KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI PINTU GERBANG MENUJU IBU KOTA NEGARA, KEMENHUB SIAP MENDUKUNG

Jakarta – Menghadapi Hari Pers Nasional (HPN), Dewan Pers Nasional mengundang beberapa stakeholder untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Forum Investasi Kalimantan Selatan pada hari Kamis (23/1/2020). Acara ini diselenggarakan sebagai langkah persiapan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan HPN yang akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan, pada tanggal 5 s.d 9 Februari 2020 mendatang.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Sugihardjo mewakili Menteri Perhubungan memaparkan dukungan sektor Perhubungan untuk meningkatkan konektivitas yang mendukung sektor unggulan meliputi industrialisasi, pertanian, serta pariwisata melalui inovasi-inovasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Selatan.

“Dalam rangka mempersiapkan Kalimantan Selatan sebagai gerbang Ibu Kota Negara, kami siap mendukung transformasi prioritas pembangunannya, dari yang semula bertumpu pada hasil tambang, beralih ke 3 (tiga) prioritas utama, yaitu pertanian, pariwisata, dan industrialisasi,” ujar Kepala Badan Litbang Perhubungan, Sugihardjo.

Kementerian Perhubungan menyambut baik rencana menjadikan Kalimantan Selatan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Negara, dan akan menyiapkan infrastruktur terkait konektivitas maupun aksesibilitas. Namun untuk menciptakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan, tentu dibutuhkan masukan dari masyarakat.

“Sebagai bagian dari penyiapan infrastruktur yang terkait dengan konektivitas maupun aksesibilitas transportasi yang menunjang lokasi wisata maupun sentra-sentra pertanian, tentu kita memerlukan input apa yang mereka butuhkan,” tambah pria yang akrab disapa Jojo ini.

Lebih lanjut Sugihardjo menuturkan bahwa Bandar Udara Syamsuddin Amir juga sedang dikembangkan untuk bisa dioperasikan dengan pesawat ATR72 aau Hercules C130, sehingga panjang runway bandara tersebut sepanjang 1650m. Selain itu, kesiapan Pelabuhan Merah Putih di Pulau Air juga diperlukan kajian lebih lanjut.


“Adapun untuk ide bagaimana pemanfaatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II), pengembangan Pelabuhan Pulau Air, kami minta untuk dikaji dengan seksama, karena Perhubungan sendiri sudah mengembangkan pelabuhan di pulau Sebuku,” tutur Sugihardjo.

Dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kalimantan Selatan, Sugihardjo berpendapat bahwa perlu adanya satu paket wisata. “Untuk mengembangkan pariwisata harusnya bisa dikemas dalam satu paket wisata, baik dengan beberapa destinasi di dalam Kalimantan Selatan, maupun kerjasama dengan Provinsi lain.”

Menurutnya, dengan adanya satu paket wisata, maka pengembangan sektor pariwisata tersebut akan lebih efisien daripada hanya single destinasi. Disamping sektor wisata, tentunya sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara, perlu adanya pasokan pangan yang berkualitas.

“Pertanian disamping produktifitas yang sifatnya massal, juga harus mensasar segmen pasar yang sudah memerlukan pangan yang lebih sehat, sehingga produk pangan organic itu menjadi penting, jangan sampai kebutuhan primer itu harus diimpor,” tutupnya. (KAT)

Komentar