TANDATANGANI PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN UNHAN, BALITBANGHUB KEMBANGKAN PURWARUPA AIRDRONE SYSTEM DETECTOR

Jakarta – Badan Litbang Perhubungan dan Universitas Pertahanan (Unhan) sepakat untuk menindaklanjuti Nota Kesepakatan Bersama antara Badan Litbang Perhubungan dengan Universitas Pertahanan terkait Kerjasama Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta  Pengembangan di Bidang Perhubungan. Terkait hal tersebut, maka pada hari Rabu (29/4/2020) Badan Litbang Perhubungan dan Unhan melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama terkait Penelitian Pengembangan Purwarupa Airdrone System Detector.

Airdrone System Detector merupakan sebuah prototipe teknologi yang digunakan untuk memeroleh data karakteristik sebuah drone berupa koordinat, kecepatan, dan arah.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara, Novyanto Widadi mengatakan, diadakannya joint research ini guna mengembangkan drone dari aspek riset, pabrikasi, dan aplikasi. Karena Penggunaan drone di Indonesia semakin marak dan tentunya menjadi prioritas keselamatan transportasi Udara.

Diharapkan dengan adanya perjanjian kerja sama ini, dapat meningkatkan dan memanfaatkan potensi kedua pihak secara optimal dalam melakukan penelitian dan pengembangan Purwarupa Airdrone System Detector sehingga nantinya dapat menjadi Technology Demonstrator untuk uji konsep kebijakan drone di Indonesia.

“Kerjasama ini sebagai perwujudan kolaborasi triple helix antara Pemerintah dan Perguruan Tinggi yang diharapkan hasilnya akan lebih aplikatif dan bermanfaat secara luas,” ujarnya.

Untuk diketahui, Terdapat beberapa ruang lingkup yang telah disepakati oleh kedua belah pihak terkait joint research ini. Beberapa diantaranya yaitu mengkaji kebijakan drone di beberapa negara di dunia, mengembangkan purwarupa Airdrone Detector, yang meliputi Ground Control Station, Airborne System (Fixed and Rotary Wing) dan system Hardware Transmitter, serta integrasi Purwarupa Airdrone System Detector sebagai Technology Demonstrator untuk uji konsep kebijakan drone di Indonesia.

Terdapat juga beberapa pengujian yang akan dilakukan, diantaranya uji termal dan kelembaban, uji elektrikal, serta uji durasi dan siklus operasi di lingkungan operasional terpilih.  Novyanto menambahkan bahwa penelitian drone ini sangat dibutuhkan, mengingat pemanfaatannya yang tinggi di berbagai sektor.

“Saya berharap joint research ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya untuk operator penerbangan terkait,” ujarnya.

Komentar