Loading...
Kegiatan

“FGD”, Litbang Hadirkan Para Pakar Bidang Perkeretaapian

edit 1

Jakarta, 4 Setember 2017 (Balitbanghub)-Transportasi Kereta Api merupakan salah satu moda transportasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan keunggulan komparatifnya sebagai transportasi massal yang efektif dan efisien, moda kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang diandalkan untuk menurunkan biaya logistik nasional.

Daya angkut yang besar dapat menghasilkan efisiensi dari economic-of-scale jika sistem jaringan kereta api didukung dengan interkoneksinya seperti simpul bandara, pelabuhan, dan kawasan industri dapat dikembangkan secara optimal.

Untuk mendiskusikan sejauh mana program dan progres pembangunan perkeretaapian nasional, Badan Litbang hadirkan dewan pakar dan pejabat terkait dibidang perkeretaapian dalam  Focus Group Discussion (FGD)  bertema “Pembangunan Perkeretaapian Tantangan dan Peluang” tersebut menghadirkan pembicara dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yaitu Direktur Prasarana Perkeretaapian Ir. Zulfikri, M.Sc., DEA; Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian Ir. Zulmafendi, dan Direktur Keselamatan Perkeretaapian Edi Nursalam, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Ir. M. Popik Montanasyah, MT. Ke-4 pejabat Direktorat Perkeretaapian ini menyampaikan makalah yang sama yaitu tentang Rencana dan Progres Pembangunan Proyek-Proyek Strategis Perkeretaapian di Indonesia.

Zulfikri, M.Sc., DEA; Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian menyampaikan  11 proyek yang direncanakan dapat beroperasi sampai dengan tahun 2019 yaitu; Tahun 2017 : 1 proyek yaitu Pembangunan Jalur Ganda lintas Prabumulih-Kertapati, Tahun 2018 : 7 proyek, yaitu Pembangunan Jalur KA lintas Makasar-Parepare tahap I, Pembangunan Jalur KA Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, MRT North-South tahap I, Jalur KA Bandara Soekarno-Hatta, LRT DKI Jakarta, LRT Sumatera Selatan dan KA Bandara Adi Sumarmo, Tahun 2019 : 7 proyek yaitu Pembangunan Jalur Ganda Lintas Selatan Jawa (5 Proyek), Pembangunan Jalur KA lintas Rantauprapat-Kota Pinang, dan LRT Jabodebek.

Kemudian Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian Ir. Zulmafendi menambahkan,berdasarkan RENSTRA 2015-2019 terdapat 23 proyek bidang perkeretaapian yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional, 15 proyek pembangunan prasarana KA Antar Kota dan 8 proyek pembangunan prasarana KA Perkotaan,  5 proyek dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dimana 4 proyek untuk KA Antar Kota dan 1 proyek untuk KA Perkotaan, 3 proyek dengan skema investasi yaitu 1 proyek untuk KA Antar Kota (KCIC) dan 2 proyek untuk KA Perkotaan (KA Bandara Soekarno-Hatta dan LRT Jabodetabek).

FGD sendiri dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Litbang Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc., dengan moderator Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Ir.Danto Restyawan.

Kabadan Litbang Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc., mengatakan, FGD ini untuk mencari masukan dari para pakar tentang program dan proses pembangunan perkeretaapian, termasuk permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan.

Kemudian kita mencari solusi terbaik untuk mengatasi berbagai permasalahan di lapangan, sehingga program pembangunan perkeretaapian di tanah air ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, ucap Umiyatun.

Dalam FGD ini Balitbang menghadirkan para pembahas:  Prof. Ir. Tech. Danang Parikesit.,MSc.,Ph.D; Prof.Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono.,MT; Djoko Setijowarno (Unika Soegijapranata), MT; Prof. Ir. Masyhur Irsyam, MSE, Ph.D (ITB); Darmaningtyas (MTI); Ir.Ellen Sopie Wulan Tangkudung, M.S; Drs. EK Ranendra D.,MSc; dan Agus Pambagio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *