BALITBANGHUB DUKUNG PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Jakarta—Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024 pada Senin (21/6). Kegiatan sosialisasi ini diadakan sebagai upaya memupuk jiwa korps pegawai Balitbanghub yang bebas Narkoba, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Jalan dan Perkeretaapian, Eddy Gunawan. Dalam sambutannya Eddy menyampaikan bahwa sektor transportasi bisa menjadi mata rantai dalam peredaran narkoba khusunya pada simpul-simpul transportasi laut yang menjadi pintu masuk peredaran narkoba paling dominan.

“Para ASN harus menjadi contoh dalam membentengi diri dan keluarga dari pengaruh bahaya narkoba dan aktif membantu pemberantasan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan Masyarakat,” imbuh Eddy.

Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf di lingkungan Balitbanghub dengan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) Kemenhub, serta Biro Kepegawaian dan Organisasi Kemenhub.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, pada tanggal 28 Februari 2020 dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), Pemerintah terus berupaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan berbagai cara.

Pemateri pertama diisi oleh Richard Nainggolan selaku Direktur Peran Serta Masyarakat BNN RI dengan tema “Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Penanggulangannya”. Dalam pemaparannya Richard menyampaikan dari sisi geografis Indonesia merupakan jalur masuk yang sangat mudah untuk peredaran dan penyelundupan narkoba. Selain itu, banyaknya jumlah penduduk di Indonesia juga menjadi sasaran potensial.

“Bahaya penggunaan narkotika saat pandemi Covid-19 menjadi dua kali lipat karena orang yang menggunakan narkotika akan menjadi orang yang rentan terhadap virus Covid-19 karena seluruh organ tubuhnya telah rusak,” jelasnya.

Richard menambahkan bahwa terdapat beberapa faktor kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba antara lain, adanya komitmen diri untuk menjaga lingkungan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba, berkonsolidasi dan berkontribusi Bersama mendukung penanganan narkoba, perlunya regulasi pencegahan di lingkungan Balitbanghub dan dilakukannya tes narkoba secara berkala.

Pemapar kedua yakni Sigit Irfansyah selaku Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) menyampaikan bahwa, SDM transportasi yang sehat, kompeten dan bebas dari penyalahgunaan narkoba sangat penting dalam penyelenggaraan jasa transportasi. Oleh sebab itu pihaknya terus berupaya dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Sudah ada beberapa langkah pencegahan yang dilakukan seperti: Peningkatan Kampanye Publik, Pembentukan Regulasi P4GN, Deteksi Dini – Tes Urine, Pembentukan Satgas Penggiat Anti Narkoba, Pengembangan topik anti narkoba di sekolah kedinasan, serta Dukungan dalam perencanaan penguatan Grand Design Alternative Development (GDAD) Prov. Aceh,” ungkap Sigit.

Sementara di bidang pemberantasan telah dilakukan pembersihan tempat dan kawasan rawan peredaran, penguatan pengawasan di pintu-pintu masuk jalur transportasi serta adanya pengembangan sistem interdiksi terpadu.

Hadir pada kesempatan yang sama, Sukirno Dwi Susilo selaku Kepala Bagian Mutasi, Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai menyampaikan materi terkait penindakan disiplin bagi ASN yang menyalahgunakan narkotika.

“Tindak disiplin pegawai sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajeman Pegawai Negeri Sipil. Pada Pasal 26 huruf c disebutkan bahwa PNS diberhentikan sementara, apabila ditahan oleh pihak yang berwajib karena menjadi tersangka tindak pidana, dalam hal ini tindak pidana narkotika,” jelas Sukirno.

Selain sosialisasi secara daring, terdapat rangkaian kegiatan Tes Urine bagi para pegawai di Lingkungan Balitbanghub sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Komentar

Tulis Komentar