edit 3

Balitbanghub Angkat FGD “Smart Mobility & Smart Infrastructure”

Jakarta, 31 September 2017 (Balitbanghub)- Smart City merupakan sebuah konsep kota cerdas dimana tujuan dari Smart City itu sendiri adalah untuk membentuk suatu kota yang nyaman, aman, serta memperkuat daya saing dalam perekonomian. Aspek utama pembangunan Smart City menurut Frost dan Sullivan pada tahun 2014 yaitu Smart Governance, Smart Technology, Smart Infrastructure, Smart Healthcare, Smart Mobility, Smart Building, Smart Energy dan Smart Citizen. Smart Mobility yang merupakan salah satu unsur dari Smart City, adalah sebuah konsep dimana mobilitas masyarakat didukung oleh moda transportasi yang beragam, ramah lingkungan, dan terintegrasi dengan ICT. Smart Mobility merupakan salah satu solusi bagi masalah transportasi perkotaan di Indonesia.  Sedangkan Smart Infrastructure adalah merupakan salah satu unsur dari Smart City, yaitu sebuah konsep dimana jejaring infrastruktur fisik yang saling berinteraksi, saling melengkapi, dan mampu menghadirkan added value dari sebuah kota. Infrastruktur yang harus ada dan terus dikembangkan dalam sebuah kota diantaranya adalah Infrastruktur energi dan listrik, infrastruktur air, infrastruktur jalan dan transportasi. Dalam hal ini Smart Infrastructure adalah bagaimana pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi di Indonesia dapat didukung dan terintegrasi dengan ICT.

untuk mendapatkan solusi permasalahan, mengetahui model awal, dan mengetahui kekosongan regulasi  Smart Mobility dan Smart Infrastructure di Indonesia,  dan  agar mendapatkan pengetahuan tentang best practices penerapan Smart Mobility dan Smart Infrastructure Badan Litbang menyelenggarakan FGD dengan tema Smart Mobility & Smart Infrastructure Kamis,31 Agustus 2017.

Kepala Badan Litbang Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc., menyampaikan bahwa untuk dapat mewujudkan Smart Mobility pengembangan angkutan massal baik busway, LRT, MRT serta penerapan Smart Technology untuk manajemen lalu lintas antara lain Electronic Road Pricing (ERP), Cooperative Vehicle Infrastructure Systems (CVIS) perlu segera diterapkan.

Dijelaskan Umiyatun, CVIS  merupakan teknologi yang dibangun oleh pemerintah dan swasta yang memungkinkan pengguna kendaraan dan jalan saling bertukar informasi mengenai status kemacetan dan kondisi jalan, dan memberikan rekomendasi arah lalu lintas.

Beberapa kota di Indonesia yang sudah menerapkan konsep Smart City, antara lain Jakarta, Bandung, dan Makassar. Jakarta telah menerapkan Smart City Lounge. Ruang tersebut merupakan pusat kontrol untuk mengoperasikan Smart City melalui TIK dan mampu menerima pengaduan masyarakat mengenai masalah sosial, macet, banjir, sampah, kriminalitas, pelayanan publik dan lain sebagainya. Jakarta juga telah didukung aplikasi andalan seperti Qlue, Jakarta One Card, Smart Street Lighting System, Dum Truck Tracker, City Surveillance System, Oleh karena itu untuk mendapatkan gambaran mengenai permasalahan serta solusi mengenai penerapan Smart Mobility dan Smart Infrastructure di Indonesia FGD ini perlu untuk dilakukan, kata pejabat eselon 1 yang biasa dipanggil Ati ini.

.



