4

FGD Litbang Mengusung “Arah Kebijakan Pengembangan Transportasi Dalam Rangka Penyusunan Naskah Akademis Sistem Transportasi Nasional (Sistranas).”

Untuk mendiskusikan Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) sekaligus mencari masukan sebagai bahan penyusunan naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistranas, Badan Litbang menghadirkan  tiga Pembicara seperti, Pakar Transportasi Antarmoda, Dr. Ir. L. Denny Siahaan, Ms.Tr., dengan topik bahasan tentang Kebijakan Pelayanan Transportasi di Masa yang Akan Datang dalam Perapektif Sistranas. Kemudian Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan, Dr. Umar Aris, SH, MH, MM., dengan membawakan topik bahasan tentang Kebutuhan Pengaturan di Bidang Transportasi di Masa yang Akan Datang dalam Perspektif Sistranas. Pembicara lainnya adalah Guru Besar Universitas Tarumanegara, Prof. K. Martono, SH, LLM., yang membawakan topik bahasan tentang kebutuhan Pengaturan di Bidang Transportasi di Masa yang Akan Datang dalam Perspektif Sistranas.

Materi diskusi yang disampaikan oleh tiga pakar tersebut ditanggapi oleh para pembahas dari berbagai instansi, akademisi, dan pengamat. Para pembahas itu diantaranya adalah: Ketua STMT Trisakti Dr. Ir. Tjuk Sukardiman, Darmaningtyas (MTI), Capt. Nababan (Pakar Transportasi Udara), Ir. Ellen Tangkudung, M.S., (UI), Ir. Harun Al Rasyid (ITB), Djoko Setjowarno (Unika Soegijapranata, Semarang), Prof. Yamin Jinca (Unhas), dan Dr. Ek. Ranendra (ITB).

Kegiatan Focuss Group Discussion itu sendiri dibuka langsung oleh Kepala Badan Litbang Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc., dan moderator Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda Badan Litbang Perhubungan Ir. Imran Rasyid, MBA.

Dalam paparannya , Dr. Ir. L. Denny Siahaan, Ms.Tr. Pakar Transportasi Antarmoda menyampaikan bahwa UU Sistranas sudah pernah diusahakan sampai Kemensetneg, namun mengalami kebuntuan. Solusinya dari setneg hanya multimoda saja yang diakomodir, selebihnya dianggap telah masuk dalam 4 UU transportasi. Posisi sistranas saat ini telah memiliki naskah akademis, langkah2 perwujudan UU, dan konsep UU, namun pembinaan pada konsep sistranas perlu diatur siapa berbuat apa. JaringanTransportasi Nasional perlu aturan agar dapat sistematis. Menganalogkan dengan rencana nasional tataruang, karena sistranas sudah memiliki padanannya berupa Tatranas, Tatrawil, Tatralok,” Jelas Denny.

Lebih lanjut L. Denny menyampaikan, bahwa naskah akademis sebetulnya sistranas sudah setingkat dengan sislognas, RTRW RPJMN dan ICT, namun pada kenyataannya tidak demikian. Biaya logistik di Indonesia 27% dari PDB beda jauh dengan di Amerika yang hanya 9.9 % dari PDB. Model yang digunakan sistranas adalah four step regional travel forecasting model, sehingga tidak kesisteman, tambahnya.

 

Pembicara Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kemenhub, Dr. Umar Aris, SH, MH, MM., mengatakan Sistranas tidak dibuat dari nol, tetapi menyempurnakan konsep yang sudah ada. Badan Litbang Perhubungan perlu mempersiapkan justifikasi substansi materi muatan, apakah akan dibuat dalam kemasan peraturan apa? Dalam menetapkan kemasan hukum yang sesuai  perlu mengacu pada peraturan perundangan No. 12 Tahun 2011 tentang peraturan pembuatan perundangan.

Umar Aris menjelaskan., Pada Undang-UndangTransportasi, seperti UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), UU 1/2009 tentang Penerbangan, UU 23/2007 tentang Perkeretaapian, dan UU 17/2008 tentang Pelayaran Sistranas telah dikukuhkan sehingga sistranas pada masa itu tidak dijadikan regulasi resmi. Untuk mewujudkan regulasi resmi, maka Politik hukum/perundangan tergantung pada political will pemerintahâ”, katanya.

Mengemas Sistranas harus mampu mengelaborasi kontennya seperti, Moda apa saja yang akan diakomodir di dalam Sistranas? Hal equal apa yang harus diatur?, Selain bentuk moda, apa indikatornya? Misalnya indikator Keselamatan, keamanan dan pelayanan. Sistranas harus mampu mengidentifikasikan secara konkrit, apabila Sistranas akan diusulkan menjadi Undang-Undang, maka harus dipertimbangkan dampaknya terhadap Undang-Undang terkait lainnya, karena akan memungkinkan terjadinya penyesuaian dan perubahan.” jelasnya.

