Seiring upaya Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan yang kembali mewacanakan bahwa betapa pentingnya Sistranas untuk mewujudkan sistem transportasi nasional yang aman, selamat, efektif, dan efisien sebagai urat nadi sistem logistik nasional

Sistranas juga diproyeksiskan menjadi payung hukum semua UU Transportasi seperti UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), UU I/2009 tentang Penerbangan, UU 23/2007 tentang Perkeretaapian, dan UU 17/2008 tentang Pelayaran.

Untuk kepentingan pembuatan UU Sistranas itulah Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan terus mengumpulkan masukan dari para akademisi, pakar, dan masyarakat transportasi. Salah satunya adalah melalui forum diskusi atau Fokus Group Discussion (FGD) yang digelar di berbagai tempat dan daerah, seperti yang dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu, 9 Agustus 2017

Untuk mendiskusikan Sistranas sekaligus mencari masukan sebagai bahan penyusunan naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistranas. FGD  Badan Litbang Perhubungan mengumpulkan sejumlah pakar dan akademisi di bidang transportasi  yang mengusung tema Arah Kebijakan Pengembangan Transportasi dalam Rangka Masukan Penyusunan Review Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional (Sistranas)dengan  menengahkan para pembicara: Ketua Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT (MTI), ATU, IPU, Prof. Dr. Ir. Abrar Saleng, S.H., M.M., dan Prof. Yamin Jinca.

Pembahas FGD ini menampilkan: Dr. Eng. M. Isran Ramli, ST, MT., Prof. Sakti Adji Adisasmita, Prof. Dr. Serly Wunas, Prof. Dr. Syamsul Bahri, Kadishub dan Kominfo Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Syamsul Bahri, SH, MH., dan Kabadan Litbang Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc., dengan moderator Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda Ir. Imran Rasjid.