DENGARKAN SUARA MILLENIAL, LANGKAH BALITBANGHUB UNTUK WUJUDKAN TRANSPORTASI MASA DEPAN LEBIH BAIK

Jakarta – Agenda pembangunan Ibu Kota Negara telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun lalu, tepatnya pada 26 Agustus 2019. Pembangunan Ibu Kota Negara ini tentunya memerlukan berbagai persiapan baik sarana maupun prasarana, khususnya di bidang transportasi. Pengembangan transportasi masa depan di Ibu Kota Negara yang lebih baik menjadi suatu keharusan, dan generasi muda Indonesia sebagai agen perubahan diharapkan dapat membawa inovasi untuk membangun bangsa ini.

Guna mendapatkan masukan-masukan dari para generasi muda, Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) menginisiasi sebuah webinar dengan tajuk “Harapan Generasi Millenial Terhadap Transportasi Masa Depan di Ibu Kota Negara” yang berlangsung pada Kamis (17/12) secara virtual.

“Para generasi muda tentunya memiliki harapan akan transportasi masa depan yang lebih inovatif dan tentu saja berteknologi tinggi,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti dalam sambutannya.

Hayati menambahkan bahwa teknologi bukanlah hal baru bagi generasi muda. Teknologi merupakan buah pemikiran serta kreativitas generasi muda. Karena perkembangan teknologi telah menjadi bagian dari gaya hidup, sehingga generasi muda dituntut memiliki kualitas serta kemampuan beradaptasi dengan cepat dan dapat menjadi karakter yang mandiri dan inovatif.


Pandangan Millenial


Dalam webinar ini, turut menghadirkan pembicara dan pembahas dari kalangan millennial, diantaranya Raymond dari Tim Rakata ITB, Travel Vlogger Satya Winnie, Moorisa Tjokro Tesla Autopilot Software Engineer di San Fransisco, Bridge Engineer Avrila Delitriana, Pilot dan Vlogger Capt. Vincent Raditya, Pembalap Indonesia Alexandra Asmasoebrata, Co-founder transport for Jakarta Andriansyah Yasin Sulaeman, serta pakar IT Yusep Maulana.

Terdapat berbagai inovasi yang diharapkan oleh mereka, seperti adanya kendaraan ramah lingkungan, menggunakan sumber energi yang terbarukan, nyaman dan reliable, murah, tepat waktu, dan memiliki cakupan yang luas. Raymond dari Tim Rakata ITB mengatakan kendaraan pribadi saat ini menghasilkan emisi atau gas buang yang sangat besar. Pada tahun 2019 air quality index di Indonesia cukup tinggi, menjadikan negara ini menduduki peringkat ke-6 sebagai negara dengan polusi tertinggi.

“Tentunya ini menjadi sentilan untuk kita, untuk mewujudkan negara kita menjadi lebih green,” ujar Raymond.

Untuk sektor angkutan publik, beberapa faktor penting yang dikemukakan untuk mengembangkan transportasi di Ibu Kota Negara adalah frekuensi, sistem pembayaran yang cashless, mampu memberikan kepastian jadwal keberangkatan dan jadwal kedatangan, serta integrasi antarmoda yang mempermudah penumpang untuk berganti rute dan kendaraan.

“Membangun sistem transportasi bukan masalah keren-kerenan tapi bagaimana agar bisa berjalan dengan baik dan sesuai karakteristik daerahnya,” ujar travel vlogger Satya Winnie.

Autopilot Software Engineer Tesla, Moorisa Tjokro juga mengungkapkan pandangannya untuk transportasi di Indonesia, menurutnya hal utama yang penting dan harus menjadi perhatian adalah masalah keamanan. “Saya lihat di Indonesia itu rata-rata terjadi 300.000 kecelakaan pertahun, kalau kita bisa membuat keamanan yang lebih bagus lagi, kita bisa menyelamatkan nyawa manusia dan itu sangat berarti untuk dunia transportasi,” ujar Moorisa.

Foto : Moorisa Tjokro, Autopilot Software Engineer Tesla

Komentar

Tulis Komentar