TINGKATKAN EFISIENSI DI KAWASAN INDUSTRI DENGAN POLA DISTRIBUSI DEPO DAN GARASI

Pembangunan kawasan industri merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan industri yang berwawasan lingkungan serta memberikan kemudahan dan daya tarik untuk berinvestasi. Berkembangnya suatu kawasan industri tidak terlepas dari pemilihan kawasan industri yang akan dikembangkan, karena sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor variabel di wilayah kawasan tersebut.

Sebagai hal utama yang perlu dipertimbangkan, lokasi yang strategis menjadi salah satu faktor penting dan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Suatu usaha apabila terletak jauh daripada suppliernya maka akan semakin tinggi biaya transportasi dan distribusi barang.

Oleh sebab itu, beberapa kriteria menjadi pertimbangan di dalam pemilihan lokasi kawasan industri karena menjadi salah satu faktor penting dan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Suatu usaha apabila terletak jauh daripada suppliernya maka akan semakin tinggi biaya transportasi dan distribusi barang. Maka kriteria yang jadi pertimbangan antara lain dekat dengan pasar, dekat dengan bahan baku, tersedia fasilitas pengangkutan, terjaminnya pelayanan umum, kondisi iklim dari lingkungan yang menyenangkan serta dipengaruhi oleh Peraturan Daerah yang menunjang.

Namun dalam praktiknya, penentuan potensi lokasi distribusi di kawasan industri saat ini masih kurang efisien karena beberapa hal. Oleh karena itu Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melakukan suatu kajian untuk menentukan lokasi depo/garasi yang tepat pada kawasan industri guna meningkatkan distribusi logistik.

Pergerakan Angkutan Barang Pada Pelabuhan Tanjung Priok

1. Pihak kawasan industri memesan truk untuk pengiriman barang kepada penyedia truk yang berada disekitar Tanjung Priok;

2. Penyedia truk mengirim truk dari depo truk ke kawasan industri (tanpa muatan) untuk di eksport, sedangkan depo truk berada di daerah Pelabuhan Tanjung Priok yaitu di Marunda, Cakung dan Cilincing. Truk yang berada di depo berangkat menuju kawasan industri setelah periode kebijakan pengaturan operasional kendaraan barang di jalan tol;

3. Truk yang sudah memuat barang di kawasan industri melakukan perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Perjalanan dari depo truk menuju kawasan industri (dan sebaliknya) ± 4 sampai dengan 5 jam dengan tarif pengiriman barang menggunakan truk berkisar Rp 1.600.000 (untuk container 20 ft) s.d Rp 1.900.000 (untuk container 40 ft).

Proses perjalanan barang dari kawasan industri menuju Pelabuhan Tanjung Priok mengakibatkan total pergerakan barang menjadi lebih panjang dari kegiatan yang ada mencapai 20 gerakan (pergerakan barang tidak efisien) disebabkan karena depo jauh dari bangkitan /kawasan industri, sehingga di butuhkan garasi yang terletak dekat dengan kawasan industri karenalokasi garasi dan depo berada di sekitar pelabuhan mengakibatkan pergerakan barang menjadi terpusat di kawasan pelabuhan yang dapat menyebabkan kemacetan.

Pergerakan Angkutan Barang Pada Cikarang Dry Pot

Cikarang Dry Port (CDP) merupakan satu-satunya Dry Port di Indonesia yang berfungsi sebagai pelabuhan asal dan telah diakui oleh internasional. Hal tersebut terbukti dari CDP yang dapat diakses di negara manapun melalui Multimodal Transport Bill of Loading dengan kode IDJBK. Sehingga CDP telah dapat menjadi pelabuhan asal (port of origin) dan pelabuhan tujuan (port of final destination).

Saat ini, Cikarang Dry Port telah menyelesaikan pembangunan akses rel. Sehingga pengiriman petikemas dapat dilakukan menggunakan kereta api barang. Dengan melakukan pengiriman petikemas menggunakan kereta, Cikarang Dry Port telah mengimplementasikan konsep dry port yang menyeluruh.

