INDONESIA DUKUNG IMPLEMENTASI GREEN LOGISTICS

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) menggelar Webinar Internasional bertajuk “Green Logistics Partnership Conference” pada Kamis, (29/7/2021) pukul 9.00 yang dilaksanakan secara daring. Webinar ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi Kemitraan Green Logistics di ASEAN yang sebelumnya telah diaksanakan pada 15 Desember 2019. Seharusnya Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Kemitraan Green Logistics pada Juli 2020 namun karena pandemi Covid-19, ditunda pelaksanaannya menjadi 29 Juli 2021.Webinar ini sendiri bertujuan untuk mendapatkan ide-ide untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran akan implementasi green logisticsdi Indonesia. Webinar ini juga sebagai langkah untuk mendukung komitmen nasional dalam pengurangan gas rumah kaca.

Webinar ini dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dalam pidato pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa transportasi termasuk salah satu sektor dengan konsumsi energi tertinggi, yaitu sekitar 40% di seluruh dunia yang juga berkontribusi sekitar seperempat dari total emisi CO2. “Pada tahun 2015, emisi CO2 dari transportasi logistik telah mencapai 11,63 MTon atau 8,1% dari total emisi CO2 dari sektor transportasi di Indonesia. Oleh karena itu, sesuai dengan dokumen pertama Nationally Determined Contribution (NDC) Republik Indonesia Tahun 2016, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 11% pada tahun 2030 untuk sektor energi termasuk sektor transportasi. Selain itu, Indonesia juga telah melakukan beberapa penelitian terkait Skema Modernisasi Armada Truk dan integrasinya dalam transportasi berbasis jalan dan kereta api. Skema Modernisasi Armada Truk berfokus pada peremajaan truk ramah lingkungan. Melalui modernisasi truk, truk tua dan non-standar akan ditukar dengan truk standar yang lebih ramah lingkungan yang diharapkan memiliki efisiensi yang lebih tinggi.” ujarnya.

Webinar yang dihadiri oleh peserta khususnya negara anggota ASEAN ini sendiri diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru di dalam meningkatkan kesadaran implementasi green logistics, seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan Litbang Perhubungan, Umar Aris.

Di dalam webinar ini, hadir peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda, Herawati Basirpuly yang menjelaskan terkait implementasi green logisticsdi Indonesia. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa Indonesia merupakan mitra dagang besar di kawasan ASEAN dan dunia sehingga berimplikasi kepada tingginya volume barang impor dan ekspor yang kemudian menyebabkan tingginya permintaan terhadap jasa logistik yang lebih dari 90% didominasi oleh transportasi darat. Transportasi barang di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk kinerja energi dan lingkungan yang buruk, risiko keselamatan, dan biaya tinggi. Faktor-faktor ini dikaitkan dengan truk yang lebih tua dengan teknologi yang buruk, ukuran truk yang terlalu besar dan kelebihan muatan, kemacetan jalan, biaya tinggi, dan faktor lainnya. Akibatnya, transportasi barang merupakan kontributor signifikan terhadap gas rumah kaca (GRK) dan kriteria emisi polutan di Indonesia, memperbesar beban lingkungan dan kesehatan masyarakat dari sektor transportasi. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi emisi gas buang adalah dengan meningkatkan penggunaan shore connectiondi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Dengan shore connection maka kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) kapal akan berkurang saat sandar di pelabuhan. Selain itu, dilakukan juga modernisasi truk, truk-truk tua dan tidak sesuai standar akan ditukar dengan truk yang lebih ramah lingkungan dan memiliki efisiensi yang lebih tinggi sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan energi, polusi, dan emisi rumah kaca.

Hadir pula perwakilan dari Deputy Director, Office of Counsellor for International Logistics, Policy Bureau, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism(MLIT) Japan, Shogo Takahashi, menyampaikan kebijakan Green Logistic dalam pembangunan berkelanjutan salah satunya dengan memperkenalkan proyek teknologi yang canggih dalam memecahkan masalah sosial dan mencapai dekarbonasi. Dalam kesempatan ini juga Deputy Director, International Cooperation and Sustainable Infrastructure Office, The Ministry of Environment Japan, Satoshi Watanabe menyampaikan terkait skema Joint Credit Mechanism (JCM) dalam teknologi dekarbonasi.

Menurut Kepala Kompartemen Penelitian dan Pengembangan ALFI, Kuncoro Harto Widodo, Indonesia sebagai negara kepulauan bisa memulai untuk mendesain dan mengembangkan Pelabuhan Hijau untuk mendorong terciptanya Green Logistic, seperti yang dilakukan di Teluk Lamong, Jawa Timur. Pengembangan teknologi digital dan otomatisasi yang dilakukan pemerintah akan sangat membantu implementasi dari green logistic melalui penggunaan transaksi digital dimana akan adanya pengurangan penggunaan kertas dan transaksi tatap muka.

Di penghujung acara, webinar ini ditutup oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono yang menegaskan kembali bahwa Indonesia akan terus berkomitmen di dalam mengimplementasikan green logistics mengingat di masa pandemi ini logistik berperan sangat besar dan semakin meningkat.

Pada Webinar ini turut hadir pula Beny Irzanto selaku Perwakilan Sekretariat ASEAN sebagai narasumber terkait.


Komentar

Tulis Komentar