BALITBANGHUB DUKUNG PELAYANAN TRANSPORTASI LAUT, SUNGAI, DANAU DAN PENYEBERANGAN UNTUK MENUNJANG PARIWISATA

Jakarta- Sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil kajian perorangan yang dilakukan para peneliti, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) melalui Pusat Penelitian Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan (Puslitbang LSDP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu (11/11). Kegiatan yang dilaksungkan secara virtual ini mengusung tema Dukungan Pelayanan Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan untuk Menunjang Pariwisata.

“Melalui kegiatan diskusi ini kami berharap mendapatkan masukan yang komprehensif dari stakeholder, baik operator, swasta, maupun masyarakat sehingga diperoleh hasil kajian yang sempurna,” ujar Plt. Kapuslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan, Masrono Yugihartiman. 

Diskusi kali ini menampilkan 3 hasil penelitian yang disampaikan dengan judul, Peningkatan Transportasi Air di Danau Rusa Kecamatan XIII Koto Kampar dalam Mendukung Pariwisata oleh Dr. Syafril, Conceptual Design Motorized Multipurpose Barge untuk Menunjang Transportasi dan Pariwisata di Danau Toba oleh Abdy Kurniawan, dan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Transportasi Laut dalam Mendukung Pengembangan Daerah Tujuan Wisata Likupang oleh Drs. Edward Marpaung, MM.



Sarana dan Prasarana Transportasi Laut Penunjang Pariwisata 

Pengembangan pariwisata perlu didukung oleh ketersediaan transportasi yang nyaman sebagai penunjang. Dengan adanya peningkatan pelayanan transportasi dapat menjadikan nilai tambah bagi destinasi wisata khususnya pada 10 destinasi wisata prioritas atau program 10 Bali Baru.

Program 10 Bali Baru merupakan program pemerintah untuk mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas dalam mendongkrak pemerataan pariwisata Indonesia. Dari 10 destinasi wisata prioritas, lima di antaranya super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Penetapan lokasi 10 destinasi wisata serta masih minimnya sarana transportasi khususnya kapal wisata melatarbelakangi para peneliti untuk melakukan kajian di beberapa kawasan tersebut.

“Kapal merupakan fasilitas penting pendukung mobilitas penduduk, angkutan barang dan sektor pariwisata, oleh sebab itu kami melakukan kajian conceptual design kapal Toba Tourism Barge untuk menjadi wahana yang menawarkan alternatif baru dalam menikmati wisata di Danau Toba,” jelas Abdy Kurniawan.

Abdy melanjutkan bahwa, Conceptual Design Toba Tourism Barge didesain dengan menggabungkan konsep Landing Craft dengan Barge menjadi sebuah kapal wisata yang multifungsi dan bisa beroperasi dengan konsep port to port, port to shore dan shore to shore.

Dari hasil analisis awal menunjukkan bahwa Toba Tourism Barge telah memenuhi standar untuk kriteria stabilitas sesuai dengan kondisi wilayah perairan di Danau Toba. Diharapkan Conceptual design Toba Tourism Barge dapat dilanjutkan ke tahapan basic design untuk selanjutnya dilakukan uji model pada laboratorium hidrodinamika yang mencakup uji tarik, resistant, stabilitas dan manuver.

Sementara itu, Edward Marpaung membahas mengenai kebutuhan sarana dan prasarana transportasi laut di daerah tujuan wisata Likupang. Kawasan wisata yang berada di ujung provinsi Sulawesi Utara ini didominasi oleh deretan pantai dengan balutan laut biru yang mengagumkan.

“Keberadaan lokasi wisata Likupang masih belum didukung oleh sarana transportasi yang mumpuni. Kapal khusus wisata dari Likupang ke pulau-pulau terdekat, seperti Lihaga, Gangga, Bangka dan Talise masih sangat minim serta tidak adanya dermaga khusus kapal wisata di pelabuhan Likupang, dan di pulau tujuan wisata,” ujar Edward.

Dalam kajiannya, Edward melakukan analisis terhadap pelayanan transportsi laut dengan memperhatikan beberapa aspek seperti kapal, pelabuhan, sistem pelayanan dan aksesibilitas. Dari hasil kajian tersebut diperoleh beberapa rekomendasi antara lain: penyediaan pembiayaan non APBN seperti KPBU dalam pembangunan infrastruktur Pelabuhan Likupang, selain itu perlu adanya studi lanjut terkait desain kapal wisata yang sesuai dengan gelombang perairan Likupang serta pengerukan untuk pelebaran alur pelayaran dan kolam pelabuhan.

Turut hadir memberikan masukan dalam diskusi kali ini, perwakilan dari PT.PELNI; Perwakilan dari PT. ASDP Indonesia Ferry; Ir. Tri Achmadi, Ph.D; Asisten Deputi Pengembagan Pariwisata Berkelanjutan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi; serta Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Komentar