EDT

BALITBANG LAKUKAN FGD PENGEMBANGAN INDIKATOR KINERJA INTEGRASI TRANSPORTASI ANTARMODA

Isu pelayanan transportasi antarmoda yang terpadu/terintegrasi telah menjadi isu yang hangat dibicarakan pada akhir-akhir ini. Untuk mendukung penyelenggaraan angkutan antarmoda maka diperlukan keterpaduan pelayanan transportasi antarmoda,  keterpaduan jaringan pelayanan transportasi dan keterpaduan jaringan prasarana transportasi antarmoda. Keterpaduan tersebut diperlukan untuk mewujudkan pelayanan perjalanan single seamless services yang efektif dan  efisien,

Kepala Badan Litbang Umiyatun Hayati Triastuti mengatakan, untuk mewujudkan pelayanan perjalanan single seamless service yang efektif dan efisien meliputi keterpaduan jadwal pemberangkatan dan kedatangan antarmoda, keterpaduan rute dan trayek, kesetaraan level of service, dan sistem tiket yang terpadu.

Menurutnya, saat ini keterpaduan jaringan pelayanan dan prasarana transportasi sebetulnya telah terwujud. Namun belum sepenuhnya berjalan optimal. pelayanan angkutan penumpang umum antara moda yang satu dengan moda lainnya menyebabkan masyarakat yang melakukan perjalanan beberapa kali berganti kendaraan dan belum dapat dilayani oleh angkutan terusan. Perpindahan intramoda baik dalam kota, maupun antar kota belum dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Keterpaduan dalam jaringan prasarana seperti pelabuhan, terminal bandar udara dan pengaturan jadwal masih belum memuaskan”, tambahnya.

Melalui FGD kali ini diharapkan dapat didiskusikan aspek dan variable yang digunakan dalam penilaian tingkat keterpaduan transportasi antarmoda, dan dapat disusun konsep pedoman penilaian keterpaduam transportasi antarmoda,  sebutny

FGD yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda Imran Rasyid ini menghadirkan para pembicara dari kalangan pemerintah, akademisi, dan praktisi transportasi. Diantaranya adalah Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang membawakan materi Permasalahan-permasalahan dalam Mewujudkan Integrasi Pelayanan Transportasi Antarmoda Penumpangâ. Kemudian Direktur PT Pelni dengan topik bahasan Kebutihan Fasilitas Prasarana dan Sarana dalam Integrasi Transportasi Antarmoda Penumpang.

Pembicara dari kalangan akademisi adalah Ir. Sri Hendarto dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyajikan topik bahasan Penilaian Tingkat Keterpaduan Transpirtasi Antarmoda. Sedangkan akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Agus Taufik Mulyono membawakan materi bahasan tentang “Implementasi Keterpaduan Transportasi Antarmoda untuk Meningkatkan Pelayanan dan Kenyamanan.

Hadir pula para pembahas materi FGD yang diantaranya peneliti senior Badan Litbang Perhubungan L Denny Siahaan dan Direktur Prasarana Perkeretaapian Ir. Zulfikri, M.Sc., DEA., serta sejumlah pembahas lainnya.

 

ser 4

PERGANTIAN PEJABAT TINGGI PRATAMA DAN PEJABAT ADMINISTRATOR BADAN LITBANG PHB

26 Juli 2017 Badan Litbang ucapkan selamat datang dan selamat bertugas pimpinan Baru Bapak Ir. Ahmad, M.MTr    Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, menggantikan Drs. Nelson Barus, MM, yang akan mengemban tugas barunya menjadi Kepala Pusat Pengembangan Transportasi Berkelanjutan (PPTB)

Begitu juga dengan pimpinan baru Pejabat Administrator, Muhammad Malawat, S.T.,M.T  yang tadinya Kepala Balai Lalu Lintas Angkutan Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan Denpasar, Bali , sekarang menduduki Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian menggantikan Felix Iryantomo, ATD, akan meninggalkan Litbang untuk mejalankan Tugas Barunya  menjadi  Kepala Balai LLAJ SDP Balik Papan  Prov. Kalimatan Timur

 

Dalam rangka  temu kangen dan Halal Bihalal keluarga besar Badan Litbang, bersama Karyawan dan Karyawati    hadir pula mantan pejabat  Badan Litbang yang telah berjasa membangun  Badan Litbang Perhubungan

 

h.1

GUYUB RUKUN SILATURAHMI KELUARGA BESAR KEMENHUB

“Minal Aidin Walfaizin mohon Maaf Lahir dan Batin”, ucapan Keluarga Besar Kemenhub dalam Silaturahmi acara Halal Bihalal di Ruang Matram Kantor Pusat Kemenhub. Selasa/4/7/2107

Dalam kesempatan halal bihalal ini, Menteri Perhubungan Budi Kaya Sumadi  meminta maaf ke semua pihak, jika masi terdapat kekurangan pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran dan menjadikan semua kekurangan  tersebut menjadi masukan   bagi pelaksnaan  Angkutan Lebaran yang lebih baik di tahun mendatang

Menhub Menambakan, kita ingin amanah ini dijalankan dengan baik, bawasannya pada kekurangan mohon maaf dan justru ekurangan itu akan kita jadikan feedback untuk kita tingkatkan kegiatan-kegiatan kita yang akan dating  ucap Menhub.

Pada acara ini  turut hadir Mantan Menteri Perhubungan antara lain: Ignasius Jonan, E.E. Mangindaan, Jusman Syafii Djamil, dan Azwar Anas.

4

Penutupan Posko Angleb

Selasa 4 juli  2017, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengucapkan terimaksi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan berpatrisipasi  dalam penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2017,  hal ini disampikan dalam penutupan Posko Angkutan Lebaran di kantor Pusat Kemenhub.

Menhub juga secara langsung mengucapkan terimakasi kepada media yang telah memmbantu kegiatan sosialisasi kepada masyarkat, yang telah menyampaikan pesan secara utuh kepada masyarkat yang benar-benar menyampaikan kebijakan kebijakan yang telah ditetapkan  oleh pemerintah  terkait mudik lebaran tahun 2017.

Menhub menerangkan pihaknya sudah melakukan upaya-upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan angkutan lebaran yang selamat, aman, tertib yang nyaman yang dilakukan bersama-sama oleh Kementerian/lembaga terkait.

“Penyelenggaraan tahun I ini lebih baik dari tahun sebelumnya , karena di mulai dari tahap perencanaan, pengecekan kesiapan  infrastruktur jalan, penyiapan manajemen  dan rekayasa lalu lintas  operasional di lapangan, pengecekan kesiapan  sarana angkutan , penyiapan fasilitas pendukung  seperti kesiapan rest- area, pos kesehatan dan ketersediaan BBM  sampai  sosialisasi jalur utama dan jalur alternatif angkutan lebaran, “ ucap menhub.

Menhub menyadari  masih ada  kemacetan  lalu lintas yang masih terjadi di beberapa alokasi seperti Pintu Tol Cikarang Utama, Pintu Tol Brebes Timur, Nagrek dan Ajibarang, dijelaskan Menhub, karena  kapasitas ruang  lalu lintas dijalan tidak didesain untuk menampung volume lalu lintas sebanayak volume lalu lintas pada priode angkutan lebaran, dalam kesempatan ini pula Mnehub mengucapkan permintaan  maaf kepada masyarakat  atas ketidaknyamanan ini khususnya pemudik lebaranâ” jelas Menhub.

Menhub meminta Ditjen Perhubungan Darat,   Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Perhubungan Udara untuk terus memantau arus balik angkutan lebaran tahun 2017.