BALITBANGHUB BAHAS DUKUNGAN TRANSPORTASI LAUT UNTUK IBUKOTA NEGARA

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Puslitbang LSDP) menyelenggarakan diskusi terarah secara virtual dengan tema Dukungan Transportasi Laut Terhadap Pembangunan Ibukota Negara pada Selasa (10/11). Seperti diketahui,  Presiden Joko Widodo telah mengumumkan pemindahan Ibukota Negara pada 26 Agustus 2019.


“Diskusi terarah ini sangat bagus, karena bisa meningkatkan kualitas hasil penelitian dari para peneliti,” Ujar Sekretaris Badan Litbang Perhubungan, M. Yugihartiman pada sambutan pembukaan diskusi terarah.


Dengan adanya rencana pemindahan Ibukota Negara, tentunya sangat memerlukan persiapan yang matang, diantaranya sistem transportasi, khususnya transportasi laut. Oleh karena itu, pada diskusi terarah ini akan diangkat dua topik yang dipaparkan oleh peneliti dari Puslitbang LSDP, diantaranya Pengembangan Pelabuhan Umum Untuk Mendukung Pembangunan di Kawasan Ibukota Negara Dengan Konsep Smart City, Smart Mobility oleh Jhonny Malisan, serta Kebutuhan Transportasi Laut Dari Sulawesi Selatan Untuk Mendukung Wilayah Ibukota Negara Baru oleh Paulus Raga.


 

Pengembangan Pelabuhan Berkonsep Smart City, Smart Mobility


Lokasi Ibukota Negara yang strategis membuat Kawasan ini memiliki potensi yang besar untuk integrasi transportasi, khususnya transportasi laut. Sehingga sistem transportasi yang diusung oleh Kementerian Perhubungan adalah smart, Integrated, dan sustainable transport. Program ini dinilai akan berdampak positif bagi pemerataan pembangunan dan meningkatkan produktivitas, konektivitas, inovasi, dan teknologi.


Berdasarkan hasil kajian, terdapat beberapa Pelabuhan yang potensial sebagai tempat distribusi logistik seperti Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal.


“Kedua pelabuhan tersebut memiliki potensi namun tetap perlu diupayakan pembangunan alur laut alur sungai dengan pola pengembangan berdasarkan smart port dan eco port friendly,” ujar Jhonny.


Lebih lanjut, Jhonny mengatakan Smart Port sebagai infrastruktur transportasi yang mendukung pengembangan smart city merupakan daya Tarik yang besar dan Sebagian besar Pelabuhan utama merupakan bagian dari smart city. 


“Kolaborasi smart port dalam smart city akan lebih baik daripada masing-masing fokus pada kegiatan operasional secara terpisah,”imbuhnya.


Pengembangan smart port akan menunjukan bahwa industry maritime telah beralih dari proses tradisional ke digital, sehingga dapat memunculkan peluang baru dalam menerapkan teknologi digital seperti Artificial Inteligence (AI), Big Data, Internet of Things, serta Blockchain.

 

Kebutuhan Transportasi Laut Dari Sulawesi Selatan Untuk Mendukung Wilayah Ibukota Negara Baru


Sebagai wilayah yang berada dekat dengan Pulau Sulawesi, Kawasan Ibukota Negara tentu membutuhkan peranan dari transportasi laut. Peranan transportasi laut sangat penting, strategis, dan dominan dalam pemenuhan kebutuhan pembangunan Ibukota Negara. Hal ini dikarenakan Pulau Sulawesi merupakan wilayah terdekat dengan potensi sumber daya alam yang dapat mendukung wilayah pembangunan Ibukota Negara.


Pengiriman barang logistik, mulai dari pra konstruksi, konstruksi, hingga pasca konstruksi atau operasional Ibukota Negara, tidak akan pernah lepas dari peranan transportasi laut. Namun untuk merealisasikan hal tersebut, tentu perlu kesiapan masing-masing Pelabuhan di Kalimantan Timur agar dapat diketahui dengan pasti kapasitas yang dapat disediakan dalam rangka bongkar muat barang.


“Pelabuhan Samarinda dapat diarahkan untuk pembongkaran barang tertentu dengan pertimbangan lingkungan sekitar Pelabuhan,” ujar Paulus.


Paulus juga mengatakan jenis barang yang dapat diarahkan di Pelabuhan Samarinda (selain bahan pangan) adalah jenis barang pra cetak, kabel, pipa dan barang sejenisnya karena jenis barang ini dapat diangkut pada kondisi tententu dimana aktivitas jalan sudah berkurang dan tidak menjadi beban terhadap jaringan jalan yang dilalui. Selain itu, Paulus juga mengatakan bahwa dibutuhkan juga pengembangan fasilitas Pelabuhan Teluk Palu untuk meningkatkan pelayanan produksi Pelabuhan agar tidak menjadi hambatan yang mempengaruhi distribusi dan penanganan penumpang di wilayah Sulawesi Tengah.

Komentar