GELAR WEBINAR SERIES KE-7, BALITBANGHUB BAHAS HASIL KERJA SAMA DENGAN ITS TENTANG STRATEGI ADAPTASI TRANSPORTASI LAUT, SUNGAI, DANAU, DAN PENYEBERANGAN

Jakarta - Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan Balitbanghub Kementerian Perhubungan menggelar webinar pada Selasa (29/8). Webinar bertajuk “Strategi Adaptasi Dan Pemulihan/Recovery Transportasi Laut, Sungai, Danau Dan Penyeberangan Pada Saat Dan Pasca Pandemi Covid-19” ini merupakan salah satu dari rangkaian web series yang digelar Balitbanghub. 


Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti dalam sambutannya menjelaskan, tujuan pelaksanaan webinar ini adalah diseminasi hasil kerja sama Balitbanghub dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) untuk mendukung penetapan kebijakan strategis menuju era kenormalan baru. 


“Covid-19 sebagai bencana nasional diketahui telah banyak memberi dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor, salah satunya pada sektor angkutan transportasi laut, sungai, danau, dan penyeberangan. Berdasar pada hal tersebut, perlu adanya masukan kepada para pengambil keputusan, bagaimana dampak dan pola hubungan antara Covid-19 dengan angkutan moda transportasi laut dan SDP agar moda angkutan transportasi laut dan SDP dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19,” ujar Hayati. 


Hayati melanjutkan, pandemi ini memang dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi, namun tanpa upaya sigap dari pemangku kebijakan maka optimisme perekonomian tidak akan pernah datang. Optimisme dan sentimen positif ekonomi baru akan terjadi jika pandemi Covid-19 dapat diatasi. 


“Sektor maritim bukan hanya berfungsi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi saja, tetapi juga sebagai sImbol kekuatan dan kedaulatan negara. Bahkan berperan juga untuk menyatukan wilayah yang tersebar di Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya pemulihan bisnis sektor transportasi perairan di saat dan pasca pandemi,” jelas Hayati. 


Sementara itu, Kapuslitbang Transportasi Laut dan SDP, I Nyoman Sukaydnya mengatakan, operasional transportasi LSDP merupakan salah satu faktor pendukung angkutan logistik dan mengangkut penumpang yang mempunyai kepentingan. 


“Untuk itulah kebangkitan transportasi di Indonesia merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada pemulihan penyelenggaraan perekonomian,” ucap Nyoman.


Berdasarkan laporan pada direktorat jenderal perhubungan laut, untuk kondisi transportasi laut dari bulan Mei hingga saat ini telah mengalami kenaikan baik untuk angkutan penumpang maupun logistik. Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan bahwa Indonesia diuntungkan dengan luasnya wilayah, dan jumlah penduduk yang besar, hal ini menyebabkan kebutuhan angkutan logistic yang cukup tinggi.


“Kargo harus jalan, penumpang juga harus jalan, sehingga ekonomi bisa terus berjalan, namun tentu harus dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Agus.


Selain pengawasan terhadap protokol kesehatan, Kementerian Perhubungan telah memberikan relaksasi terhadap operator untuk sertifikasi kapal, perijinan, dan yang lainnya. 


“Kita berikan penundaan, supaya mereka tetap dapat beroperasi dengan baik, bahkan kami juga telah memaksimalkan pelayanan dengan sistem online,” tambahnya.


Pada webinar kali ini, Dr. Agnes Tri Rumiati, M.Sc. selaku perwakilan dari ITS menyampaikan pemaparannya berjudul “Analisis dan Evaluasi Dampak Pandemi Covid -19 pada Subsektor Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan”. Melalui riset yang dilakukan timnya, Agnes menemukan bahwa jumlah penumpang selama Idul Fitri di lima pelabuhan utama Indonesia menurun hingga 98% dibanding tahun lalu. 


Dari riset tersebut, Agnes juga menyampaikan bahwa penumpang bersedia menggunakan moda transportasi laut dan penyeberangan dengan mengikuti protokol kesehatan, social distancing, dan memenuhi dokumen selama tarif tidak dinaikkan lebih dari 10%. 

Pemapar lain dari ITS yang juga hadir pada webinar kali ini adalah Dr. Sonny Harry B. Harmadi, S.E., M.E. dengan topik “Kebijakan Stimulus Ekonomi untuk Pemulihan Subsektor Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Peyeberangan”. 


Sonny menjelaskan, beberapa rekomendasi atas hasil riset yang ia lakukan adalah dengan menyediakan infrastruktur ICT untuk menunjang sektor LSDP dalam menerapkan protokol kesehatan berbasis teknologi “Less Contact Transaction”. Sementara, dari sisi subsidi kepada operator, beberapa kebijakan yang direkomendasikan antara lain penangguhan pembayaran pajak, pembebasan biaya kepelabuhan, subsidi terkait biaya penerapan protokol kesehatan. 

Komentar