITBANGHUB JALIN KERJASAMA PENELITIAN DENGAN UNSRI

Palembang - Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melakukan kunjungan ke Universitas Sriwijaya pada hari Selasa (15/6) guna membahas kolaborasi penelitian Evaluasi Integrasi Jaringan Prasarana, Jaringan Pelayanan, dan Layanan Transportasi Perkotaan Palembang. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari MoU kerjasama yang telah ditandatangani pada tahun 2020 lalu.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Transportasi Antarmoda, Makjen Sinaga, dengan adanya kerja sama ini, Balitbanghub mempunyai mitra strategis untuk mewujudkan transportasi nasional yang berintegrasi, berdayaguna, dan sesuai dengan amanat UUD 1945.

“Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan hasil studi yang dapat merekomendasikan kebijakan yang terbaik bagi perkembangan transportasi di Indonesia dan Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya” Ujar Makjen .

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2015 sampai 2017, rata-rata peningkatan jumlah kendaraan di kota Palembang adalah sebesar 7,21%. Untuk perjalanan masyarakat dalam Kota Palembang dilayani oleh berbagai moda angkutan umum yang terdiri dari moda jalan raya, jalan rel dan sungai, dengan nilai rata-rata tingkat kepuasan penguna angkutan umum yaitu sebesar 48,05%. Untuk itu, perlu adanya integrasi fisik, manajemen dan sistem pembayaran dari berbagai moda tersebut sehingga dapat digunakan secara efektif oleh masyarakat.

Menurut Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Said, masalah transportasi menjadi hal utama yang harus dibenahi di Kota Palembang, terutama terkait permasalahan integrasi. Dalam hal ini, yang menjadi salah satu perhatian adalah transportasi dalam mengangkut batu bara yang menjadi salah satu komoditas utama di Sumatera Selatan.

“Sistem transportasi yang kurang efektif dan efisien harus dapat dibenahi. Terutama untuk masalah perkeretaapian dan angkutan batubara yang selama ini mengangkut menggunakan truk dan sudah dilarang. Dalam hal ini perlu dibangun jalur khusus untuk mobil pengangkut batu bara, dan rel kereta api untuk mengangkut batu bara.” Ujar Said.

Hal lain yang menjadi perhatian khusus adalah upaya pemanfaatan kembali Terminal Karya Jaya Kertapati, yang dikonsep tak hanya menjadi tempat berbagai transportasi antarmoda, tetapi juga pusat komoditas hasil bumi. Selain itu, terdapat juga pelabuhan Tanjung Carat yang ditargetkan mulai dibangun pada 2021. Pelabuhan ini akan menjadi pusat logistik menggantikan pelabuhan Boom Baru yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Nantinya, Pelabuhan Boom Baru akan difungsikan sebagai pelabuhan penumpang

Agus Supriyanto selaku Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang mengatakan, integrasi di Kota Palembang sangat penting dilakukan mengingat terdapat berbagai moda yang digunakan di Kota Palembang, dan pengembangan masing-masing moda tidak bisa dilakukan secara terpisah.

“Integrasi ini bisa berupa integrasi secara fisik seperti pembangunan halte atau dermaga, bisa integrasi secara ticketing, maupun integrasi secara waktu. Apalagi kita juga mempunyai Teman Bus yang merupakan Program Buy The Service dari Kementerian Perhubungan, yang mana semua rutenya harus melewati stasiun LRT. Jadi diharapkan LRT ini bisa berfungsi semaksimal mungkin.” ucap Agus.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan 14 judul buku Knowledge Sharing Program hasil penelitian Puslitbang Transportasi Antramoda dari tahun 2015 sampai 2020 oleh Balitbanghub kepada pihak Universitas Sriwijaya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Akademik Zainuddin, Wakil Rektor Bidang Umum, Kepegawaian dan Keuangan Taufiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Iwan Stia, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto, serta Kepala Seksi Pemanfaatan Aset Sarana dan Prasarana LRT Sihombing.



Komentar

Tulis Komentar