BALITBANGHUB KEMENHUB GELAR WEBINAR SERIES, PAPARKAN HASIL STUDI DAN KERJA SAMA DENGAN ITB-UGM TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 DI SEKTOR KERETA API

Jakarta - Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Balitbanghub Kementerian Perhubungan menggelar webinar pada Jumat (18/9). Webinar bertema “Kebijakan Pengendalian dan Ketahanan Bisnis Angkutan Jalan dan Perkeretaapian saat Pandemi” ini dilakukan dalam rangka mendukung berbagai kebijakan yang diperlukan untuk merespon penanganan dan pencegahan Covid-19 di sektor transportasi.

Seminar ini merupakan kelanjutan dari kick-off Webinar Series yang diselenggarakan dengan melibatkan empat Perguruan Tinggi, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti dalam sambutannya menjelaskan, transportasi merupakan derrived demand terhadap aktivitas harian individu. Namun, PSBB yang saat ini sedang diberlakukan, akan secara langsung berpengaruh terhadap kelangsungan hidup operator transportasi. 

“Sebagai instansi kelitbangan, kami menjalankan fungsinya dalam meneliti pengaruh pandemi terhadap sektor transportasi jalan dan perkeretaapian serta merumuskan upaya-upaya pengendalian terhadap dampak dari pandemi ini di sektor transportasi jalan dan perkeretaapian,” ucap Hayati. 

Hayati melanjutkan, mengingat pentingnya peran kelitbangan sebagai dasar mewujudkan kebijakan-kebijakan yang tepat guna, maka Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan akan terus berupaya untuk tetap dapat memberikan kontribusi seoptimal mungkin bagi kemajuan bangsa dan negara.

“Kerja sama yang baik dengan para akademisi dan perguruan tinggi akan terus kami jaga dengan baik dan kami perluas dengan melibatkan semua pemangku kepentingan lainnya, baik dari kalangan industri, operator, maupun organisasi kemasyarakatan yang terkait dengan sektor transportasi guna menghasilkan  rumusan-rumusan kebijakan transportasi yang tepat dan implementatif,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Balitbanghub Cucu Mulyana menjelaskan, salah satu tujuan webinar ini adalah untuk menyampaikan hasil kajian kepada pemangku kepentingan, khususnya di sektor transportasi angkutan jalan dan perkeretaapian. 

“Transportasi, sebagai salah satu sektor yang terdampak besar akibat penurunan penumpang yang drastis, menjadi sektor yang disoroti oleh pemerintah terutama untuk menjaga agar bisnis transportasi tetap beroperasi dan menyediakan layanan kepada masyarakat,” ucap Cucu. 

Empat perwakilan dari UGM dan ITB hadir pada webinar ini. Sebagai pembicara pertama,. Dr. Ir. Arif Wismadi, MSc., Ahli Perencanaan Transportasi Pustral UGM, memaparkan tentang “Kebijakan Pengendalian Transportasi Perkeretaapian Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19”. 

Salah satu hal yang dibahas Arif pada pemaparannya adalah tentang kesiapan masyarakat dalam merespons Covid-19. Melalui riset yang dilakukan tim UGM menunjukkan, tingginya aspek pengetahuan dan pengalaman, menunjukkan masyarakat punya karakter learning by doing dalam merespon dinamika Covid-19. 

“Secara keseluruhan, kondisi sosial ini menunjukkan tren positif karena masyarakat sudah mengenal layanan KA dengan baik,” ucap Arif. 

Pembicara kedua, Dr. Agung Wicaksono, Ahli Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, menyampaikan materi tentang “Kebijakan Pengendalian Ketahanan Bisnis Angkutan jalan dan Perkeretaapian saat Pandemi”. 

Beberapa saran yang mereka sampaikan antara lain standarisasi penerapan protokol Covid-19 dengan dukungan teknologi, penegakan hukum pada angkutan umum ilegal, serta operator memiliki SOP protokol kesehatan dengan konsep perilaku manusia. 

Komentar