Intelligent Transport System Diharapkan Menjadi Solusi Transportasi Indonesia

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) mengadakan diskusi bahas Intelligent Transport System (ITS) di Indonesia. Sistem transportasi ini adalah integrasi antara sistem informasi dan teknologi komunikasi dengan infrastruktur transportasi, kendaraan dan pengguna jalan. Diskusi terarah ini dilaksanakan pada Senin (11/4).

Sekretaris Badan Litbang Perhubungan Pandu Yunianto sebagai perwakilan dari Kepala Balitbanghub  menyatakan bahwa sistem ini diharapkan dapat memberikan solusi dengan mengintegrasikan sistem pengguna transportasi, sistem transportasi, dan kendaraan melalui sistem informasi dan teknologi komunikasi. Hal ini disampaikan pada sambutan pembuka Focus Group Discussion berjudul Kesiapan Implementasi Grand Strategy  Sistem Transportasi Cerdas Indonesia yang dilakukan secara virtual.

“Negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada telah mengimplementasikan Intelligent Transport System. Mereka telah mengimplementasikan dengan baik sistem ini untuk menangani masalah kemacetan lalu lintas,” Ujar Pandu dalam sambutannya.

Intelligent Transport System di sektor transportasi yang telah diterapkan oleh Kementerian Perhubungan di Indonesia antara lain Advanced Traffic Signal Control Systems (ATSCS), Electornic Toll Collecting System (ETCS), Bus Rapid Transit (BRT), Bus Information Management System (BIMS), Automatic Fare Collection (AFC), serta Integrated Traffic Management Center (ITMC).

Pengembangan ITS di Indonesia terus dilakukan, peneliti Balitbanghub Hasriwan Putra mengatakan bahwa belum ada standar penerapan ITS di Indonesia, sehingga perlu ada strategi utama untuk meningkatkan kualitas sistem transportasi di Indonesia. Berdasarkan penelitian, terdapat 11 strategi yang di usulkan yakni Advanced Traffic Management System, Electronic Payment Systems, Advanced Travel Demand Management Systems, Advanced Rural Transportation Systems, Advanced Parking Management Systems, Commercial Vehicle Operation Systems, Emergency Management Systems, Autonomous Driving Systems, Advanced vehicle Control and Safety Systems, Advanced Traveller Information Systems, serta Advanced Transportation Systems.

“Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi  dan layanan transportasi untuk membantu pengguna transportasi dalam mendapatkan informasi, melakukan transaksi, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan,” ujar Hasriwan

Hasriwan mengatakan bahwa sistem transportasi cerdas di Indonesia masih perlu ditingkatkan, dan juga perlu di standarisasi. Salah satu upaya standardisasi tersebut adalah pengintegrasian sistem transportasi secara nasional.

Sekretaris Balitbanghub menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus mendorong inovasi transportasi melalui transformasi digital. Untuk dapat menjawab tantangan tersebut, diperlukan pembahasan yang komprehensif untuk dapat merekomendasikan sistem transformasi digital.  

“Dengan adanya pengembangan ITS ini, diharapkan menghasilkan inovasi terutama di sektor transportasi yang dapat bermanfaat besar bagi masyarakat,” tandas Pandu.

Komentar