BANDARA BARU PENUNJANG IKN TENGAH DISIAPKAN, PERPADUAN ANTARA PENERBANGAN MILITER DAN SIPIL

Jakarta – Bandara baru penunjang Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia di wilayah Kalimantan Timur tengah dibahas oleh Kementerian Perhubungan dan TNI Angkatan Udara. Pembahasan ini berlangsung hari Selasa (3/3/2020) di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur.

Pembangunan bandara ini dimaksudkan untuk mengakomodir kepentingan penerbangan VVIP maupun VIP, sehingga peruntukan bandara ini bukan untuk penerbangan komersil. Pembangunan bandara ini, direncanakan berjarak tidak lebih dari 20 km dari Ibu Kota Negara dan memiliki akses yang mudah baik melalui transportasi darat maupun helikopter.

Bandara baru ini tidak akan dibangun sepenuhnya untuk kepentingan militer maupun kepentingan penerbangan sipil. Namun merupakan perpaduan antara penerbangan – penerbangan militer dan sipil.

“Konsepnya yang cocok mungkin seperti Lanud Halim Perdanakusuma di mana di situ juga terdapat bandara untuk penerbangan sipilnya (VVIP/VIP),” ujar Asisten Operasi (Asops) KSAU Marsda TNI Dr. Umar Sugeng Hariyono saat memberikan sambutannya.

Lebih lanjut Umar mengatakan, bahwa sebaiknya bandara baru nanti dibangun dua landasan. Layaknya Bandara Don Mueang di Bangkok, Thailand. Penggunaan landasan pada bandara tersebut terbagi dua, yakni landasan militer serta landasan sipil.

Dalam pengembangan bandara ini, ancaman-ancaman di ruang udara, restricted area, serta wilayah perbatasan negara harus menjadi hal yang ikut dipertimbangkan. Mengingat Ibu Kota Negara nanti akan lebih dekat dengan negara – negara tetangga, seperti Brunei Darussalam atau Malaysia.

Pada pertemuan tersebut, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Capt. Novyanto Widadi juga menyatakan perlunya koordinasi dan kolaborasi antara Puslitbang Udara dan TNI AU.

“Balitbanghub menjadi koordinator IKN, pada pertemuan awal ini Puslitbang Udara bermaksud berkoordinasi dengan TNI dalam pembangunan bandar udara baru di IKN agar perencanaan berjalan selaras,” ujarnya.

Mengingat pentingnya pembangunan bandara ini, maka perlu diselaraskan dengan pembangunan transportasi antarmoda, agar aksesibilitas menuju Ibu Kota Negara lebih cepat dan mudah. Penyelarasan ini direncanakan berlangsung pada minggu depan dengan dihadiri oleh TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Airnav.

Komentar