BALITBANGHUB GELAR WEBINAR PAPARKAN HASIL PENELITIAN BERSAMA UGM, UI, ITB, DAN ITS TENTANG KEBIJAKAN TRANSPORTASI DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU

Jakarta- Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) tengah menyusun konsep transportasi sehat untuk merespons dampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Transportasi menjadi salah satu sektor yang paling terdampak selama pandemi. Bukan hanya terhadap okupansi pengangkutan penumpang dan barang, tetapi juga keuntungan ekonomi yang dihasilkan dari sektor ini. 

Sebanyak 163 dosen dan peneliti dari Balitbanghub dan empat universitas yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama menyusun ringkasan kebijakan (policy brief) terkait bentuk transportasi yang sehat di masa pandemi Covid-19.

Kajian tersebut dipaparkan dalam kickoff webinar series bertajuk Transportasi Sehat Indonesia Maju, Selasa (15/9) pagi.

Lima kajian dipresentasikan dalam seminar daring tersebut. Kelimanya meliputi kajian pergerakan orang di bidang transportasi jalan selama Covid-19 (ITB); dampak efektivitas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transportasi untuk mencegah persebaran Covid-19 dan analisis ketahanan bisnis angkutan barang/ industri jasa logistik (ITB); kebijakan stimulus fiskal untuk pemulihan sektor transportasi laut, sungai, danau, dan penyeberangan (ITS); analisis pergerakan orang dan persebaran Covid-19 pada penyelenggaraan transportasi perkeretaapian (UGM); dan standar kesehatan sarana prasarana transportasi udara (UI).Total Balitbanghub bersama peneliti dan akademisi merumuskan 23 kajian untuk merespons dampak pandemi di sektor transportasi.

Kick off webinar series merupakan seminar daring pertama dari sembilan seminar yang akan dilaksanakan Balitbanghub bekerja sama dengan empat perguruan tinggi negeri hingga akhir September mendatang. Sekaligus memperingati Hari Perhubungan Nasional 2020 pada 17 September mendatang.

Webinar perdana ini dihadiri Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir; Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus; dan Kepala Balitbanghub, Umiyatun Hayati Triastuti. Hadir pula Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D.; Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.; Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng.; dan Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, MSCE, Ph.D; serta sejumlah perwakilan peneliti.

Kepala Badan Litbang Perhubungan, Umiyatun Hayati mengatakan webinar ini memperhatikan arahan Menteri Perhubungan dan tindak lanjut kerja sama kolaborasi perguruan tinggi dengan Balitbanghub. Kolaborasi dilakukan dengan memperluas jaringan kerja sama dengan perguruan tinggi di tiap-tiap provinsi di Pulau Jawa.

“Kajian tidak terbatas hanya pada penanganan Covid-19,” ujar Hayati. Hasil dari diskusi dalam webinar juga diharapkan mampu mempertajam sudut pandang untuk mendukung kebijakan strategis di sektor transportasi.

Sementara itu, Budi Karya Sumadi menekankan perguruan tinggi memberikan masukan yang baik untuk menyusun kebijakan bidang transportasi. Pembahasan dalam webinar difokuskan pada penyelenggaraan transportasi yang aman selama masa pandemi Covid-19.

Budi Karya menekankan pada pentingnya gotong-royong dan kolaborasi untuk menyongsong visi-misi serta tujuan yang sama. Apalagi kini situasi menjadi kian dinamis.

Selanjutnya hasil kajian akan disampaikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Upaya ini menjadi baik karena tidak hanya berkaitan dengan transportasi di masa pandemi tetapi juga dibutuhkan demi kemajuan bangsa,” imbuh Budi Karya.

Jajaran DPR RI menyadari perlunya jaring pengaman ekonomi untuk menanggulangi dampak pandemi. Lasarus menyampaikan akan ada stimulus fiskal dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Fokus anggaran pada 2021 juga digunakan untuk pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan penyediaan kebutuhan dasar bagi masyarakat.

