BALITBANGHUB BERSAMA UNIVERSITAS INDONESIA KAJI PENINGKATAN FASILITAS KEAMANAN DAN KESEHATAN DI BANDAR UDARA PADA MASA PANDEMI COVID-19

Jakarta—Pandemi COVID-19 mempengaruhi segala aspek kehidupan termasuk pada sektor penerbangan. Bandar udara sebagai fasilitas vital mempunyai peran penting sebagai titik awal penjagaan dari gangguan atau ancaman yang membahayakan keamanan dan kesehatan. Oleh karena itu, fasilitas keamanan dan kesehatan di bandar udara saat ini perlu menjadi perhatian khusus.

Berkaitan dengan hal tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) melalui Puslitbang Transportasi Udara bersama UP2M Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (POLAR) menggelar kegiatan diseminasi hasil penelitian terkait “Strategi Penerbangan Indonesia dalam Peningkatan Fasilitas Keamanan dan Kesehatan di Bandar Udara di Masa Pandemi COVID-19” pada Rabu (24/11). Kegiatan yang digelar secara luring dan daring ini dibuka langsung oleh Kepala Puslitbang Transportasi Udara, Capt. Novyanto Widadi.

“Pencegahan dan pengawasan penyakit menular di masa pandemi Covid-19 ini sangat penting dilakukan pada prasarana dan sarana transportasi udara, sehingga kegiatan penerbangan dapat berlangsung dengan sehat dan selamat bagi pekerja/personil yang terlibat dalam kegiatan penerbangan,” tutur Novy.

Novy menambahkan, selain penumpang para pekerja dan personil penerbangan juga memiliki risiko terpapar COVID-19 oleh sebab itu diperlukan standar kesehatan, keselamatan dan keamanan bandar udara untuk dan dapat diterapkan pada personil penerbangan, pekerja di bandar udara dan penumpang pesawat udara serta memastikan standar kesehatan, keselamatan dan keamanan tersebut dapat diaplikasikan di bandar udara di Indonesia.

Salah satu Tim Ahli dari POLAR UI, dr.Syougie, Sp.KP, menyampaikan bahwa kebijakan protokol pencegahan pengendalian COVID-19 di bandar udara telah berjalan dengan baik, kerjasama penelitian ini dilakukan guna melengkapinya dari aspek-aspek yang terkait dengan kesehatan di bandar udara.

Terdapat tiga aspek yang menjadi rekomendasi dalam upaya peningkatan fasilitas kesehatan bandar udara, antar lain:

1.    Aspek kebijakan yaitu dengan kebijakan satu pintu dan perlunya sosialisai adanya perubahan kebijakan terkait syarat perjalanan.

2.    Aspek kelembagaan, pengelola bandara bertanggung jawab terhadap penyediaan fasilitas secara lengkap untuk menerapkan protokol kesehatan dan kekarantinaan terbatas pada penumpang.

3.    Aspek ketiga adalah fasilitas kesehatan di bandar udara dengan merekomendasikan penyediaan ruang isolasi bagi penumpang yang didapati bergejala COVID-19 terutama di terminal kedatangan Internasional & Domestik.

Pada kesempatan yang sama, Doni Hikmat Ramdhan,SKM., M.KKK., Ph.D, yang juga anggota Tim Ahli dari POLAR UI menyampaikan bahwa regulasi yang ada di Indonesia, terutama Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara, Nomor 40 Tahun 2020 telah mengakomodasi langkah-langkah keamanan penerbangan dalam masa kegiatan masyarakat produktif dan aman dari COVID-19 sebagai upaya pencegahan baik bagi personil keamanan penerbangan, penumpang dan non penumpang yang mencakup pengamanan bandar udara, penagamanan angkutan udara, pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos, pendidikan dan pelatihan, dan pelaksanaan pengawasan.

“Di masa sekarang, perlu dilakukan upaya peningkatan khususnya di fasilitas keamanan di area bandar udara. Setiap personil di bandara sebaiknya dilengkapi dengan pelindung yang memadai serta edukasi terkait penerapan protokol kesehatan.

Hadir sebagai pembahas, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa saat ini perubahan aturan perjalanan yang dinamis dilakukan demi keamanan perjalanan di tengah pandemik.

“Kebijakan pengendalian COVID-19 amat dinamis termasuk terkait protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan. Peraturan tersebut selalu disesuaikan dengan kondisi perkembangan COVID-19 di Indonesia,” tutur Wiku. 

Rekomendasi peningkatan aspek kesehatan dan keamanan di sektor penerbangan merupakan hal yang penting dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Peningkatan terhadap aspek tersebut bertujuan membuat pertumbuhan perekonomian di sektor penerbangan dan pecegahan COVID-19 berjalan secara beriringan, selain itu dapat memberikan kenyamanan yang lebih bagi pengguna transportasi udara.

Komentar

Tulis Komentar