RAKORNIS BALITBANGHUB”, Mempertajam Sinergitas dan Fokus Prioritas Program Serta Menyusun Konsep Pengembangan Digitalisasi dan Big Data di Sektor Transportasi”.

Jakarta, (19/04/2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan sebagai bagian dari Kementerian Perhubungan memiliki tugas untuk meneliti/mengkaji/menelaah permasalahan dan mencari solusi untuk peningkatan pelayanan, keselamatan dan keamanan transportasi. Badan Litbang Perhubungan harus dapat memposisikan sebagai Center of Knowledge yang dapat menjadi garda terdepan dan mampu menjadi dapur dalam penetapan kebijakan-kebijakan strategis di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Dalam Rangka Sinergitas penelitian dan pengembangan Badan Litbang Perhubungan mengadakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) bidang penelitian dan pengembangan yang diselenggarakan pada tanggal 18 April 2018 bertempat di Hotel Grand Mercure Harmoni dan dihadiri oleh peserta dari unsur kementerian/LPNK pusat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Perguruan Tinggi Negeri dan beberapa perguruan Tinggi swasta yang memiliki disiplin ilmu bidang transportasi yang tergabung dalam Tim Dewan Pakar/Panel Ahli Transportasi serta Asosiasi.

Rakornis ini diselenggarakan dalam rangka mempertajam rencana kegiatan-kegiatan bidang penelitian dan pengembangan dan menyusun konsep pengembangan digitalisasi dan big data di sektor transportasi, Rakornis kali ini mengemukakan tema “Tantangan Penelitian dan Pengembangan Dalam Era Digitalisasi  dan Big Data Untuk Meningkatkan Kinerja Transportasi”. Sesuai jadwal, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir membuka dan memberikan keynote speach pada Rakornis tersebut

Sebelum dibuka Menhub, Kepala Balitbanghub Umiyatun Hayati Triastuti, melaporkan Tujuan penyelenggaraan Rakornis ini adalah mempertajam sinergitas dan fokus prioritas program dan rencana kegiatan real yang segera dibutuhkan atau quick wins yang diharapkan dapat dilaksanakan di Tahun Anggaran 2018 dan 2019 di bidang penelitian dan pengembangan. Selain itu juga menyusun konsep pengembangan digitalisasi dan big data di sektor transportasi.

Dari Rakornis ini menurut Kepala Badan Litbanghub diharapkan akan bermunculan ide-ide baru maupun masukan dari isu-isu strategis di sektor transportasi yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi peluang-peluang baru baik berbasis big data analisis maupun berbasis teknologi aplikasi yang dibutuhkan di era digitalisasi saat ini. Dalam mengantisipasi perkembangan teknologi yang pesat, diharapkan semua pihak bekerja sama sehingga lahir terobosan dan inovasi dari ketidakmungkinan yang bisa menjadi solusi demi terwujudnya sistem transportasi yang handal, efisien, efektif dan terjangkau,

tersedianya program bersifat quick wins terhadap permasalahan dan isu-isu strategis saat ini dan yang akan datang di bidang transportasi dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Kedua, terwujudnya suatu konsep pengembangan digitalisasi dan big data di sektor transportasi melalui harmonisasi penelitian dengan instansi pusat dan daerah, perguruan tinggi, dan Asosiasi,” papar Kepala Balitbanghub.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam kesempatan ini juga Kabadan Litbang Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti memaparkan hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) tahun 2017.

Menurut Kabadan Litbanghub, ada beberapa poin penting hasil Rakornis 2017 diantaranya adalah:

  1. Perlu peningkatan kolaborasi/ kerja sama antara Badan Litbang Perhubungan dengan Perguruan Tinggi, Kementerian lain, Lembaga Riset dan industri baik swasta maupun BUMN serta lembaga profesional di bidang transportasi lainnya.
  2. Perlunya memberikan pelayanan penelitian dengan merespon isu-isu strategis/ fundamental dan aktual baik internal (kebutuhan/ masukan sub sektor) maupun eksternal serta fokus pada permasalahan yang perlu penyelesaian segera.
  3. Lebih sensitif dan responsif terhadap perkembangan teknologi transportasi yang semakin cepat, namun tetap memerhatikan kemanfaatan, kesiapan dan kesesuaian dengan kondisi di Indonesia.
  4. Perlunya menyusun rencana induk penelitian dan pengembangan transportasi dengan mensinerginkan acuan Renstra Kementerian Perhubungan dengan pada roadmap/rencana induk riset nasional yang disusun oleh Kemenristek Dikti. Dalam rencana induk disusun fokus/tema penelitian agar bersinergi dengan sektor lainnya.
  5. Diperlukan penyusunan indikator pengembangan dan operasional transportasi, baik skala nasional maupun lokal.
  6. Dukungan penelitian terhadap BUMN transportasi terkait dengan peningkatan pelayanan, konektivitas dan integrasi antarmoda (misalnya KA bandara, KA pelabuhan).
  7. Sinergi antarlembaga riset termasuk Badan Litbang Perhubungan dengan industri yang perlu terus ditingkatkan agar hasil penelitian yang dihasilkan dapat dimanfaatkan/diimplementasikan, dengan mengantisipasi kebutuhan SDM dan perkembangan teknologi.
  8. Badan Litbang Perhubungan perlu menampilkan/mempublikasikan produk-produk hasil penelitiannya agar diketahui/dikenal oleh masyarakat dan stakeholders, antara lain dengan melaksanakan kolokium, dan lain-lain.

