BADAN LITBANG PERHUBUNGAN GELAR KUNJUNGAN KOLABORASI KE ITB

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menggelar courtesy call ke Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Kamis (20/5) dalam rangka pengembangan kolaborasi riset. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Litbang Perhubungan berbincang dengan Rektor ITB terkait rencana kolaborasi kedepannya.

Menurut Kepala Balitbanghub, Umar Aris, kemajuan pelayanan transportasi membutuhkan adanya inovasi dan sinergi antar stakeholders terkait. Sesuai dengan pendekatan konsep penta helix sebagai suatu bentuk gotong royong dalam pembangunan, perlu adanya kolaborasi antara Academic, Business, Community, Government, dan Media.

“Dalam penetapan kebijakan ini perlu didasarkan kepada kajian ilmiah yang melibatkan unsur-unsur tersebut,” tegas Umar Aris.

Pada kunjungan kali ini dibahas mengenai isu strategis dan rencana riset transportasi terutama transportasi udara dengan mempertimbangkan potensi kedirgantaraan di Indonesia termasuk peluang pemanfaatan pesawat N-219 untuk penerbangan seaplane.

“Tema-tema penelitian itu termasuk isu strategis di bidang transportasi, diantaranya keselamatan dan keamanan, konektivitas dan aksesibilitias, pelayanan transportasi, pengembangan transportasi di kawasan strategis pariwisata nasional, sistem transportasi ibukota negara, pengembangan transportasi di kawasan terluar, terdepan, tertinggal dan perbatasan, pengembangan sistem transportasi pendukung logistic, serta SDM dan kelembagaan,” jelas Umar Aris.

Balitbanghub secara berkelanjutan telah bekerja sama dengan ITB dalam beberapa penyusunan penelitian bersama di bidang udara, darat, laut, dan antarmoda. Pada tahun 2018 dan 2019 terdapat penelitian terkait transshipment dimana hasilnya menjadi masukan terhadap review masterplan bandara I Gusti Ngurah Rai dan menjadi topik di Renstra Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2020-2024. Kemudian, terdapat 15 kerjasama penelitian di tahun 2020, dan terdapat 15 penelitian di tahun 2021 ini.

"ITB mencoba untuk menjawab masalah yang sudah diidentifikasi oleh Kemenhub. Disini Kemenhub yang mengetahui persis kebutuhan transportasi nasional, ITB mencoba menajamkannya dan membantu bersama-sama peneliti untuk menyelesaikannya," ujar Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah.

Umar menegaskan, saat ini yang menjadi fokus utama Menteri Perhubungan adalah pengoperasian drone dan seaplane yang mengikuti kemajuan zaman. Khususnya termasuk peluang pemanfaatan pesawat N-219 untuk penerbangan seaplane.

Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Sigit P. Santosa mengatakan peluang seaplane di Indonesia cukup besar. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB bersama PT. Dirgantara Indonesia dan Badan Litbang Perhubungan berencana melakukan kerjasama penelitian terkait pengembangan seaplane di Indonesia

Menurut Aerodinamic Engineer PT. Dirgantara Indonesia, Sezsy, salah satu peluang dikembangkannya pesawat N-219 ini adalah melihat dari keadaan di daerah-daerah Indonesia.

"N-219 itu memang ditargetkan untuk ke arah bandara-bandara yang terpencil dan pemanfaatan jalur atau rute penerbangan perintis," lanjut Sezsy.

Pesawat N-219 sudah mendapat sertifikasi dari Kementerian Perhubungan dan saat ini tengah ada di tahap development dimana akan dilakukan beberapa peningkatan untuk design requirement dan juga perfomance agar nanti tidak ada degradasi performance bila sudah jadi seaplane atau pesawat amfibi.

“Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat terjalin suatu kerjasama yang strategis dan implementatif untuk kedua belah pihak serta dapat menjadi landasan untuk menjawab tantangan yang ada saat ini maupun ke depannya," tandas Umar.



Komentar