Pelantikan Pelajabat Tinggi Madya Kemenhub 2

Selamat Datang Ibu Umiyatun Hayati Triastuti Kepala Badan Litbang Perhubungan

ST.5

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah melantik  Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc. menggantikan Ir. Agus Santoso, M.Sc. sebagai Kepala Badan Litbang Perhubungan yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan, sedangkan Ir. Agus Santoso, M.Sc. menggantikan Ir. Suprasetyo sebagai Dirjen Perhubungan Udara dan Ir. Suprasetyo menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan yang menggantikan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc.

Adapun pejabat yang dilantik adalah pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama, Hakim Mahkamah Pelayaran,pejabat administrator dan pejabat pengawas dan pejabat pelaksana. Pelantikan para pejabat ini telah dilakukan sore hari  Jum’at (24/2/2017).

ST.2

Setiap Senin Sekretariat Badan Lakukan Apel Pagi

Dalam rangka  meningkatkan Disiplin Kerja, Pegawai Badan Litbang  rutin  lakukan apelpagi,setiap senin pagi sebelum melaksanakan tugasnya masing-masing,  Sesbadan Litbang  Sugiadi Waluyo  memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai yang hadir dalam kegiatan ini,  menyampaikankegiatan yang harus diselesaikan agar tercapainya perencanaan  kegiatan Sekretariat Badan Litbang Phb

.

apel pgi

ape pgi

 

 

 

 

 

 

fgd udara 2

FGD PUSLITBANG TRANSPORTASI UDARA BAHAS SOLUSI PENINGKATAN KESELAMATAN TRANSPORTASI UDARA MENUJU ZERO ACCIDENT

Jakarta 21/02/2017, Mencari Solusi Terhadap Accident dan Serious Incident.  Badan Litbang mengadakan Fokus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan pembicara handal.  Dalam Focus Group Discussion (FGD)  tersebut Bapak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa standar operasi prosedur (SOP) harus dilaksanakan sama di semua bandara, Menurut dia, penerapan SOP harusnya sama saja antara bandara di Jakarta dan di daerah-daerah. Hal itu terkait keselamatan dan keamanan penerbangan. “Apa bedanya naik dari Morotai dan Jakarta,” tegas Menhub.

‘Penguasa’ pengelola bandara, dikatakan Menhub, harus mau turun ke bawah dan memantau sekaligus mengawasi pelaksanaan SOP dalam pelayanan di area bandara. Begitu juga terkait kelancaran di area airside, runway, dan seterusnya.

Seperti yang disampikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono bahwa kecelakaan penerbangan hingga saat ini masih didominasi oleh kesalahan manusia, “Keselamatan penerbangan masih sekadar slogan, bukan sebuah kebutuhan. Bila keselamatan sudah menjadi kebutuhan maka akan ada keinginan untuk mewujudkan transportasi berkeselamatan.ujar Soerjanto

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Badan Litbang M. Alwi mengemukakan, pihaknya menampung dan mencari solusi bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan.“Misalnya saja terkait penerbangan di Papua, kalau tadinya kurang teratur maka terus dibenahi untuk keselamatan dan keamanan, ucapnya

Pembicara yang hadir pada FGD kali ini diantaranya Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika; Ketua Indonesia Air Traffic Controllers Association; Ketua Ikatan Pilot Indonesia; Direktur Teknik/Operasi PT. Angkasa Pura I; dan Direktur Operasi Airnav Indonesia. Sembilan orang pembahas yang kompeten di bidangnya yaitu Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara; Direktur Bandar Udara; Direktur Navigasi Penerbangan; Direktur Operasi PT. Garuda Indonesia; Ketua Federasi Pilot Indonesia; Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I; Sekjen DPP INACA; Ketua AIPI; serta Direktur Operasional dan Teknik PT. Angkasa Pura II.

Puslitbang Transportasi Udara Gelar FGD “,Pengembangan Bandar Udara di Papua”.

FGD UDARA

Untuk menentukan pemilihan tipe pesawat udara dan bandar udara yang cocok digunakan untuk program tol udara di Papua Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan gelar Focus Group Discussion (FGD), Selasa (10/1/2017) di Jakarta

Kepala Badan Litbang Perhubungan DR. Ir. Agus Santoso, M.Sc.,berharap, pembangunan rute-rute penerbangan di Papua menggunakan tipe-tipe pesawat yang tepat, sehingga memudahkan untuk menjangkau sejumlah daerah di Papua dengan kondisi bandara yang ada, karena selama ini terjadi disparitas harga yang sangat mencolok antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur. Bahkan di Papua sendiri, terjadi disparitas harga antara wilayah perkotaan dengan daerah-daerah pegunungan, ucapnya dalam sambutan  FGD tersebut

Konsep awal dari pengaturan hub dan spoke diantaranya adalah menjadikan bandara-bandara yang memiliki landas pacu panjang, yaitu di atas 2000 meter, akan dijadikan hub atau bandara pengumpul. Sebab, bandara dengan panjang landasan yang mencapai 2000 meter dapat didarati oleh pesawat-pesawat jenis Boeing atau Airbus.

Adapun bandara yang landas pacunya di bawah 2000 meter akan dijadikan bandara pengumpan. Sebab bandara-bandara ini hanya bisa didarati oleh pesawat-pesawat yang berukuran kecil seperti jenis ATR422 atau 72.

 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Litbang Perhubungan DR. Ir. Agus Santoso, M.Sc., Kapus Litbang Transportasi Udara Moh Alwi, Bupati Mamberamo Raya Papua Dorinus Dasinapa, dan para pejabat serta stakeholder terkait lainnya.