PENERAPAN SISTEM TRANSPORTASI CERDAS DI IBU KOTA NEGARA BARU

Jakarta - Pemerintah telah memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, tepatnya di sebagian wilayah di Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Rencananya, pemerintah akan mulai mengoperasikan ibu kota baru ini dalam beberapa tahun, dan pengembangannya akan dilanjutkan dalam beberapa tahap hingga tahun 2045. Nantinya, desain Kawasan Ibu Kota Negara Baru ini harus memenuhi 3 (tiga) kriteria umum, yaitu mencerminkan identitas bangsa, menjamin keberlanjutan lingkungan, sosial dan ekonomi, serta mewujudkan kota yang cerdas, modern dan berstandar internasional.


Pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Baru nanti, tidak lepas dari dukungan para pihak terkait dalam sektor industri, perdagangan, serta infrastruktur konektivitas yang memiliki peranan penting dalam perputaran logistik di daerah sekitar. Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan memiliki peran penting dalam penerapan konsep kota pintar/smart city, yang dipadukan dengan Sistem Transportasi Cerdas atau Intelligent Transportation System. 


Intelligent Transport System atau sistem transportasi cerdas adalah integrasi antar sistem informasi dan teknologi komunikasi dengan infrastruktur transportasi, kendaraan dan pengguna jalan. Melalui sistem ini, pemerintah memberikan solusi dengan mengintegrasikan pengguna jalan, sistem transportasi, dan kendaraan melalui sistem informasi dan teknologi komunikasi.


“Kementerian Perhubungan mendukung penerapan sistem transportasi dan sistem komunikasi yang terintegrasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara Baru melalui transportasi berbasis digital. Hal ini diwujudkan melalui rencana pengoperasian moda di ibu kota baru adalah kendaraan listrik, kendaraan otonom, dan angkutan umum otonom baik untuk angkutan bus maupun kereta api. Rencana penggunaan kereta api listrik dengan jenis kereta EMU (Electric Multiple Unit) berkemampuan semi cepat”. Ujar Budi Karya Sumadi selaku Menhub.

Menhub Budi Karya Sumadi saat menjadi Pembicara kunci dalam webinar Sistem Transportasi Cerdas di Ibu Kota Negara: Pembangunan dan Kebutuhan Penerapannya


Pengoperasian kendaraan listrik di ibu kota baru ini, sejalan dengan agenda presiden untuk percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia. Agenda tersebut tertuang dalam Rencana Induk Energi Nasional dan Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang Program Percepatan Penyelenggaraan Kendaraan Listrik Berbaterai.


Selain itu, penerapan sistem transportasi cerdas pada sektor transportasi laut dan udara di IKN nantinya juga akan memiliki bermacam keunggulan.


“Di sektor transportasi laut maupun udara, juga telah direncanakan penggunaan kapal autonomous untuk kapal penumpang maupun barang, konsep smart port dan traffic separation service. Sedangkan untuk pengembangan bandara mengusung konsep Aerotropolis yang smart, integrated dan memperhatikan environment ethics.” Ucap Menteri Perhubungan


Dalam mendukung penerapan sistem transportasi cerdas di Ibu Kota Negara baru, perlu dilakukan pemetaan mengenai potensi wilayah di Ibu Kota Negara Baru dan daerah sekitarnya, sehingga diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada, terutama di sektor transportasi. Untuk itu, Badan Litbang Perhubungan melalui kementerian Perhubungan mengadakan webinar yang bertajuk “Sistem Transportasi Cerdas di Ibu Kota Negara: Pembangunan dan Kebutuhan Penerapannya.”


“Badan Litbang Perhubungan akan memadukan semua masukan, dan akan menyampaikan rekomendasi baik dari segi political will seperti membuat peraturan perundang-undangan tentang Ibu Kota Negara baru, maupun political action, serta semua hal yang sifatnya implementatif.” Ujar Kepala Balitbang Perhubungan, Umar Aris.


Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Agus Taufik Mulyono; Vice President Intelligent Transport System Indonesia, Resdiansyah; pemenang sayembara IKN, Sofian Sibarani; dan Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Infromatika, Ismail.

Komentar