SWF SEBAGAI ALTERNATIF PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI

Jakarta-Awal tahun 2021 ini Indonesia telah resmi membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI). SWF merupakan badan milik negara yang bertugas mengelola dana investasi. Investasi ini dapat digunakan di berbagai bidang, khususnya real estate dan infrastruktur. Lembaga yang dinamai Indonesia Investment Authority (INA) ini diharapkan mampu melahirkan instrumen-instrumen pembiayaan yang dapat meningkatkan kapasitas infrastruktur termasuk di bidang transportasi.

Pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan infrastruktur transportasi di beberapa wilayah Indonesia, tentunya hal ini membutuhkan suatu pendanaan yang cukup besar, sedangkan pada masa pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2020 hanya tumbuh sebesar 2,97%.

Kementerian Perhubungan memiliki peran penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian. Selama ini Kementerian Perhubungan telah menggunakan mekanisme pendanaan melalui blend fund investment, namun masih belum optimal menyokong kebutuhan pendanaan pembangunan proyek strategis yang sangat besar.Menhub saat menjadi Pembicara kunci dalam webinar otensi Sovereign Wealth Fund (SWF) dalam Pembiayaan Infrastruktur Transportasi


“Pembangunan infrastruktur transportasi membutuhkan pembiayaan dalam periode yang panjang. Oleh karena itu, kemitraan pemerintah dengan pihak swasta atau Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) sangat diperlukan, karena peran swasta dan BUMN dapat memberikan multiplier effect terhadap peningkatan iklim investasi, serta percepatan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional maupun wilayah,” ujar Menteri Perhubungan Budi saat menjadi pembicara kunci dalam webinar bertajuk Potensi Sovereign Wealth Fund (SWF) dalam Pembiayaan Infrastruktur Transportasi di Indonesia pada Rabu (3/3).

Berdasarkan Perpres Nomor 56 Tahun 2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, tercatat bahwa PSN transportasi berjumlah 33 kegiatan yang terdiri atas 16 kegiatan bidang perkeretaapian, 7 kegiatan bidang udara, dan 10 kegiatan bidang laut.

“Kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur transportasi baru bisa terpenuhi 40% dari sumber pembiayaan yang ada, jadi diperlukan alternatif skema pendanaan pembangunan infrastruktur,” ujar menhub.

INA akan menjadi mitra strategis baik para investor dalam dan luar negeri agar tersedia pembiayaan yang cukup, khususnya dalam pembangunan infrastruktur transportasi. Melihat potensi tersebut, INA menjadi alternatif yang menjanjikan bagi percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia.

“Sektor transportasi akan menandai pulihnya ekonomi Indonesia karena sektor transportasi merupakan sektor yang terdampak Covid-19. Segera saat ekonomi mulai pulih, sektor transportasi akan menjadi sektor yang paling cepat seiring dengan peningkatan permintaan. Oleh karena itu kita perlu mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujan Menteri Keuangan.

Menteri Keuangan saat menjadi Pembicara kunci dalam webinar otensi Sovereign Wealth Fund (SWF) dalam Pembiayaan Infrastruktur Transportasi

Investasi INA bersama para mitra investornya diharapkan dapat memberikan pilihan-pilihan yang lebih banyak, baik itu para investor luar negeri atau dalam negeri. Dalam rangka meningkatkan kebutuhan modal, meningkatkan tata kelola dari asset yang akan dikerjasamakan dan pada akhirnya meningkatkan kinerja dan keuntungan baik bagi pemerintah maupun dari partner investornya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN, Nawal Nely; Charge d’Affaires for the U.S. Embassy in Jakarta, Heather Variava; Chief Investment Officer Indonesia Investment Authority (INA), Stefanus Ade Hadiwidjaja; serta Senior Infrastructure Finance Specialist World Bank, Jeffrey John Delmon.

Komentar