BADAN LITBANG PERHUBUNGAN MELAKUKAN KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI MASA PEMBATASAN TRANSPORTASI IDUL FITRI 1442 H DI KALIMANTAN BARAT

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Bapak Umar Aris melakukan kunjungan ke beberapa sarana transportasi, yaitu Bandara Supadio Pontianak, Terminal ALBN Ambawang, serta Pelabuhan Dwikora Pontianak, pada Minggu (16/5) dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pengendalian transportasi Idul Fitri Tahun 1442 H yang telah diputuskan oleh Pemerintah sejak tanggal 6-17 Mei 2021 dengan tujuan mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

Kunjungan pertama dilakukan ke Bandara Supadio Pontianak. Dari data yang dihimpun, terdapat penurunan penumpang sebesar 21% dibandingkan dengan masa lebaran tahun lalu. Selama masa pengendalian transportasi, rata-rata hanya terdapat 2 penerbangan dalam sehari, dimana pada hari Minggu (16/5) tercatat ada 4 penerbangan dari Jakarta. Sebagai bentuk pengawasan dan pemantauan, telah dibentuk posko di bandara Supadio dan berkoordinasi dengan TNI, POLRI, Dishub, dan pihak maskapai.

“Secara umum pelaksanaan kebijakan pengendalian transportasi di masa Idul Fitri ini sudah berjalan dengan baik. Hal ini bisa kita lihat dari berkurangnya jumlah penumpang yang cukup signifikan dibandingkan dengan lebaran tahun lalu.” ujar Kepala Badan Litbang perhubungan, Umar Aris.

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan rapat koordinasi yang dilakukan Bersama dengan pihak KSOP, BPTD Wilayah XIV Kalbar, Direktorat Navigasi Pontianak Ditjen Perhubungan Laut, Jasa Raharja, dan Dishub Kalbar. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakaan pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H.

Setelah rapat, kunjungan dilakukan di Terminal ALBN Ambawang. Di tempat ini, tidak terdapat pergerakan operasional di terminal, baik pada tahun 2020 maupun 2021, sehubungan dengan tutupnya PLBN (Pos Lalu Lintas batas Negara).

Mengakhiri rangkaian kegiatan monitoring peniadaan mudik Lebaran 1442 H, Kepala Badan Litbang Perhubungan mengunjungi Pelabuhan Dwikora Pontianak. Berdasarkan data dari Pelabuhan Dwikora selama masa pengendalian transportasi, terdapat penurunan yang cukup drastis selama masa pengendalian transportasi, dimana kedatangan penumpang berkurang 96%, dan keberangkatan penumpang berkurang 98%. Terdapat posko yang telah dibentuk untuk pengendalian dan pemantauan transportasi dengan melibatkan beberapa unsur instansi. “Dari kunjungan ini, data yang saya lihat tidak ada kejadian yang menonjol, sehingga bisa dikategorikan aman, lancar dan terkendali.” Ucap Kabadan bapak Umar Aris.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan di bawah Kementerian Perhubungan pun berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pengendalian transportasi ini dengan melakukan pengawasan dan evaluasi agar implementasi di lapangan bisa berjalan dengan baik.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh stake holder dan para pekerja di bidang transportasi sehingga pelaksanaan kebijakan ini bisa berjalan dengan baik. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, protokol kesehatan benar-benar diterapkan dengan baik guna mengurangi penyebaran Covid-19.” Ujar Kabadan Bapak Umar Aris.

Dalam kegiatan ini, turut mendampingi Bapak Makjen Sinaga selaku Kapuslitbang Transportasi Antarmoda, Bapak Syamsudin selaku Kepala BPTD XIV Kalbar, Bapak Hasan Basri selaku Kadisnav Pontianak, Bapak Akbar Putra selaku EGM Bandara Supadio, serta Bapak Aprianus Hangki, Bapak Kendeka, dan Bapak Eka dari KSOP.

Komentar