Loading...
Berita

Balitbang Gelar FGD Bahas “,Penelitian Teknis Pemberdayaan Pelayaran Rakyat Dalam Menunjang Transportasi Laut”.

web 1

Pelayaran rakyat sangat identik dengan usaha rakyat yang bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik untuk melaksanakan angkutan diperairan dengan menggunakan kapal layar, kapal layar motor atau kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukuran tertentu.
Saat ini pelayaran rakyat (PERLA) masih banyak tantangan-tantangan mulai dari sumber daya manusia, pembuatan perahu, perizinan, hingga keselamatan.

Banyak kalangan juga menilai PERLA yang ada sekarang ini cukup memprihatinkan di mana lambat laun bisa terancam punah. Padahal pelayaran rakyat sangat berperan penting dalam mendistribusikan barang ke seluruh pelosok tanah air hingga tembus ke lintas Negara.

 

Seiring dengan program pemerintah dalam meningkatkan dan memberdayakan pelayaran rakyat di berbagai daerah, melalui FGD Badan Litbang hadirkan enam narasumber berkompeten di bidangnya, seperti Dr.Ir. Witjaksono Saroso, Dr. Agus Edi Susilo, Drs. Ek.Ranendra, Dr.Ir.L.Denny Siahaan, Dr.Ir.Tjuk Sukardiman, Hidayat Mao SH, dan Ir. Ajiph R Anwar, serta peneliti Badan Litbang

Menurut beberapa narasumber yang hadir dalam FGD ini, memang Perla yang terdapat di beberapa wilayah di Indonesia kini kalah bersaing dengan perusahaan pelayaran kapal peti kemas, bahkan kencenderungannya dari tahun-ke tahun terus mengalami penurunan. Faktor SDM sendiri sebagai pelaku transportasi laut dengan berbagai tingkat keahlian dan ketrampilannya dirasa masih perlu pelatihan yang disesuaikan dengan standar rule of law, dan telah ditetapkan berdasarkan daerah pelayaran.

 Kepala Balitbang Umiyatun Hayati Triastuti  mengatakan secara komprehensif semua program yang ada untuk pemberdayaan Perla harus jelas dan betul-betul didiskusikan secara bersama-sama dengan memperhatikan segala aspeknya, seperti halnya dalam aspek keselamatan tadi, jangan sampai kita sendiri yang merasa keberatan, dan kita sendiri juga yang melanggar aturan itu, tegasnya

 Disampaikan Umiyatun bahwa Pelra diharapkan menjadi sarana utama dalam mewujudkan konektivitas antar pulau di Indonesia sehingga bisa meningkatkan perekonomian negara yang sesuai dengan program kebijakan pemerintahan yang dikenal dengan Nawacita, di mana pembangunan dimulai dari daerah pinggir, mambuat tol laut hingga ke daerah-daerah yang tidak tersentuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *