fgd udara 2000

Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Transportasi Harus Perhatikan Potensi Terjadinya Gempa

JAKARTA – Perencanaan pembangunan infrastruktur transportasi harus memperhatikan potensi terjadinya gempa karena Indonesia terletak di jalur ring of fire kawasan Pasifik dan menjadi pusat pertemuan beberapa lempeng bumi seperti lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Seminar Nasional dengan tema “Mitigasi Bahaya Gempa pada Infrastruktur Transportasi Indonesia” yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan di Jakarta, Rabu (21/12).

 

Launching Survei ATTN Barang & Jumpa Pers Badan Litbang Perhubungan 2016

Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan telah menyelesaikan Survey Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) untuk barang di tahun 2106. Survey tersebut sangat penting bagi transportasi karena hasil survey tersebut dapat digunakan oleh seluruh stakeholder transportasi untuk melakukan pengembangan sistem transportasi di Indonesia.

 

Kontak

Kontak

Kunjungan

Kunjungan

Cagar Budaya

Cagar Budaya

Sejak Tahun 1998 bangunan bersejarah ini dipakai oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub),Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM), dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Bangunan ini telah berdiri sejak tahun 1916 yang awalnya difungsikan sebagai kantor pusat Koninklijke Paketvaart Matschappij (KPM). KPM sendiri adalah perusahaan Kerajaan Belanda yang bergerak di sektor layanan transportasi laut khusus regional Hindia, ketika Jepang menguasai Indonesia pada tahun 1942-1945 bangunan ini dipakai oleh Jepang sebagai Kantor Urusan Laut pemerintah Jepang. Ketika Indonesia merdeka, perusahaan tersebut diakuisisi dan berganti nama menjadi PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).

Dibangun oleh Arsitek Frans Johan Laurens Ghijsels (1882-1947), keturunan Belanda yang lahir di Tulung Agung  Jawa Timur. Gedung ini berbentuk persegi empat panjang kebelakang dengan gaya arsitektur dan dekorasi Eropa klasik (Art Deco). Bangunan yang tahun 2016 akan berumur 100 tahun ini memiliki 2 ruang kosong ditengah gedung yang dapat melihat sisi-sisi koridor yang bersebarangan pada bagian dalamnya.

Gedung bertingkat tiga ini memiliki pemandangan yang cukup bagus dari atap gedung yang terdapat balkon mengarah ke Monas atau Barat mata angin. Selain memiliki arsitektur yang unik, gedung ini juga memiliki gambar-gambar bangunan zaman dulu yang dicetak pada keramik.

Gaya arsitektur Art Deco terasa pada interior gedung Koninklijke Paketvaart Marschappij dengan bercirikan ornamen dinding yang simetris dan  seimbang, jendela juga diisi dengan kaca dekoratif atau blok kaca yang menciptakan kontras agar dapat menciptakan bentuk padat dan kosong. Pada beberapa sudut dinding terdapat lukisan 3 buah bangunan tempo dulu yang di lukis pada sebuah keramik dan dibingkai menyatu dengan dinding. Satu hal menarik adalah adanya ornamen dari kaca patri yang terdapat  tokoh pewayangan -Bima- menggenggam ular naga. Keunikan dan ciri khas ini tetap dipertahankan sampai sekarang dan dipelihara oleh Badan Litbang Perhubungan.