BADAN LITBANG PERHUBUNGAN LAKUKAN MONITORING MASA PENIADAAN MUDIK IDUL FITRI 2021 DI BEBERAPA SIMPUL TRANSPORTASI DI DAERAH KALIMANTAN SELATAN

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melakukan kunjungan ke beberapa titik simpul transportasi, yaitu Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Terminal Trisakti Pelabuhan Banjarmasin, Posko Perbatasan di wilayah Anjir Pasar, serta Terminal Tipe A Gambutt Barakat pada Minggu (9/5) hingga Senin (10/5) dalam rangka monitoring serta evaluasi kegiatan pengendalian transportasi dan peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H yang telah diputuskan oleh Pemerintah sejak tanggal 6-17 Mei 2021 dengan tujuan mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. 

Kunjungan pertama dilakukan ke Bandara Syamsudin Noor dimana kondisi disana terpantau sepi penumpang. Jumlah operasional pesawat dan pergerakan penumpang di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin mengalami penurunan yang cukup signifikan pada masa peniadaan mudik ini. Tercatat pada hari Minggu (9/5) jumlah keberangkatan dan kedatangan pesawat hanya ada 25 penerbangan, sedangkan pada saat belum adanya pemberlakuan peniadaan mudik (5 Mei) jumlah penerbangan ada 79. Dalam hal ini operasional moda transportasi udara mengalami penurunan sebanyak 54 penerbangan. Adapun untuk jumlah penumpang yang melakukan perjalanan dari dan ke Bandara Syamsudin Noor terhitung ada 674 orang, jika dibandingkan dengan tanggal 5 Mei 2021 sudah berkurang jauh dimana pada tanggal tersebut jumlah penumpang masih ada di angka 6.707 orang. 

“Seperti yang saya lihat, di Bandara Syamsudin Noor antisipasi peniadaan mudik dilakukan dengan sangat ketat. Penumpang yang akan menggunakan moda transportasi udara ini diseleksi secara menyeluruh dari segi persyaratan, apakah ada surat tugas dan surat bebas covid yang dibuktikan dengan hasil rapid test antigen. Jadi apabila ada beberapa penumpang itu memang bukan bertujuan untuk mudik, melainkan bertugas,” ujar Kepala Badan Litbang perhubungan, Umar Aris. 

Monitoring dilakukan dengan mendatangi juga Terminal Trisakti Pelabuhan Banjarmasin serta diadakan rapat koordinasi di Posko Terpadu Pengendalian Transportasi Laut guna mengetahui laporan data penumpang dan barang yang beroperasi. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Terpadu Pengendalian Transportasi, total penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Trisaksti Banjarmasin selama masa pengendalian non mudik sampai dengan hari Minggu (9/5) ada 823 orang termasuk supir truk dan kernet dengan rincian penumpang naik sebanyak 353 orang dan penumpang turun sebanyak 470 orang, total penumpang turun ini mengalami penurunan sebesar 22,19% atau sebanyak 134 orang pada masa pengendalian non mudik dibandingkan dengan tahun lalu di tanggal yang sama. 

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke wilayah penyekatan di Anjir Serapat, Perbatasan Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Selatan untuk dilakukan pemantauan dan peninjauan.

Mengakhiri rangkaian kegiatan monitoring peniadaan mudik Lebaran 1442 H, Kepala Badan Litbang Perhubungan mengunjungi Terminal Tipe A Gambut Barakat yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalimantan Selatan. 

Menurut hasil laporan data produksi kendaraan dan penumpang Terminal Tipe A Gambut Barakat, jenis angkutan yang beroperasi ada AKAP dan AKDP. Sebelum memasuki periode peniadaan mudik, pada tanggal 22 April – 5 Mei 2021 jumlah penumpang turun bus AKAP ada 1.152 orang dan penumpang naik sebanyak 1.036 orang, sedangkan ada 1.605 orang penumpang turun dan 1.746 penumpang naik bus AKDP. Namun, terhitung sejak tanggal 6 Mei kemarin tidak ada penumpang naik maupun turun di Terminal Tipe A ini. 

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan di bawah Kementerian Perhubungan juga akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan pengendalian transportasi untuk membatasi jumlah pergerakan penumpang di beberapa simpul transportasi perharinya dan memastikan bahwa penumpang yang melakukan perjalanan adalah untuk kepentingan non mudik dan memang dikecualikan dari larangan. 

“Pengendalian transportasi ini merupakan komitmen pemerintah pusat untuk memutus mata rantai covid-19 yang belum berakhir,” ucap Umar Aris 

“Kami memberikan apresiasi dan kesan yang sangat bagus kepada seluruh pihak terkait atas persiapan yang dilakukan dan juga pelaksanaannya yang sudah cukup baik,” sambungnya. 

Turut mendampingi pada kegiatan ini Kepala Puslitbang Transportasi Udara Novyanto Widadi, Kepala BPTD Wil 15 Provinsi Kalsel Zulmardi, serta KSOP kelas 1 Banjarmasin Revolin.


Komentar