FGD ini menghadirkan 2 pembicara handal  yaitu  Fadzri Santosa (Ketua Smart Transport Mobility and Logistic) dengan topik “Model Smart Mobility“, Eko Widodo (Ketua Smart Infrastructure manyajikan topik “Model Smart Infrastructure”,  dengan   lima pembahas handal  yaitu Prof. Dr. Ir. Suhono H. Supangkat (Ketua Umum APIC). Noni Sri Aryati Purnomo ( ITS Indonesia)  Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat . Kadishub Kota Surabaya, Kadishub Provinsi DKI Jakarta,  dimoderatori oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian.

dari FGD ini diperoleh kesimpulan bahwa penerapan Smart City di Indonesia perlu memperhatikan skema pendanaan, mempertimbangkan pola ruang dan tata ruang, perlu penambahan quantity, Smart Mobility terkait dengan First Mile dan Last Mile dan perlu diperhatikan infrastruktur untuk pejalan kaki.

 

edit 3

FGD ATTN HADIRKAN TEMA“EVALUASI METODOLOGI SURVEI ASAL TUJUAN TRANSPORTASI NASIONAL (ATTN) UNTUK PERGERAKAN ORANG”

Berkaitan dengan database pergerakan orang, Kementerian Perhubungan secara periodik melaksanakan survey secara nasional guna menghimpun data pola pergerakan orang.  Survey ini dikenal sebagai Survey Asal Tujuan Transportasi Nasional atau Survey ATTN  yang secara berkala dilakukan setiap lima tahun.

Kegiatan desain penelitian survey ATTN pada dasarnya dilakukan dengan tujuan untuk menyempurnakan desain/metodologi survei pada periode sebelumnya dan melakukan uji coba dengan metodologi tersebut di beberapa daerah. Hal ini mengingat bahwa secara nyata telah terjadi perubahan yang signifikan dalam berbagai hal yang yang secara langsung maupun tak langsung akan berpengaruh terhadap kegiatan survey ATTN.

Perkembangan teknologi adalah salah satu hal yang sangat berpengaruh secara langsung. Kehadiran BIG DATA sebagai bank data yang sangat besar memberikan peluang untuk dimanfaatkan sebagai sumber data (sampling) untuk membangun Matrik Asal Tujuan Transportasi Nasional. Salah satu big data yang bisa dimanfaatkan adalah data seluler yang dapat diolah menjadi data pergerakan orang.

 

Dalam usaha untuk mempersiapkan dengan baik pelaksanaan kegiatan Survey Asal Tujuan Transportasi Nasional untuk orang, Badan Litbang lakukan Focus Discussion Group (FGD) untuk menampung masukan/pendapat dari para ahli/pihak terkait mengenai metodologi survei ATTN pergerakan orang dengan menggunakan data seluler sehingga dapat disusun Konsep Metodologi Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) untuk pergerakan orang dan melakukan uji coba dengan metodologi tersebut. Selasa, 29 Agustus 2017

Dalam FGD dihadirkan 3 pembicara dari kalangan akademis pemerintahan yaitu:  Ir. Idwan Santoso, M.Sc., DIC., Ph.D. (Akademisi), dengan topik: Kebutuhan Data Perencanaan Transportasi dalam Mendukung Kelancaran Mobilitas Orang

 Dr. Ir. Ashwin Sasongko Sastrosubroto, M.Sc (Kominfo), dengan topik: Kendala dan Peluang Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengumpulan Data Pergerakan Orang Agus Leksi (General Manager, Central Government Service Divisi Government Service, PT. Telkom Indonesia), dengan topik: Implementasi Penggunaan Big Data untuk Mendukung Kebijakan Perencanaan Transportasi.

Untuk mencari solusi  dan masukan, FGD ini mendatangkan pembahas yang kompeten dibidangnya seperti :Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian,Direktur Transportasi Kementerian PPN/Bappenas, Prof. Ade Sjafruddin, M.Sc., Ph.D., Institut Teknologi Bandung, Ir. Alvinsyah, MSc, Universitas Indonesia,Drs. Ek. Ranendra D., M.Sc, Praktisi, kegiatan ini di buka oleh Kepala Badan Litbang Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc.,dimoderatori oleh  sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda  Drs. Juren Capah. M. MTr.

 

ser 4

PERGANTIAN PEJABAT TINGGI PRATAMA DAN PEJABAT ADMINISTRATOR BADAN LITBANG PHB

26 Juli 2017 Badan Litbang ucapkan selamat datang dan selamat bertugas pimpinan Baru Bapak Ir. Ahmad, M.MTr    Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, menggantikan Drs. Nelson Barus, MM, yang akan mengemban tugas barunya menjadi Kepala Pusat Pengembangan Transportasi Berkelanjutan (PPTB)

Begitu juga dengan pimpinan baru Pejabat Administrator, Muhammad Malawat, S.T.,M.T  yang tadinya Kepala Balai Lalu Lintas Angkutan Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan Denpasar, Bali , sekarang menduduki Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian menggantikan Felix Iryantomo, ATD, akan meninggalkan Litbang untuk mejalankan Tugas Barunya  menjadi  Kepala Balai LLAJ SDP Balik Papan  Prov. Kalimatan Timur

 

Dalam rangka  temu kangen dan Halal Bihalal keluarga besar Badan Litbang, bersama Karyawan dan Karyawati    hadir pula mantan pejabat  Badan Litbang yang telah berjasa membangun  Badan Litbang Perhubungan

 

4

Penutupan Posko Angleb

Selasa 4 juli  2017, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengucapkan terimaksi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan berpatrisipasi  dalam penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2017,  hal ini disampikan dalam penutupan Posko Angkutan Lebaran di kantor Pusat Kemenhub.

Menhub juga secara langsung mengucapkan terimakasi kepada media yang telah memmbantu kegiatan sosialisasi kepada masyarkat, yang telah menyampaikan pesan secara utuh kepada masyarkat yang benar-benar menyampaikan kebijakan kebijakan yang telah ditetapkan  oleh pemerintah  terkait mudik lebaran tahun 2017.

Menhub menerangkan pihaknya sudah melakukan upaya-upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan angkutan lebaran yang selamat, aman, tertib yang nyaman yang dilakukan bersama-sama oleh Kementerian/lembaga terkait.

“Penyelenggaraan tahun I ini lebih baik dari tahun sebelumnya , karena di mulai dari tahap perencanaan, pengecekan kesiapan  infrastruktur jalan, penyiapan manajemen  dan rekayasa lalu lintas  operasional di lapangan, pengecekan kesiapan  sarana angkutan , penyiapan fasilitas pendukung  seperti kesiapan rest- area, pos kesehatan dan ketersediaan BBM  sampai  sosialisasi jalur utama dan jalur alternatif angkutan lebaran, “ ucap menhub.

Menhub menyadari  masih ada  kemacetan  lalu lintas yang masih terjadi di beberapa alokasi seperti Pintu Tol Cikarang Utama, Pintu Tol Brebes Timur, Nagrek dan Ajibarang, dijelaskan Menhub, karena  kapasitas ruang  lalu lintas dijalan tidak didesain untuk menampung volume lalu lintas sebanayak volume lalu lintas pada priode angkutan lebaran, dalam kesempatan ini pula Mnehub mengucapkan permintaan  maaf kepada masyarakat  atas ketidaknyamanan ini khususnya pemudik lebaranâ” jelas Menhub.

Menhub meminta Ditjen Perhubungan Darat,   Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Perhubungan Udara untuk terus memantau arus balik angkutan lebaran tahun 2017.

 

Rapat TTMMTT dengan Remitite Co. Ltd. Singapore dan Ultimate Standard International

Kegiatan Rapat Terminal Terapung Multi Moda Transportasi Terintegrasi (TTMMTT) dengan Remitite Co. Ltd. Singapore dan PT. Ultimate Standard International dilaksanakan pada Selasa, 20 Juli 2016 yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Dr. Ir. Agus Santoso , Msc didampingi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut Drs. Ridwan Setiawan, MT, M.Mar. Hal yang dibahas dalam rapat ini adalah mengenai rencana pembangunan terminal multi moda transportasi terintegrasi dimana berdasarkan kondisi geografis Indonesia yang lebih dari 50% lautan di mungkinkan untuk dapat membangun terminal terapung untuk memudahkan akses transportasi dan logistik.