Loading...
Berita

Balitbanghub Gelar FGD “Pengukuran Kinerja Logistik Indonesia”

fgd TAM Yogya 6 -10-17 ..

Yogyakarta (6/10) -Hasil survey World Bank dalam Logistics Performance Index (LPI) terbaru tahun 2016 menunjukkan bahwa kinerja sektor logistik Indonesia mengalami penurunan dibandingkan tahun 2014. Pada tahun 2014 kinerja logistik Indonesia mendapatkan skor 3,08 dan berada pada peringkat ke-53 dari 160 negara, sedangkan pada tahun 2016 Indonesia berada pada peringkat ke-63 dari 160 negara dengan skor 2,98.

Hal ini dikemukakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc., ketika membuka Focus Group Discussion bertema Pengukuran Kinerja Logistik Indonesia, di Yogyakarta, pada Jumat (6/10/2017)

Disampaikan Umiyatun bahwa Penurunan skor LPI Indonesia terjadi pada semua dimensi, kecuali international shipment dan tracking & tracing. Dari enam dimensi LPI Indonesia 2016, tiga dimensi (kompetensi dan kualitas jasa logistik, tracking & tracing, dan timeliness) mempunyai skor di atas 3 dan tiga dimensi lainnya (customs, infrastruktur, dan pengiriman internasional) di bawah 3. Salah satu dimensi yang perlu mendapatkan perhatian adalah infrastruktur yang mempunyai skor terendah, yaitu 2,65. Infrastruktur menjadi salah satu masalah utama di Indonesia, terutama menyangkut jumlah, kapasitas, dan penyebarannya.

Kinerja logistik suatu negara dalam mendukung perdagangan, baik domestik maupun internasional sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan daya saing. Saat ini sektor logistik sudah dianggap sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Tantangan dan pengembangan masa depan yang dihadapi oleh berbagai negara di dunia adalah: globalisasi, konektivitas, digitisasi, dan environment. Pembangunan infrastruktur perhubungan yang ramah lingkungan, kebutuhan data real time yang sangat cepat, menjadi tuntutan guna mewujudkan layanan sektor transportasi yang prima. Berbagai upaya dilakukan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan konektivitas baik dalam pulau, antar pulau maupun antar Negara.

Dilanjutkan Umiyatun, Indonesia berkomitmen untuk jadi poros maritim dunia dan membangun konektivitas dengan terus membangun infrastruktur maritim, mengembangkan tol laut, menambah armada dan meningkatkan pengelolaan pelabuhan. Pembangunan infrastruktur transportasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan. Dalam hal ini termasuk komunikasi dengan para pelanggan selalu dilakukan guna mengakomodir masukan dan keluhan dalam rangka kebutuhan peningkatan pelayanan. Indikator logistik merupakan variabel-variabel yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan yang memungkinkan terjadinya pengukuran dan perubahan mengenai sistem logistik yang ada pada suatu wilayah.

Untuk itu Kabalitbanghub mengharapkan penelitian ini dapat dihasilkan beberapa informasi dan kebijakan terkait dengan: peningkatan kualitas infrastruktur dalam menunjang kinerja logistik di Indonesia, faktor-faktor atau variabel yang berpengaruh terhadap kinerja logistik di Indonesia serta pengaruh kinerja logistik terhadap PDRB. Dan yang terakhir adalah kebijakan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja logistik di Indonesia”,tegasnya”.

Dalam FGD, hadir sejumlah pakar antara lain mantan Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Budi Mulyawan serta dari kalangan asosiasi, pelaku usaha logistik dan perguruan tinggi, dimoderatori oleh Kepala Pusat Litbang Transportasi Antarmoda  Imran Rasyid.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *