Puslitbang Transportasi Udara Gelar FGD “,Pengembangan Bandar Udara di Papua”.

FGD UDARA

Untuk menentukan pemilihan tipe pesawat udara dan bandar udara yang cocok digunakan untuk program tol udara di Papua Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan gelar Focus Group Discussion (FGD), Selasa (10/1/2017) di Jakarta

Kepala Badan Litbang Perhubungan DR. Ir. Agus Santoso, M.Sc.,berharap, pembangunan rute-rute penerbangan di Papua menggunakan tipe-tipe pesawat yang tepat, sehingga memudahkan untuk menjangkau sejumlah daerah di Papua dengan kondisi bandara yang ada, karena selama ini terjadi disparitas harga yang sangat mencolok antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur. Bahkan di Papua sendiri, terjadi disparitas harga antara wilayah perkotaan dengan daerah-daerah pegunungan, ucapnya dalam sambutan  FGD tersebut

Konsep awal dari pengaturan hub dan spoke diantaranya adalah menjadikan bandara-bandara yang memiliki landas pacu panjang, yaitu di atas 2000 meter, akan dijadikan hub atau bandara pengumpul. Sebab, bandara dengan panjang landasan yang mencapai 2000 meter dapat didarati oleh pesawat-pesawat jenis Boeing atau Airbus.

Adapun bandara yang landas pacunya di bawah 2000 meter akan dijadikan bandara pengumpan. Sebab bandara-bandara ini hanya bisa didarati oleh pesawat-pesawat yang berukuran kecil seperti jenis ATR422 atau 72.

 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Litbang Perhubungan DR. Ir. Agus Santoso, M.Sc., Kapus Litbang Transportasi Udara Moh Alwi, Bupati Mamberamo Raya Papua Dorinus Dasinapa, dan para pejabat serta stakeholder terkait lainnya.

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *