KOMPETENSI DI BIDANG INOVASI DAN TEKNOLOGI JADI TANTANGAN BESAR BAGI SDM DI ERA TATANAN BARU

Jakarta - Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar menyelenggarakan webinar bertajuk “Strategi dan Inovasi Peluang Kerja Menghadapi Tantangan era Tatanan Baru dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Transportasi Laut” pada Jumat (17/7). Sebagai salah satu narasumber pada acara tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti mengatakan, ada beberapa kompetensi yang mesti dikuasai SDM transportasi laut agar dapat beradaptasi dengan era tatanan baru, salah satunya inovasi.

“Saya kemarin melakukan penelitian dengan beberapa tenaga pendidik di sembilan politeknik. Inovasi menjadi salah satu keunggulan yang paling rendah dibanding faktor lain lain yang ada pada variabel untuk keunggulan kompetitif. Jadi ini tugas untuk kita bagaimana kita bisa meningkatkan inovasi,” ujar Hayati.

Beberapa inovasi yang dipaparkan Hayati antara lain kemampuan untuk memecahkan masalah asing (complex problem solving); kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, dan kepekaan dalam memberikan bantuan (Social Skill); kemampuan untuk mendengarkan hingga berpikir logis (Process Skill); dan kemampuan untuk mengambil keputusan (System Skill).

Selain inovasi, elemen lain yang harus bisa dikuasai oleh SDM saat ini ada di bidang teknologi. Selain karena Indonesia saat ini sedang mencanangkan revolusi industri 4.0, teknologi juga dapat membantu mengurangi aktivitas tatap muka masyarakat akibat pandemi.

“Tentunya PIP sudah mempunyai banyak keunggulan kompetitif di banding sekolah vokasi lain. Namun kita juga tidak boleh langsung puas karena tantangan ke depan kita harus bisa bersaing dengan negara-negara lain,” lanjutnya.

Terkait dengan teknologi, Hayati juga menjelaskan bahwa saat ini Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan juga telah memanfaatkan teknologi, automasi, dan digitalisasi, yakni dengan mengembangkan Smart Port. Terdapat empat pengembangan Smart Port yang saat ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, yakni Internet of Things (IoT), Big Data, Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan Automated port handling equipment.

Pada IoT, teknologi ini mampu melakukan pemantauan status operasi peralatan pelabuhan serta manajemen aset peralatan rekayasa. Sementara, Big Data dapat dimanfaatkan untuk melakukan analisis statistik dan pengambilan keputusan bisnis.

Kecerdasan buatan sendiri, dapat dimanfaatkan untuk sistem operasi pelabuhan seperti penjadwalan peralatan pelabuhan, perencanaan lokasi, dan perencanaan dermaga. Terakhir, Automated port handling equipment dapat dimanfaatkan sebagai alat kontrol jarak jauh, sensor canggih, hingga pembongkaran tak berawak atau otonom.

Melalui paparannya, Hayati juga menjelaskan diperlukan terobosan di PIP dalam memperluas program-program diklat dan menentukan program studi yang dibutuhkan industri pelayaran ke depan, khususnya di bidang pelabuhan.

“PIP juga harus bisa memfasilitasi berbagai instrumen termasuk penggunaan e-learning dan distance learning untuk mendukung program Revolusi Industri 4.0.” tutupnya.

Komentar