BALITBANGHUB MENGEMBANGKAN PURWARUPA TEKNOLOGI SISTEM DETEKSI FOREIGN OBJECT DEBRIS (FOD)

Jakarta- Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menggelar diskusi terarah dengan tema Pengembangan Purwarupa Teknologi Sistem Deteksi Foreign Object Debris (FOD). Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin (03/12) secara virtual.

Umiyatun Hayati Triastuti selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mengatakan bahwa masalah teknologi ini menjadi penting untuk sektor transportasi, khususnya untuk menunjang keselamatan penerbangan.

“Transportasi udara merupakan tulang punggung Indonesia sebagai negara kepulauan dan ini menjadi penting karena ke depan kita membutuhkan tidak hanya transportasi yang selamat tapi juga cepat dan tepat waktu,” ujar Hayati. 

Di dunia penerbangan material yang berada di bandara sangat berbahaya untuk pesawat yang beroperasi di bandara. Diperlukan alat untuk mendeteksi benda asing yang berpotensi membahayakan pesawat.

Novyanto Widadi selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara mengatakan FOD berasal dari bagian pesawat yang terlepas saat takeoff ataupun landing yang dapat membahayakan pesawat itu sendiri, maka diperlukan sistem keamanan untuk memonitoring benda yang dapat berpotensi membahayakan pesawat seperti kerikil atau aspal yang dapat tersedot kedalam mesin pesawat yang dapat ditemukan di area apron maupun kargo.

Sistem deteksi FOD dibutuhkan sebagai sistem keamanan untuk membantu memonitoring landas pacu dari berbagai benda asing. Direktur Airnav Mohamad Pramintohadi Sukarno menyebutkan alat ini dapat bermanfaat sekali bagi pilot dan airnav untuk mengoptimalkan penggunaan runway bandara. 

“Penggunaan alat ini bisa dipakai dengan menyesuaikan traffic di bandara. Jika alat ini lolos secara regulasi, tentunya akan membantu inspeksi yang dilakukan manual selama ini,” tegasnya.

Untuk lebih memaksimalkan penggunaan alat ini maka penempatan kamera di area bandara harus memperhatikan ketinggian dan bahan material yang digunakan. Jangkauan kamera harus ditingkatkan sehingga tingkat akurasi yang lebih tinggi. 

“Kamera ini harus bisa mendeteksi adanya material yang lepas seperti logam dan kerikil di area bandara,” tandas Perwakilan Direktur Bandara Udara Puji Setyono. (kat/bgs)

Komentar