KEMENHUB TERUS UPAYAKAN PENINGKATAN KINERJA LOGISTIK TRANSPORTASI LAUT INDONESIA

Jakarta – Dalam mewujudkan visi ekonomi Indonesia tahun 2025 berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) melalui peningkatan konektivitas antardaerah dengan mempercepat pembangunan setiap koridor perekonomian. Sistem Logistik Nasional (Sislognas) diharapkan dapat berperan meningkatkan daya saing nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, guna menekan biaya logistik nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menggelar webinar dengan topik “Upaya Menekan National Logistics Costs Di Pelabuhan” hari Kamis (25/2).

Untuk diketahui, kinerja logistik Indonesia pada tahun 2018 berada pada peringkat ke-46 dari 160 negara yang disurvei oleh Bank Dunia. Selain itu, Indonesia juga berada di bawah beberapa negara ASEAN seperti Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Namun Indonesia berada di atas Filipina, Laos, Kamboja, dan Myanmar.

Sekretaris Jenderal Perhubungan, Djoko Sasono mengatakan bahwa kinerja logistik di Indonesia masih harus ditingkatkan, yang tentunya mempengaruhi biaya logistik. Biaya logistik yang rendah dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi produk nasional baik dari sisi biaya maupun kualitas. 

“Diperlukan upaya menekan biaya logistik sehingga dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam kancah persaingan global,” ujarnya.

Lebih lanjut Djoko mengatakan bahwa Pelindo akan merilis barang-barang yang akan diturunkan biayanya dan diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi dimasa pandemi. Hal ini merupakan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021, yakni sebesar 5% dari sektor perhubungan laut. 

“Diharapkan kesepakatan penurunan tarif tersebut dapat diwujudkan pada triwulan ke-2,” pungkasnya.

Selain penekanan terhadap biaya logistik, terdapat beberapa upaya lain yang dapat dilakukan guna mencapai efektifitas dan daya saing logistik yang lebih baik, salah satunya adala digitalisasi. DVP of Strategic Planning, Research, And Development PT Pelindo IV mengatakan bawa trend shipping industry kedepannya adalah digitalitsasi. 

“Dari sini dapat dilihat sudah mulai dilakukan konsolidasi kapasitas, dimana sebelumnya terjadi persaingan tajam, akhirnya dengan kemajuan teknologi dapat mencapai efektifitas dan daya saing yang lebih bagus,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa jika dilihat dari inisiatif global, dari 9 main line operator sudah membentuk digital container shipping association pada 2019 lalu. 

“Tentunya trend-trend ini sudah harus disikapi oleh pemangku kebijakan di tanah air, sehingga kita bisa menyesuaikan dengan trend tersebut,” tutupnya.

Komentar