 

AG 1

FGD ANALISIS DAN EVALUASI ANGKUTAN TERPADU TAHUN 2017/1438 H

Agar  mendapatkan gambaran mengenai implementasi kebijakan angkutan lebaran 2017 serta mendapatkan solusi permasalahan dan strategi guna memperbaiki pelaksanaannya dan mendapatkan masukan guna meningkatkan pelaksnaan angkutan di masa yang akan datang,  Badan Litbang Kementerian Perhubungan selenggarakan Forum Group Disscusion (FGD) Analisis dan Evaluasi Angkutan Terpadu Tahun 2017/1438 H bersama seluruh sub sektor perhubungan dan para pembahas yang terdiri dari para pengamat transportasi dengan  tema Menuju Arus Orang dan Logistik Nyaman di Masa Lebaran,  FGD kali ini bersama-sama memetakan apa yang harus diperbaiki agar selanjutnya angleb berjalan lebih lancar

Dalam FGD  lima pembicara dari Ditjen Perhubungan Darat, Perkeretaapian, Perhubungan Udara, dan Perhubungan Laut, dimoderatori oleh Kapuslitbang Darat Danto Restyawan,MT. dan Kapuslitbang Laut Ir. Ahmad,M.M.Tr . Untuk efektifitas waktu pembahasan yang disampaikan, maka FGD dibagi menjadi dua kelompok yakni di ruang Garuda dan ruang Rajawali.

Salah satu pembicara, Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Cucu Mulyana menyampaikan bahwa dengan melepaskan ego sektoral dan meningkatkan kerja sama serta saling melengkapi, menjadi kunci sukses penyelenggaraan angleb terpadu 2017.

Dengan guyub memeriksa, berkoordinasi, melayani, memastikan, dan menjaga satu sama lain, angleb terpadu tahun ini dinilai sukses, ungkap Cucu di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Dia memberikan contoh terkait koordinasi terbuka yang dilakukan, dengan tidak hanya fokus pelaksanaan kegiatan di kantor Kemenhub saja tetapi juga melakukannya di Mabes Polri dan lain sebagainya.

Pelibatan instansi juga ditambah, dengan menghadirkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk meningkatkan teknologi informasi, kata Cucu.

Dengan semakin kompleksnya tantangan ke depan, maka pada penyelenggaran angleb tahun berikutnya, bila memeroleh persetujuan, kata dia, maka akan juga melibatkan dua kementerian yakni Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan. Hal itu karena akan ada dampak yang membutuhkan peran kedua kementerian tersebut”,ungkapnya.

 

 

SER 6

Sertijab Pejabat Pratama, Administrator dan Pejabat Pengawas Badan Litbang Kemenhub

Senin, 31 Juli 2017 dilakukan Sertijab Pejabat Pratama, Administrator dan Pejabat Pengawas Badan Litbang Kemenhub yang telah dilantik oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (28/7/2017)

 

Kepala Badan Litbang Umiyatun Hayati Triastuti memberikan arahan kepada pimpinan pejabat Pratama, Administrator dan Pejabat Pengawas bahwa promosi, mutasi jabatan dan penataan pejabat struktural, hal biasa dalam organisasi merupakan bentuk dinamika organisasi yang disertai dengan tanggung jawab kerja nyata dan pristasi yang di capai.

Lebih lanjut Umiyatun Hayati mengatakan bahwa bagi pejabat yang telah dilantik untuk menduduki suatu jabatan tertentu adalah orang-orang yang terpilih dan dianggap mamapu untuk mengemban tugas yang diharapkan kedepannya dapat berdampak potisitf pada peningkatan kinerja di unit kerja lingkup Badan Litbang Perhubungan, sebutnya.

 

Nama Pejabat  Balitbanghub yang dilantik yaitu: Rosita Sinaga,SH.,MM. dilantik sebagai Kepala Bagian Data, Humas dan Publikasi Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub). Drs. Juren Capah,M.MTr.  sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda.

DR. Ir. Imbang Danandjoyo, MT.  Sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan.

Teguh Himawan,SE.,M.Sc. Sebagai Kepala Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional dan Tata Usaha Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha Sekretariat Balitbanghub.

Henny Puspaningrum, S.Sos. Sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan.

Fardian Isibhi, ST.,M.MTr. sebagai Kepala Subbagian Keuangan Bagian Keuangan dan Perlengkapan Sekretariat Balitbanghub.

Ifan Puspawijaya,  ST.,M.MTR. Sebagai Kepala Subbagian Perlengkapan dan Aset Bagian Keuangan dan Perlengkapan Sekretariat Balitbanghub.

Feronika Sekar Puriningsih, SS.,M.MTr. Sebagai Kepala Subbagian Publikasi dan Perpustakaan Bagian Data, Humas dan Publikasi.

Tazkiyah , SH., MT. Sebagai Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat dan Hukum Sekretariat Balitbanghub

 

 

EDT

BALITBANG LAKUKAN FGD PENGEMBANGAN INDIKATOR KINERJA INTEGRASI TRANSPORTASI ANTARMODA

Isu pelayanan transportasi antarmoda yang terpadu/terintegrasi telah menjadi isu yang hangat dibicarakan pada akhir-akhir ini. Untuk mendukung penyelenggaraan angkutan antarmoda maka diperlukan keterpaduan pelayanan transportasi antarmoda,  keterpaduan jaringan pelayanan transportasi dan keterpaduan jaringan prasarana transportasi antarmoda. Keterpaduan tersebut diperlukan untuk mewujudkan pelayanan perjalanan single seamless services yang efektif dan  efisien,

Kepala Badan Litbang Umiyatun Hayati Triastuti mengatakan, untuk mewujudkan pelayanan perjalanan single seamless service yang efektif dan efisien meliputi keterpaduan jadwal pemberangkatan dan kedatangan antarmoda, keterpaduan rute dan trayek, kesetaraan level of service, dan sistem tiket yang terpadu.

Menurutnya, saat ini keterpaduan jaringan pelayanan dan prasarana transportasi sebetulnya telah terwujud. Namun belum sepenuhnya berjalan optimal. pelayanan angkutan penumpang umum antara moda yang satu dengan moda lainnya menyebabkan masyarakat yang melakukan perjalanan beberapa kali berganti kendaraan dan belum dapat dilayani oleh angkutan terusan. Perpindahan intramoda baik dalam kota, maupun antar kota belum dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Keterpaduan dalam jaringan prasarana seperti pelabuhan, terminal bandar udara dan pengaturan jadwal masih belum memuaskan”, tambahnya.

Melalui FGD kali ini diharapkan dapat didiskusikan aspek dan variable yang digunakan dalam penilaian tingkat keterpaduan transportasi antarmoda, dan dapat disusun konsep pedoman penilaian keterpaduam transportasi antarmoda,  sebutny

FGD yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda Imran Rasyid ini menghadirkan para pembicara dari kalangan pemerintah, akademisi, dan praktisi transportasi. Diantaranya adalah Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang membawakan materi Permasalahan-permasalahan dalam Mewujudkan Integrasi Pelayanan Transportasi Antarmoda Penumpangâ. Kemudian Direktur PT Pelni dengan topik bahasan Kebutihan Fasilitas Prasarana dan Sarana dalam Integrasi Transportasi Antarmoda Penumpang.

Pembicara dari kalangan akademisi adalah Ir. Sri Hendarto dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyajikan topik bahasan Penilaian Tingkat Keterpaduan Transpirtasi Antarmoda. Sedangkan akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Agus Taufik Mulyono membawakan materi bahasan tentang “Implementasi Keterpaduan Transportasi Antarmoda untuk Meningkatkan Pelayanan dan Kenyamanan.

Hadir pula para pembahas materi FGD yang diantaranya peneliti senior Badan Litbang Perhubungan L Denny Siahaan dan Direktur Prasarana Perkeretaapian Ir. Zulfikri, M.Sc., DEA., serta sejumlah pembahas lainnya.

 

h.1

GUYUB RUKUN SILATURAHMI KELUARGA BESAR KEMENHUB

“Minal Aidin Walfaizin mohon Maaf Lahir dan Batin”, ucapan Keluarga Besar Kemenhub dalam Silaturahmi acara Halal Bihalal di Ruang Matram Kantor Pusat Kemenhub. Selasa/4/7/2107

Dalam kesempatan halal bihalal ini, Menteri Perhubungan Budi Kaya Sumadi  meminta maaf ke semua pihak, jika masi terdapat kekurangan pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran dan menjadikan semua kekurangan  tersebut menjadi masukan   bagi pelaksnaan  Angkutan Lebaran yang lebih baik di tahun mendatang

Menhub Menambakan, kita ingin amanah ini dijalankan dengan baik, bawasannya pada kekurangan mohon maaf dan justru ekurangan itu akan kita jadikan feedback untuk kita tingkatkan kegiatan-kegiatan kita yang akan dating  ucap Menhub.

Pada acara ini  turut hadir Mantan Menteri Perhubungan antara lain: Ignasius Jonan, E.E. Mangindaan, Jusman Syafii Djamil, dan Azwar Anas.