Hasil Survei Balitbanghub Dipublikasikan Pada Dialog Publik “Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018”

Jakarta, 4/6/2018-  Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul fitri 1439H yang jatuh pada bulan Juni 2018 mendatang, Kementerian Perhubungan membuat riset mengenai potensi pemudik dimana tujuannya adalah menyediakan data dan informasi mengenai potensi, karakteristik, dan pola pergerakan pemudik.

Badan Litbang Kemenhub melaksanakan Dialog Publik untuk mempublikasikan hasil survei Litbang Kementerian Perhubungan mengenai angkutan lebaran 2018 kepada masyarakat luas  yg mengambil tema “Persiapan Penyelenggaraan Angkutan lebaran 2018”. Dialog publik ini bekerjasama dengan kompas dan jasa raharja untuk mewujudkan mudik aman, selamat dan nyaman.

Dialog ini dibuka oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam dialog ini pula dihadiri oleh beberapa panelis, diantaranya Sugihardjo (Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan), Royke Lumowo (Kepala Korps Polisi Lalu Lintas), Arie Setiadi Murwanto (Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PUPR), dan Budi Rahardjo (Direktur Utama PT. Jasa Raharja).

Dalam dialog public Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo menyampaikan hasil survei yang telah dilakukan oleh Badan Litbang Prthubugsn dengan metode online, yakni 76% dari aplikasi Whatsapp, 14% dari Website Kemenhub, 2% dari Facebook, 2% dari Line, 1% dari Instagram, dan 5% dari sumber lainnya.

Disebutkan Kabadan Litbang Sugihardjo, dari hasil survei yang dilakukan, diketahui jumlah pemudik terbanyak berasal dari wilayah jabodetabek, dengan tujuan tertinggi 1. Jawa Tengah; 2. Jawa Timur; 3. Jawa Barat ; 4. Yogyakarta. Puncak arus mudik berdasarkan survei terjadi pada H-6 Lebaran, yakni Sabtu, 9 Juni 2018 dan hari pertama lebaran, untuk alasan pemilihan waktu mudik sendiri sebanyak 52% mengatakan menunggu cuti bersama. Sedangkan puncak arus balik berdasarkan survei terjadi pada H+3 Lebaran, yaitu pada hari Selasa, 19 Juni 2018. Berdasarkan survei pemudik, 46,7% pemudik lebih memilih untuk mudik menggunakan mobil pribadi dengan alasan lebih fleksibel, nyaman, serta cepat” ucap Kabadan Sugihardjo”. di Jakarta, pada Senin (4/6/2018).

Kemudian  Kabadan Litbang menyampaikan  bahwa untuk angkutan lebaran 2018, pemerintah meningkatkan sarana transportasi untuk mudik. Sarana transportasi ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Untuk transportasi darat, bus mengalami peningkatan sebanyak 1,68%, sedangkan kereta api mengalami peningkatan sebanyak 2,37%. Untuk kesiapan transportasi laut presentasinya pun meningkat, kapal roro meningkat sebanyak 3,5%, dan kapal laut sebanyak 1,17%. Dari sektor penerbangan, peningkatan yang dihasilkan sebanyak 0,93% . Ditingkatkannya persiapan angkutan lebaran guna mengurangi pemakaian kendaraan bermotor pribadi.

 

Selain itu, Kementerian Perhubungan menyediakan sejumlah transportasi angkutan lebaran secara gratis, yakni 1.130 Bus dengan kuota 50.850 orang, 70 truk dengan kuota 3.150 Motor, dengan tujuan 32 Kota. Selanjutnya pemerintah juga menyediakan 3 Kapal Penyeberangan dengan kuota 6000 orang, dan 3000 motor dengan tujuan 3 kota. 6 Kapal laut dengan kuota 30.400 orang dan 15.200 motor dengan tujuan 1 kota. Kereta Api dengan kuota 18.096 Motor dengan tujuan 32 stasiun. Total keseluruhan kuota yakni 87.250 orang dan 39.446 motor “ sebut Kabadan Sugihardjo yang kerap di panggil jojo”.

Untuk memeroleh suasana yang kondusif jelang mudik 2018, Kementerian Perhubungan bersinergi dengan Jasa Raharja agar mudik bisa aman, selamat dan nyaman, selain itu Jasa Raharja juga menawarkan kemudahan untuk klaim asuransi melalui program dan aplikasi mudik gratis, juga bersinergi dengan Bina Marga guna mengetahui kesiapan jalur mudik baik jalan arteri, jalan tol, dan tol fungsional, serta bekerja sama dengan Korlantas terkait persiapan pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik lebaran 2018 berlangsung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *