Loading...
BeritaKegiatan

TANTANGAN DAN KESEMPATAN DALAM INVESTASI INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI DI INDONESIA

asem6

asem4

Jakarta – Penyelenggaraan Pertemuan Asia Europe Meeting Transportasi Ministers Meeting (ASEM TMM) ke-4 Tahun 2017 telah dilakukan di Nusa Dua Bali. Dalam ASEM-TMM ini juga diselenggarakan Business Forum dan dihadiri oleh 35 delegasi, hadir diantaranya 15 menteri transportasi serta 4 organisasi internasional.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong sebagai keynote speech pada acara Business Forum mengungkapkan sekuritisasi aset dapat menjadi solusi menghadapi krisis finansial.

“Pemerintah Indonesia mencari peluang yang dapat dimasuki dalam jalur sutera modern antar negara atau dikenal dengan One Belt One Road (OBOR) melalui kerjasama investasi untuk pembangunan infrastruktur dalam mendukung konektivitas”. Kata Thomas Lembong saat paparan pada pertemuan Business Forum ASEM-TMM ke-4 Tahun 2017 di Nusa Dua Bali, Rabu (27/9/2017).

asem6

Pertemuan Business Forum ini dibagi dalam 4 sesi dengan pembicara dari berbagai instansi dalam negeri maupun luar negeri diantaranya Umiyatun Hayati Triastuti (KEMENHUB), Juvenul Shiundu (IMO), Chris Kanter (FIATA), Violetta Bulc (EU), Talli Triggs (GIZ), Yuweli Li (UNESCAP), Mototaka Morota (MRT), Evelyn G Masassya (PELINDO II), Willem Dedden (Port of Rotterdam), Marcin Osowski (G’Dansk Port), Danang S Baskoro (PT Angkasa Pura I), Novie Riyanto (AIRNAV), Shin Ok Chul (Incheon Airport) dan yang bertindak sebagai moderator Jimmy Nikijuluw, Danang Parikesit, Kemal Heryandri dan Arif Wibowo.

Dalam Pertemuan ini, disampaikan paparan terhadap beberapa tema yang terkait dengan investasi infrastruktur transportasi di Indonesia, yaitu :

  1. Global Maritime Fulcrum, Strenghthening Logistical Connectivity Of Asia and Europe Initatives
  2. Integrated Sustainable Transport : Increasing Collaboration Of Asia’s-Europe’s Regional Initatives
  3. Strengthening Asem’s Region Sea Ports Connectivity
  4. Strengthening Global Aviation Industry Through Asia Europe Collaboration.

asem5

Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti saat menyampaikan paparannya  mengatakan untuk mewujudkan visi dan misi negara Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (GMF) terdapat beberapa isu yang menjadi perhatian yaitu :

Pertama sinergitas dari berbagai sektor untuk mendukung program-program yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia melalui program tol laut. tol laut diharapkan dapat menurunkan disparitas harga dan mendorong pertumbuhan daerah hinterland. Peningkatan efektivitas dan efisiensi pembangunan pelabuhan dan konektivitas perlu dilakukan dengan pendekatan bundling melalui pembangunan kawasan yang diutamakan pada pembangunan wilayah perbatasan dan tertinggal.

Kedua membangun konektivitas dengan terus membangun infrastruktur maritim, menambah armada dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan pelabuhan. Konektivitas juga dapat ditingkatkan melalui aliansi antar pelabuhan di dunia.

Ketiga Strategi sektor energi, industri dan pariwisata dapat didekati melalui integrasi pembangunan infrastruktur dan bundling dengan daerah pedalaman dan zona khusus seperti Kawasan Ekonomi, Kawasan Industri, dan Kawasan Pariwisata.

“Pertemuan semacam ini perlu dilanjutkan, dan ini merupakan pertemuan yang pertama untuk dapat menyatukan konektivitas dan memberikan kemajuan dimasa yang akan datang untuk hubungan antara Asia dengan Eropa secara berkelajutan”. Kata Umiyatun Hayati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *