MENGENAL SISTEM PEMBAYARAN TOL TANPA HENTI (MLFF)

Kemacetan menjadi salah satu permasalahan di sektor transportasi, termasuk kemacetan yang trejadi di jalan tol. Kemacetan tersebut terjadi karena adanya antrian pada saat memasuki dan keluar dari area pintu jalan tol. Pada tahun 2017, Pemerintah mulai menerapkan elektronifikasi di seluruh jalan tol dengan mengurangi transaksi tunai. Dengan pembayaran non tunai akurasi pembayaran semakin jelas, lebih baik, cepat serta lebih aman. Namun, system pembayaran tersebut belum sepenuhnya dapat menghemat waktu transaksi. Permasalahan pembacaan kartu elektronik yang lamban membaca atau kegagalan membaca sehingga memerlukan waktu lama untuk menempel di mesin pembaca kartu.

Mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah berupaya untuk menerapkan system pembayaran tol tanpa henti atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Melalui sistem MLFF, pengguna jalan tol tidak perlu lagi berhenti ketika hendak membayar tol. Sejumlah negara pun telah menerapkan teknologi MLFF ini untuk meminimalkan hambatan transaksi di jalan tol. Dalam penerapannya, MLFF harus didukung oleh oleh Lembaga pengelola yang berperan sebagai toll service provider atau electronic toll collection (ETC).


Teknologi Electronic Toll Collection

Terdapat beberapa alternatif teknologi yang bisa dipakai sebagai ETC seperti yang sudah digunakan negara-negara lain, antara lain:

- Dedicated Short Range Communication (DSRC); merupakan alat yang menggunakan radio frekuensi 5,8 Ghz, sehingga pengguna perlu membeli On Board Unit (OBU), yang menyimpan data identitas dan informasi lain dengan tingkat keandalan 99,95%.

- Radio Frequency Identification (RFID); merupakan alat yang menggunakan radio dengan frekuensi (860–960) Mhz, dan pengguna perlu membeli stiker tag RFID sebagai identitas pengguna, dan memiliki tingkat keandalan sekitar 99,5%;

- Automatic Number Plate Recoqnition (ANPR); merupakan alat untuk mendeteksi plat nomor, memerlukan akses database plat nomor, tetapi tidak memerlukan OBU.

- Global Navigation Satelite System (GNSS); merupakan OBU untuk melacak posisi pengguna dan tarif dikenakan berdasarkan lokasi pengguna.

- Short Range Communication based on Calm Active Infrared (ISRC) Merupakan teknologi baru yang mirip dengan RFID. Perbedaannya memiliki infrared aktif pada IVU yang dapat memuat semua informasi.


Penerapan Electronic Toll Collection

Kebijakan dalam pemilihan teknologi ETC pada penerapan MLFF di Indonesia sangat berpengaruh pada keterbatasan sumber daya dan, infrastruktur, psikologi masyarakat dan faktor sosial ekonomi lainnya. Berdasar hal tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda melakukan penelitian dan studi terkait pemilihan teknologi dalam penerapan elecronic toll cellection yang sesuai dengan kriteria dan faktor-faktor yang ada di Indonesia.

Terdapat bebrapa kriteria yang sudah ditetapkan seperti, biaya, kendala/keakurasian, dampak lingkungan, fleksibilitas, kecepatan data, penerimaan, pelaksanaan, kesiapan teknologi, kemudahan pengguna, dan kompleksitas system. Dari beberapa indikator kriteria tersebut terdapat 3 kriteria prioritas atau yang diutamakan dalam pemilihan teknologi ETC adalah tingkat penerimaan, keandalan dan kemudahan penggunaan.

Dari masing-masing teknologi yang ada tentunya memilki kekurangan dan kelebihan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Balitbanghub menunjukkan bahwa rentang pendek digital berbasis microwave sistem komunikasi (DSRC) lebih disukai dan diyakini menjadi yang berpotensi, karena kesederhanaan operasi, potensi untuk mendukung layanan tambahan untuk pengguna kendaraan dan, yang paling penting, karena mudah bagi pengguna memahaminya.

Komentar