Ketahanan Logistik di Tengah Pandemi Putarkan Ekonomi

Dampak pandemi Covid-19 hampir terasa di semua sektor termasuk di industri angkutan barang/logistik. Sektor yang terdampak tentunya akan mengalami penurunan dan bahkan mengalami kerugian secara finansial. Pandemi Covid-19 mempengaruhi lalu lintas barang dengan mengalami kemunduran signifikan yang diakibatkan oleh menurunnya produktivitas sektor-sektor lainnya. Akan tetapi, terlihat jelas bahwa sektor transportasi memiliki peran fundamental dalam mencegah penyebaran Covid-19 dan juga untuk memulihkan ekonomi di tengah pandemi.

Posisi logistik di tengah pandemi menjadi tulang punggung bagi sektor lainnya yang membutuhkan distribusi barang. Sehingga kelancaran alur dari hulu ke hilir harus tetap terjaga. Salah satu indikator yang menjadi penilaian adalah aspek dukungan infrastruktur termasuk transportasi. Sehingga hal tersebut menegaskan jika transportasi dan logistik adalah satu kesatuan untuk mendukung satu dengan yang lainnya.


Logistik Nasional di Masa Pandemi

Meskipun banyak jumlah angkutan barang terdampak selama pandemi namun industri jasa logistik dapat bertahan dan mengalami pertumbuhan positif seperti logistik e-commerce, jasa angkutan barang kiriman (courrier service), jasa pergudangan bahan pokok dan barang retail dan jasa layanan logistik berkaitan transaksi business to consumer dan consumer to consumer.

Dengan adanya pandemi distribusi barang komoditas mengalami peningkatan diantaranya produk jadi hasil industri terkait kesehatan, bahan pokok kebutuhan primer seperti makanan, minuman, obat-obatan dan sejenisnya. Pertanian dan perikanan air laut/air tawar juga mengalami peningkatan. Disusul dengan barang e-commerce yang mengalami pertumbuhan positif.

Sedangkan industri yang terdampak berat akibat pandemic Covid-19 diantaranya bahan baku industri (manufaktur, kerajinan, olahan dan semacamnya), produk jadi hasil industri, seperti otomotif dan elektronik, barang impor dan ekspor pertambangan.

Dari segi angkutan barang, angkutan barang udara mengalami penurunan hingga 51% untuk internasional dan 31% untuk domestik. Angkutan barang laut terdampak hingga 18% untuk internasional dan 10% untuk domestik. Angkutan barang yang menggunakan container mengalamai kontraksi hingga 40%. Ekspor dan impor juga tidak lepas dari dampak pandemic Covid-19 mencapai 30% dan 40%.

  • Obat-obatan mencapai 48.234 Ton
  • Housing Backlog mencapai 6.725.576 Ton
  • Saprodi 12.978.210 Ton
  • Alat Pelindung Diri mencapai 45.839 Ton
  • Bahan Pokok mencapai 13.299.729 Ton
  • Bibit mencapai 75.830 Ton
  • Transplantasi Organ mencapai 0,99 Ton
  • Vaksin mencapai 24.870 Ton

Melirik potensi komoditas baru di tengah pandemi merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan kegiatan ekonomi. Distribusi komoditas tersebut mengalami peningkatan permintaan selama pandemi karena kebutuhan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kelancaran dalam pengiriman barang dengan prioritas penerapan protokol patut juga diperhatikan oleh sektor transportasi. Mewujudkan konektivitas melalui simpul-simpul transportasi dan memastikan layanan angkutan logistik terus berjalan. Dengan membangun konektivitas, integrasi serta didukung dengan konsistensi penerapan protokol kesehatan yang baik maka perekonomian nasional dapat bangkit mencapai kondisi yang lebih baik.

Komentar