DUKUNGAN TRANSPORTASI AIR BAGI WISATA WAKATOBI

Pemerintah Indonesia melalui Presidn Joko Widodo, memiliki visi lima tahunan agar indonesia bisa menjadi negara maju dan berkembang, yaitu dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai penumpu perekonomian bangsa, salah satunya Kabupaten Wakatobi. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan membuat sebuah studi yang dapat digunakan guna mendongkrak wisata di Wakatobi dengan dukungan transportasi perairan modern.

Kabupaten Wakatobi sendiri merupakan salah satu dari 14 Kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten ini terleteak di ujung paling tenggara Provinsi Sulawesi Tenggara, dan secara geografis terletak pada 5,000-6,250 LS dan 123,340 – 124,640 BT. Kabupaten Wakatobi merupakan gugusan pulau-pulau kecil dengan luas wilayah 823 km², terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Tahun 2019 menjadi tahun ketika Indonesia sampai pada puncak pencapaian target lima tahunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Jika pada 2015 silam, kunjungan wisman melampaui target hingga 10 juta orang dengan realisasi sebesar 10,4 juta wisman, tahun ini target itu dilipatgandakan sampai 20 juta wisman. Sejauh ini, realisasi terhadap grafik pertumbuhan itu pun masih menunjukkan tren positif.

Membenahi Transportasi Wisata Wakatobi

Tidak dapat dimungkiri, bandar udara merupakan hal krusial bagi keluar masuk manusia secara cepat ke suatu daerah. Terlebih jika pemerintah Wakatobi menginginkan lonjakan wisatawan, karena moda transportasi yang baik merupakan faktor yang sangat penting. Namun selain transportasi udara, moda transportasi laut juga diharapkan dapat menghubungkan penduduk di Kepulauan Wakatobi. Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Wakatobi saat ini masih menggunakan transportasi laut dibanding bandar udara. Oleh karena itu, transportasi laut juga tak boleh luput dari perhatian.

Berdasarkan studi yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, salah satu moda transportasi laut modern yang menjadi alternatif transportasi selain pesawat adalah Bus Tanah Air. Bus tanah air ini memiliki keunggulan dapat bergerak di darat dan lanjut ke air. Kendaraan ini memiliki spesifikasi kecepatan 120 km/jam dan di air sebesar 20 knot, tergantung kondisi iklim dan kondisi perairan, seperti ombak serta arus. Kapasitas angkut 45 orang dengan dua orang awak, satu sebagai pengemudi sekaligus nakhoda, dan satu lagi sebagai asisten. Bus yang terbuat dari material aluminium ini dilengkapi penggerak mesin bus dengan dua buah water jet system sebagai penggerak.

Selain Bus Tanah Air, terdapat moda transportasi Wing-in-ground (WIG) Aircraft.  WIG Aircraft merupakan pesawat yang memanfaatkan prinsip ground effect untuk terbang. Prinsip WIG hampir sama dengan hovercraft, yaitu pesawat ini terbang seolah-olah seperti “ditopang” oleh udara. Beberapa orang menyebutnya air cushion (bantalan udara). Pada saat terbang, penumpang akan merasa seperti melayang (floating). WIG biasanya digunakan untuk penerbangan jarak pendek dalam transportasi antarpulau. Namun, dalam pengembangannya, beberapa WIG dapat menambah ketinggian terbangnya. 

International Maritime Organization membagi WIG menjadi tiga tipe sebagai berikut: WIG Tipe A: pesawat yang tersertifikasi untuk operasi hanya pada ground effect. WIG Tipe B: pesawat yang tersertifikasi untuk operasi di luar pengaruh ground effect, tetapi tinggi terbang tidak lebih dari 150 meter di atas permukaan laut. WIG Tipe C: pesawat yang tersertifikasi untuk operasi di luar pengaruh ground effect dan dapat terbang lebih dari 150 meter di atas permukaan. 

Beberapa variabel keunggulan alat transportasi alternatif tersebut dibandingkan alat transportasi yang tersedia. Adapun keunggulannya, yakni sebagai berikut: 

  1. Pembiayaan untuk investasi pembelian dari Airfish relatif lebih murah dibandingkan dengan pembelian sebuah seaplane dengan kapasitas penumpang hampir sama. Adapun biaya operasional penggunaan pesawat tipe WIG jauh lebih murah dibandingkan dengan kompetitor alat transportasi lainnya.

  2. Konsumsi energi dan emisi Perbandingan konsumsi energi untuk pesawat tipe WIG terlihat pada perbandingan berikut: seaplane membutuhkan 200 liter BBM per jam, boat memerlukan 300 liter per jam, sedangkan pesawat WIG hanya membutuhkan 80 liter per jam. Demikian juga dengan penggunaan mesin mobil, sehingga mudah dalam perawatan dan perbaikan di mana pun. Jenis BBM yang digunakan, yaitu BBM dengan kualitas RON 95 atau setingkat Pertamax, sehingga mudah dalam pengadaan dan selalu tersedia di Indonesia. Dengan penggunaan BBM setingkat Pertamax dan jumlah yang dibutuhkan relatif lebih sedikit dibandingkan moda transportasi lain, alat transportasi ini akan lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan alat transportasi lainnya. 

  3. Infrastruktur pendukung murah dan mudah Infrastruktur pendukung moda transportasi ini relatif lebih mudah dalam penyediaan dan pengerjaannya. 

  4. Dibandingkan dengan seaplane yang harus dikemudikan oleh pilot bersertifikat, pesawat tipe ini cukup dikemudikan oleh pilot tanpa rating. Adapun untuk boat, harus dengan marine captain, sehingga penyediaan pilot pada kapal ini akan lebih mudah. 

  5. Dalam sisi kenyamanan, kenyamanan yang didapatkan oleh penumpang akan jauh lebih baik. Pada boat, karena operasinya di permukaan air, akan terjadi benturan lambung dengan air yang menyebabkan penumpang kelelahan. Hal tersebut berbeda dengan penggunaan pesawat tipe WIG.

Studi Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan juga merekomendasikan beberapa hal, diantaranya ketersediaan akses dan sarana transportasi sangat penting, sehingga harus segera dilakukan pemilihan moda transportasi yang sesuai dan cepat untuk memudahkan wisatawan mencapai destinasi. Selanjutnya, teknologi transportasi air yang sudah teruji dan layak pakai, harus diterapkan. Adapun perizinan jenis transportasi air modern tersebut harus didukung, baik lokasi pembangunan dan operasionalnya.

Selain itu, melakukan kerja sama yang menguntungkan dengan negara pembuat untuk penyerapan teknologi transportasi air terkini dan melakukan program alih teknologi. Rekomendasi lain, yakni mengundang para investor dan menawarkan jenis transportasi air yang memiliki teknologi terkini, untuk diinvestasikan pendanaannya bagi terlaksananya program pengadaan alat transportasi air dengan berbagai kemudahan kerja sama.

Komentar

Tulis Komentar