MASTERPLAN TRANSPORTASI IBU KOTA NEGARA

Jakarta – Instruksi pembentukan Ibu Kota Negara baru oleh Presiden Joko Widodo telah dilontarkan pada Tahun 2018 lalu. Sesuai dengan instruksi presiden bahwa ibu kota baru diharapkan menjadi kota yang smart, green dan sustainable. Untuk itu, pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara harus melewati perencanaan yang matang.

Persiapan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara baru terus dilaksanakan. Hari Kamis (5/3), Badan Litbang Perhubungan mengikuti rapat berkala yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Danis Hidayat Sumadilaga, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti.

Rapat ini berlangsung di Direktorat Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebagai koordinator pembangunan infrastruktur di sektor transportasi, Kementerian Perhubungan memaparkan rancangan masterplan pembangunan jaringan transportasi di Ibu Kota Negara. Terdapat 4 (empat) moda transportasi yang akan dikembangkan di wilayah ini.

“Kami menyusun masterplan untuk empat moda transportasi, yaitu darat, laut, udara, dan kereta api” Ujar Umiyatun.

Terdapat 3 (tiga) bandar udara yang akan menjadi main hub menuju Ibu Kota Negara, diantaranya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan yang melayani penerbangan internasional dan domestik, Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto sebagai hub penerbangan pribadi dan domestik, serta pembangunan bandara VVIP baru yang berjarak 15-20 kilometer dari pusat pemerintahan yang diperuntukan bagi tamu negara.

Bandara baru ini tidak akan dibangun sepenuhnya untuk kepentingan penerbangan sipil, namun juga untuk kepentingan penerbangan militer.

Umiyatun menegaskan bahwa pembangunan bandara VVIP harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Provinsi Kalimantan Timur guna mengetahui Kawasan yang dimungkinkan untuk pembangunan.

Untuk jaringan kereta api terdapat 3 (tiga) konsep, yakni jaringan kereta api antarkota, Mass Rapid Transit lingkar Ibu Kota Negara, serta Loop Line di KIPP dengan Tram.

“Kriteria MRT ditentukan berdasarkan tingkat pelayanan waktu tempuh yang dikehendaki yaitu sekitar 30 menit” ujar Umiyatun.

Disektor transportasi laut, tercatat 13 (tiga belas) pelabuhan atau terminal untuk mendukung sektor transportasi laut pada lokasi rencana Ibu Kota Negara. Untuk angkutan penumpang dan Tol Laut akan dikonsentrasikan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Sedangkan untuk angkutan barang, akan diarahkan menuju Kaltim Kariangau Terminal, sedangkan untuk muatah curah bisa diangkut oleh barge menuju pelabuhan ITCI Kenang.


Umiyatun juga mengemukakan konsep transportasi darat di Ibu Kota Negara, “Terdapat 6 (enam) ring untuk transportasi daratnya, paling luar outer ring road, metropolitan ring road, urban village ring road, cbd ring road, capital city ring road serta cycle ring road,”ujarnya.

Masterplan masing-masing sektor ditargetkan akan selesai pada Bulan April 2020, dan akan disampaikan kepada Presiden pada bulan Mei 2020. Ground breaking Ibu Kota Negara diperkirakan akan dimulai pada akhir semester kedua Tahun 2020.

Komentar