DPR RI akan mendorong terobosan strategis sektor transportasi untuk menanggulangi rendahnya perjalanan selama masa pandemi dan mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor ini. Antara lain dengan melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan risiko, kerja sama lintas sektor, penerapan protokol kesehatan ketat untuk penumpang dan logistik barang, serta mengoptimalkan sektor tol laut untuk menekan harga.  

Menteri BUMN, Erick Thohir, optimistis dengan kebangkitan ekonomi dan penekanan laju pandemi di Indonesia. Erick menyebutkan Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang secara gencar dan serius melakukan uji vaksin Covid-19. Seiring dengan itu, Indonesia juga menambah kapasitas tes polymerase chain reaction (PCR).

Erick memaparkan angka kesembuhan pasien Covid-29 di Indonesia mencapai 71% dengan tingkat kematian di bawah 4% dan kasus aktif 25%. Statistik ini jauh lebih baik dibandingkan Amerika Serikat dengan persentase kesembuhan 59%, dan Perancis yang hanya 23%.

Dengan demikian, keputusan pemerintah pusat untuk tidak menerapkan lock down dinilai sangat tepat. “Indonesia juga dalam posisi yang sangat baik jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura,” imbuh dia. 

Erick membagi program kerja penanganan Covid-19 ini menjadi Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Indonesia Sehat sepanjang 2020 dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan untuk menekan persebaran Covid-19. Penerapan protokol diikuti 3T yakni testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan) yang dilakukan secara masif. Selain itu pemerintah juga mengkampanyekan kebiasaan baru di masyarakat seperti selalu memakai masker dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. 

Erick menambahkan program Indonesia Bekerja diimplementasikan dengan mempercepat serapan anggaran dan memasukkan program-program baru. Pemerintah menyiapkan program bantuan produktif usaha mikro untuk 12,2 juta unit usaha dan bantuan subsidi gaji bagi 15,7 juta pekerja. Ditambah dengan subsidi listrik, bantuan sosial tambahan, dan program padat karya. Hasil program tersebut diharapkan mampu menuju Indonesia Tumbuh antara lain dengan memperkecil skala impor dan membangun pariwisata hingga ke daerah.

Dalam webinar ini, para peneliti memberikan rekomendasi baik untuk transportasi darat, laut, udara, maupun mengantisipasi pergerakan orang. Untuk meminimalkan pergerakan orang misalnya, peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) mengusulkan untuk mengefektifkan jam kerja. Selain itu penggunaan robot atau kecerdasan buatan juga dianggap sebagai solusi pelayanan transportasi yang bisa meminimalkan kontak langsung petugas dengan penumpang. Di sektor fiskal, peneliti dari empat universitas mengusulkan keringanan pajak dan penguatan pendapatan di bidang transportasi.

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., mengusulkan adanya pembangunan paradigma baru di sektor transportasi perkeretaapian. Paradigma ini tidak sekadar membentuk transportasi yang aman, tetapi juga mampu memperkuat sektor bisnis. Dia menekankan keberjalanan moda transportasi tidak sekadar menutupi biaya operasional. “Public service harus kita tingkatkan sebagai layanan yang humanis yang menjadi paradigma baru,” ungkap Panut. 

Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D., menambahkan di sektor penerbangan diperlukan pembangunan visi dan kolaborasi agar penerbangan berjalan aman, nyaman, dan sehat. Layanan penerbangan perlu menerapkan standar kesehatan, optimalisasi kinerja kru pesawat, serta menyesuaikan diri dengan perilaku masyarakat yang saat ini tengah merespons dampak pandemi Covid-19. 

Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., dalam kajian mengenai transportasi laut, sungai, danau, dan penyeberangan menekankan adanya kontrol terhadap persaingan yang sehat antarpemilik moda transportasi. Sementara Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, MSCE, Ph.D saat mengkaji pergerakan orang di bidang transportasi jalan selama pandemi  Covid-19 menekankan perlunya strategi baru untuk mengendalikan kerumunan di semua lapisan masyarakat. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital. 

Kebijakan-kebijakan dalam diskusi banyak diberi masukan oleh organisasi transportasi. Di antaranya Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesia (Gapasdap), Dewan Pimpinan Pusat Organda, dan Indonesia National Air Carriers Association (INACA).

Komentar