Lebih lanjut Kabadan Litbanghub menyampaikan bahwa pada Rakornis tahun ini, terdapat 200 peserta dari para pejabat pemerintah di lingkungan Kementerian Perhubungan, Kepala Dinas Perhubungan Propinsi, Perguruan Tinggi, Dewan Pakar Transportasi, serta Asosiasi yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan jasa transportasi.

“Ada juga perwakilan mahasiswa dan kaum muda yang bergerak dalam bidang pengembangan transportasi, big data dan start up,” ucap Kabadan Litbanghub

Kepala Balitbanghub menyampaikan bahwa acara Rakornis telah diawali dengan diskusi pra rakornis yang dilaksanakan kemarin (17/4/2018) yaitu pertemuan dengan Perguruan Tinggi, Dewan Pakar dan Panel Ahli untuk membahas Roadmap Penelitian dan Pengembangan Perhubungan di Era Digitalisasi dan Pemanfaatan Big Data Dalam Meningkatkan Kinerja Transportasi Dalam Jangka Pendek (Quick Wins) dan Jangka Panjang dengan topik bahasan Evaluasi hasil Rakornsi 2017, Program Pengembangan Digitalisasi Transportasi Jangka Panjang Pendek (Quick Wins) dan Reposisi Badan Litbang Perhumengan” lapor Kabadan”.

Kemudian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Badan Litbang Perhubungan harus dapat berperan dan memposisikan diri sebagai suatu Center of Knowledge yang dapat menjadi garda terdepan dan mampu menjadi dapur dalam mengolah kesiapan dan kemantapan dalam penetapan kebijakan strategis di lingkungan Kementerian Perhubungan. “Digitalisasi di sektor transportasi harus dapat dimanfaatkan untuk menunjang penerapan kebijakan berbagai isu strategis di lingkungan Kemenhub,” jelas Menhub saat membuka Rakernis Balitbang Perhubungan Tahun 2018 pada rabu 18/4/2018 di Jakarta,

Menhub mengatakan, beberapa hal yang harus segera diaplikasikan menggunakan teknologi informasi dan digitalisasi antara lain Digitalisasi Pelabuhan Untuk Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaan dan Pelayanan, Digitalisasi Pemanfaatan Ruang Bagasi Tercatat Penumpang Pesawat Udara Yang Tidak Terpakai, Digitalisasi Penerbitan Sertifikat Rancang Bangun Uji Tipe Secara On Line, Digitalisasi Sistem Informasi Bus Pemadu Moda Bandar Udara, Digitalisasi Jembatan Timbang. “Sebagai pusat pengetahuan (Center of Knowledge) di bidang transportasi, perlu meningkatkan penerbitan buku pengetahuan transportasi melalui kegiatan Knowledge Sharing Program (KSP),” pesan Menhub.

Sejalan dengan tuntutan pelayanan melalui pemanfaatan tekonologi digitalisasi, Menhub minta, agar melakukan explorasi terhadap kegiatan penelitian yang mengarah kepada digitalisasi dan teknologi. Selain itu juga perlu menggali isu-isu strategis di sektor transportasi yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi peluang-peluang baru baik berbasis big data analisis maupun berbasis teknologi aplikasi, yang bisa menjadi solusi demi terwujudnya sistem transportasi yang efektif dan efisien.

Menhub berharap, Balitbang mengimplementasikan tupoksinya yaitu meneliti/mengkaji/menelaah permasalahan dan mencari solusi untuk peningkatan pelayanan, keselamatan dan keamanan transportasi yang strategis, baik untuk yang bersifat quick wins, maupun yang diperlukan untuk pengembangan secara jangka panjang.

Rakornis diharapkan dapat mempertajam sinergitas dan fokus prioritas program dan kegiatan di Badan Litbang Perhubungan agar dapat merespon kebutuhan kegiatan real yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, penyusunan konsep dan rencana pengembangan digitalisasi dan Big Data di sektor transportasi harus dapat mendorong berbagai terobosan dan perubahan cara berpikir, serta membuka peluang-peluang baru untuk berkreasi dan berinovasi dalam merespon kebutuhan peningkatan kinerja transportasi”, tegas Menhub”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *