pos 3

Posko Angkutan Lebaran 2017 Resmi Dimulai

Diprediksi, jumlah pemudik untuk  musim lebaran tahun 2017 ini akan mencapai 19,04 juta orang, atau mengalami kenaikan sebesar 4,85% persen dari jumlah pemudik tahun 2016 yang berjumlah 18,16 juta orang

Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2017 dimulai dari H-10 (15 juni 2017) sampai dengan H+15 (11 juli 2017) di Ruang Naggala Kemenhub yang diikuti oleh 24 instansi yang terdiri dari 8 subsektor Kemenhub yaitu Ditjen Perhubungan  Darat, Laut, Udara, Ditjen Perkeretaapian, Badan Litbang Phb, KNKT, Badan Pengelola Jabodetabek serta 8 Subsektor BUMN yaitu PT  Angkasa Pura I dan II, Perum LPPNPI, PT Pelindo, PT ASDP Indonesia Ferry, PT KAI, PT Jasaharja dan Perum Damri; 6 Instansi  terkait yaitu BMKG, Basarnas, Korlantas Polri, Kementrian ESDM, Kementrian Kesehatan, Deshub Provinsi DKI Jakarta; dan 3 Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (Orari), dan Sentra Komunikasi Mitra Polri (Senkom Mitra Polri)

Posko Tngkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu  Tahun 2017 resmi dimulai, Pembukaan Posko dilakukan  Oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Komenfo Rudiantara.

Sebelum Pembukaan Pusko diselenggarkan Gelar Pasukan yang dipimpin oleh Menteri  Perhubungan  dan diikuti oleh para peserta Posko  dikantor Kemenhub 15/6/2017

Pada pembukaan posko, juga dilakukan peluncuran aplikasi” Ayo Mudik”, aplikasi tersebut dibuat secara bersama-sama oleh beberapa instansi yaitu yaitu kementerian Komenfo, Kemenhub, Kemenkes, BMKG Kepolisian RI, PT. Pertamina, Perbankan, dan Lainnya. Aplikasi tersebut dapat digunakan pemudik untuk mengetahui informasi jalur mudik, pos kesehatan, lokasi pom bensin, lokasi ATM, lokasi Rest Area dan sebagainya.

 

 

 

 

buk.1

Marhaban Ya Ramadhan/ Buka Bersama Keluarga Badan Litbang Perhubungan

Dalam rangaka menyambung silaturahmi antar sesama pegawai,  Badan Litbang  buka bersama  serta memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu  yang diambil dari beberapa yayasan di Jakarta

Ibu Umiyatun Triastuty (Kepala Badan Litbang Kemenhub) Menyampaikan Bantuan/santunan  Kepada Anak Yatim

para Pejabat dan Pegawai Balitbang  foto bersama dengan 100 anak yatim

 

 

 

 

 

WEB 2

Sosialisasi program BPJS dan PT. Taspen :v

 

 

 

web 1

Balitbang Gelar FGD Bahas “,Penelitian Teknis Pemberdayaan Pelayaran Rakyat Dalam Menunjang Transportasi Laut”.

Pelayaran rakyat sangat identik dengan usaha rakyat yang bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik untuk melaksanakan angkutan diperairan dengan menggunakan kapal layar, kapal layar motor atau kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukuran tertentu.
Saat ini pelayaran rakyat (PERLA) masih banyak tantangan-tantangan mulai dari sumber daya manusia, pembuatan perahu, perizinan, hingga keselamatan.

Banyak kalangan juga menilai PERLA yang ada sekarang ini cukup memprihatinkan di mana lambat laun bisa terancam punah. Padahal pelayaran rakyat sangat berperan penting dalam mendistribusikan barang ke seluruh pelosok tanah air hingga tembus ke lintas Negara.

 

Seiring dengan program pemerintah dalam meningkatkan dan memberdayakan pelayaran rakyat di berbagai daerah, melalui FGD Badan Litbang hadirkan enam narasumber berkompeten di bidangnya, seperti Dr.Ir. Witjaksono Saroso, Dr. Agus Edi Susilo, Drs. Ek.Ranendra, Dr.Ir.L.Denny Siahaan, Dr.Ir.Tjuk Sukardiman, Hidayat Mao SH, dan Ir. Ajiph R Anwar, serta peneliti Badan Litbang

Menurut beberapa narasumber yang hadir dalam FGD ini, memang Perla yang terdapat di beberapa wilayah di Indonesia kini kalah bersaing dengan perusahaan pelayaran kapal peti kemas, bahkan kencenderungannya dari tahun-ke tahun terus mengalami penurunan. Faktor SDM sendiri sebagai pelaku transportasi laut dengan berbagai tingkat keahlian dan ketrampilannya dirasa masih perlu pelatihan yang disesuaikan dengan standar rule of law, dan telah ditetapkan berdasarkan daerah pelayaran.

 Kepala Balitbang Umiyatun Hayati Triastuti  mengatakan secara komprehensif semua program yang ada untuk pemberdayaan Perla harus jelas dan betul-betul didiskusikan secara bersama-sama dengan memperhatikan segala aspeknya, seperti halnya dalam aspek keselamatan tadi, jangan sampai kita sendiri yang merasa keberatan, dan kita sendiri juga yang melanggar aturan itu, tegasnya

 Disampaikan Umiyatun bahwa Pelra diharapkan menjadi sarana utama dalam mewujudkan konektivitas antar pulau di Indonesia sehingga bisa meningkatkan perekonomian negara yang sesuai dengan program kebijakan pemerintahan yang dikenal dengan Nawacita, di mana pembangunan dimulai dari daerah pinggir, mambuat tol laut hingga ke daerah-daerah yang tidak tersentuh