REM BLONG & KEWASPADAAN KITA

Kecelakaan lalu lintas dengan penyebab Rem Blong sudah berulang kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir ini terdapat 14 kasus kecelakaan besar yang disinyalir bersumber dari rem. Namun upaya pencegahan yang bersumber dari Rem Blong masih belum terlihat. Rem menjadi penyebab dalam beberapa kali kecelakaan, tentunya hal ini harus menjadi perhatian penting agar tidak terulang kembali. Kasus kecelakaan yang bersumber dari rem penyelesaianya hanya berfokus pasca kecelakaan seperti penanganan korban, asuransi dan melakukan hukuman kepada pengemudi yang dianggap perlu bertanggung jawab, sementara penyebab kecelakaan itu sendiri seperti rem blong tidak pernah ditindaklanjuti dan dianggap selesai.

Kecelakaan di jalanan terjadi karena beberapa faktor, yaitu Faktor Sarana, Prasarana, Manusia dan Lingkungan. Tidak jarang juga kecelakaan terjadi hasil gabungan dari faktor-faktor tersebut, dan umumnya kecelakaan terjadi karena beberapa sebab yang saling terkait. Penting juga dipahami bahwa setiap pengemudi memiliki tanggung jawab untuk melakukan perawatan dan pengecekan sebelum melakukan perjalanan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan bersama dengan Indonesia Road Safety Partnership dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyusun rekomendasi untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang bersumber dari rem atau Rem Blong. Ada beberapa hal yang membuat Rem Blong menjadi momok di jalan saat berkendara, dan bagaimana kita seharusnya memperlakukan rem kendaraan. Apa yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan, bagaimana kita menghadapi jalanan yang menurun dan berkelok baik panjang maupun pendek, penyebab kampas rem menjadi panas, dan bagaimana mengetahui dan mengatasinya.

Periksa komponen rem dalam keadaan baik sebelum berkendara

Persiapan sebelum berkendara di jalan merupakan tanggung jawab pengemudi untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan pedal rem berfungsi dengan normal dengan cara menginjak rem hingga 7 sampai dengan 10 kali injakan. Untuk Booster Rem penting memperhatikan jarak balik pedal, jika pedal turun secara bertahap maka sistem booster dalam keadaan normal.

Level Minyak Rem juga perlu untuk diperhatikan batas maksimal dan minimalnya. mencampur minyak rem tidak disarankan karena akan mempengaruhi dot minyak rem. Dot yang tidak sesuai akan mempercepat proses minyak rem mendidih dan masuk angin. Dan yang paling utama adalah mengganti minyak rem secara berkala.

Tromol juga perlu untuk mendapat perhatian khususnya celah kampas rem dengan tromol standar adalah 0,1 s.d 0,3mm. Hal lain yang perlu diperiksa adalah Tekanan Angin, apakah sensor bekerja dengan baik atau tidak. Pada saat mengisi harus mencapai 9 bar, jika tekanan angin berada di bawah 6 bar kemungkinan rem tidak bisa diinjak.

Memasuki jalan menurun dan berkelok baik pendek maupun panjang

Pada saat memasuki jalanan menurun penting untuk menggunakan gigi rendah dan aktifkan sistem rem lainnya agar rem utama bekerja lebih ringan untuk menghindari panas pada kampas rem. Kampas menjadi panas karena penggunaan rem kaki secara maksimal dan terus menerus hal ini menjadi penyebab utama rem blong. Apapun yang terjadi untuk tidak pernah mengocok pedal rem, mengocok pedal rem secara berulang kali akan membuat tekanan angin menjadi tekor atau minyak rem masuk angin

Sebagian besar kecelakaan yang disebabkan rem blong terjadi saat memasuki jalanan menurun Panjang. Truk atau Bus yang mengalami rem blong pada umumnya menggunakan gigi tinggi pada saat memasuki jalanan menurun. Pengemudi agar selalu mengantisipasi dalam melihat kondisi di jalan. Para pengemudi seringkali mengocok pedal rem saat rem tidak bekerja secara maksimal. Pada saat mengalami rem blong, sebaiknya tidak melakukan pemindahan gigi ke gigi rendah, karena akan menyebabkan gigi masuk ke posisi netral.

Dashboard juga perlu diperhatikan ketika memasuki jalanan menurun. Warna pada dashboard merupakan indikator agar mempermudah kita dalam mengantisipasi kejadian rem blong. Pada saat dashboard berada di zona merah maka pengemudi berada pada zona bahaya karena mesin akan mengalami over running. Over Running merupakan suatu kondisi di mana kecepatan putaran mesin kalah cepat dengan putaran roda saat kendaraan melewati jalan menurun. Kendaraan akan memiliki tenaga paling besar untuk menanjak atau menahan pada saat turun jika RPM berada di zona putih.

Tindakan pada saat Kampas Rem Panas

Pada saat kampas mengalami panas berlebihan maka mendinginkan kampas dengan cara menyiram dengan air perlu dihindari, yang perlu dilakukan adalah menunggu minimal 30 menit sampai kampas menjadi dingin. Jika kampas/tromol disiram air pada saat panas yang berlebihan akan mengalami perubahan bentuk menjadi Oval, hal inilah yang menjadi pemicu Rem Blong. Selain itu juga dapat pula terjadi retak dan pecah kapan saja pada saat pengoperasian kendaraan. Mengubah dan memodifikasi sistem pengereman tidak diperbolehkan karena dapat berakibat kerja rem tidak sempurna. Apabila hal tersebut dilakukan maka dapat diberikan sanksi berupa hukuman berat karena merupakan kelalaian dari pengemudi.

Kunci keselamatan berkendara tidak lepas dari peran pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan. Ada tiga hal penting yang selayaknya dan patut untuk diperhatikan dalam berkendara di jalanan, yakni:

  1. Kompeten, setiap pengemudi bus/truk di jalan memahami sistem yang bekerja pada kendaraan tersebut, mulai dari jenis rem yang digunakan, penel instrumentasi pada dashboard serta teknik pengereman dengan menggunakan perlambatan mesin.
  2. Disiplin, setiap pengemudi selain disiplin mematuhi peraturan lalu lintas di jalan juga harus disiplin dalam menjalankan semua prosedur baik sebelum mengemudi, pada saat mengemudi dan sesudah mengemudi.
  3. Jujur, setiap pengemudi harus jujur terhadap dirinya, jika mengantuk, lelah atau sakit sebaiknya berhenti mengemudi. Jika tidak memahami sistem yang bekerja pada kendaraan tersebut, ada baiknya bertanya kepada yang mengetahui atau mengikuti pelatihan, dan jangan pernah membawa kendaraan di mana sistemnya belum dipajami dengan baik.

Komentar