Pelabuhan Cikarang Menjadi Penopang Tanjung Priok

Semua pelayanan kepelabuhanan yang berintegrasi ke Cikarang Dry Port dapat menjadi penopang Pelabuhan Tanjung Priok, mengingat bahwa industri banyak terdapat di Kawasan Timur (Bekasi) dengan persentase 62% kontribusi Tanjung Priok datang dari timur (Bekasi), 14% dari barat, dan 18% dari selatan. Jadi, dengan berbagai fasilitas infrastruktur yang baik, Cikarang Dry Port dapat memberikan pelayanan bongkar muat yang jauh lebih cepat. Pihaknya sendiri pun telah bekerjasama dengan terminal operator Pelabuhan Tanjung Priok.

Dry Port Memaksimalkan Pelayanan Pelabuhan

Dry Port adalah terminal yang berada di daratan dan jauh dari laut yang berfungsi seperti terminal yang berada di pelabuhan laut. Pada Dry Port dilakukan konsolidasi muatan, penumpukan/pergudangan serta dokumentasi muatan yang selanjutnya dikirim ke pelabuhan laut (dalam hal ini terminal peti kemas) dengan menggunakan kereta api dan truk peti kemas untuk selanjutnya dimuat ke kapal.

Pada prinsipnya Dry Port digunakan karena persaingan antar pelabuhan, maka pelabuhan memanjangkan pintu gerbang untuk mendekatkan pelayanan pelabuhan kepada pengguna. Dry Port memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah menaikkan kapasitas pelabuhan dan produktivitas pelabuhan, mengurangi kemacetan di area pelabuhan dan kota tempat pelabuhan berada, mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas, mengurangi biaya pemeliharaan jalan, dampak kerusakan lingkungan yang rendah, berperan sebagai terminal kontainer, memperluas akses pelabuhan ke area diluar hinterland yang biasa dan akhirnya memberikan biaya transaksi yang lebih rendah kepada pengirim barang.

Implementasi Dry Port

Kinerja Dry Port diukur dari kualitas akses ke Dry Port dan kualitas antar jalan. Seiring dengan volume pengangkutan peti kemas yang terus bertambah serta untuk meningkatkan kinerja pelabuhan sekaligus sistem transportasi seccara keseluruhan adalah dengan cara meningkatan akses transportasi darat ke pelabuhan. Dry port menawarkan layanan serupa yang biasanya tersedia di pelabuhan. Konsep dry port merujuk pada suatu jaringan transportasi intermoda dengan terminal intermoda di darat yang berbagai pelayanan tambahannya juga berada di darat.

Dry port terhubung langsung oleh jalur kereta yang menuju sebuah pelabuhan laut atau menuju dua atau lebih pelabuhan laut dalam keadaan tertentu. Implementasi dry port yang optimal adalah seluruh muatan barang diangkut melalui angkutan kereta dari dry port ke pelabuhan laut (demikian sebaliknya). Perhubungan yang lancar antara jalan darat, jalur kereta, dan pelabuhan laut memungkinkan pengangkutan muatan barang yang cepat dan dapat diandalkan.

Adapun saran serta rekomendasi yang dapat diberikan untuk memaksimalkan pola distribusi dan penguatan lokasi pusat distribusi adalah sebagai berikut:

  • Melihat proses perjalanan barang dari kawasan industri menuju Pelabuhan Tanjung Priok mengakibatkan total pergerakan barang menjadi lebih panjang dari kegiatan yang ada mencapai 20 gerakan (pergerakan barang tidak efisien) disebabkan karena depo jauh dari bangkitan/kawasan industri, sehingga dibutuhkan garasi yang terletak dekat dengan kawasan industri.
  • Untuk mengefesiensikan penggunaan container sehingga perjalanan menggunakan container kosong dapat dikurangi maka perlu dilakukan Container Consilidation.
  • Cikarang Dry Port sebagai perpanjangan pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi alternatif kegiatan logistik impor ekspor bagi industri di daerah Cikarang dan sekitarnya, sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Tanjung Priok

Komentar

Tulis Komentar